Breaking News

30 January, 2012

Penggemar Rahasia ( Tia Marty )


            Gerimis itu membuatku harus berteduh di sebuah cafe, aku duduk tepat di sebelah jendela luar sambil menatap rintikan hujan yang perlahan jatuh beriringan, sambil menyeruput Cappucino hangat dan selembar roti bakar keju..yummy.

            “Maaf, mengganggu sebentar aku akan melantunkan sebuah lagu yang sangat berarti  untuk aku”

            Suara pengamen itu tak membuat aku tertarik untuk menatapnya, aku tetap serius memperhatikan hujan, suara petikan gitar terasa indah bersatu dengan dentingan rintikan hujan. alunan lagu itu di dendangkan pengamen dengan merdu.


Aku tak akan sanggup menatap air matamu
Yang basahi wajahmu...
Aku tak sanggup bicara mengaku cinta
Kepadamu....
Karna aku penggemar rahasiamu
Hanya mampu menatapmu
Dari jauh..
Dari jauh...
ho..ho..ho...

            Hatiku tergetar mendengar bait-bait lagu itu, pikiranku kembali menerawang jauh tentang sosok enam tahun silam, dia adalah sosok yang sering menyanyikan penggalan lagu itu untuk aku.
            Aku membalikan badanku ternyata sosok pengamen bertopi itu telah pergi, aku mengejarnya menembus rintikan hujan yang semakin deras. sungguh! aku penasaran dengan sosok pengamen bertopi merah.

            “Tunggu.”Teriakku

            Dia berhenti menoleh kearahku, lalu dengan tergesa-gesa dia menutup wajahnya dengan topi dan melanjutkan langkahnya.

            “Tunggu!”
            “Ada apa?”Ucapnya sambil menghentikan langkahnya
            “Kamu Saipul kan?”Tanyaku
            “Bukan”Sahutnya sambil berlalu
           Aku mengejarnya..
            “Untuk apa kamu bohong, aku tahu kamu itu Ipul”

            Dia diam, kami berdua saling berhadapan, tatapan matanya seperti telaga begitu jernih membuatku begitu nyaman, semua bisu, tapi tak sedikitpun dia bicara aku pun melanjutkan syair lagu yang Dia nyanyikan.

Biarkan saja..
Waktu yang menjawab
Rasa di antara kita..
Biarkan saja aku menatapmu dari jauh
Karna aku penggemar rahasiamu..
Huhh...hu....hu...
            Buliran air mata itu perlahan jatuh dari sudut matanya, dia mulai mengangkat wajahnya dan membuang topi itu, ternyata dia itu benar-benar Ipul. Sosok yang pernah dekat denganku di sewaktu SMP dulu, dia sosok yang tak pernah bisa aku raih karna kita berdua Cuma bisa jadi penggemar rahasia.

            Aku pun memeluknya sosok yang bertahun-tahun aku cari dan selama ini ternyata dia seorang pengamen yang sering aku lihat di kawasan Cafe Grand Story dan ternyata dia selama ini telah mengikutiku.

            “Maafkan aku! kita tak akan bisa selamanya bersama”Ucapnya
            “Tapi Kenapa?”
            “Aku Cuma seorang Pengamen jalanan”ucapnya seraya pergi meninggalkanku

            Dia telah pergi, hilang di antara hujan ternyata kita Cuma bisa jadi penggemar rahasia untuk selamanya. Kamu sosok yang tak pernah bisa aku raih. Hujan itu mengguyur basah tubuh dan hatiku luka ini terasa perih. 

            Kamu tahu! Aku masih berdiri disini menatap kepergianmu, sungguh aku benar-benar terluka. ternyata benar kabar yang aku dengar selama ini, kalau usaha kamu mengalami krisis dan membuatmu hidup di jalanan. biarkan hujan menghapus jejakmu.

Bekasi, April 2011
Mengenang sosok kamu dalam balutan hujan yang tak bertepi.

***