Breaking News

30 January, 2012

PEKERJAANKU: IBU RUMAH TANGGA




Sepertinya hari ini akan sangat melelahkan. Semalam tidurku tak nyenyak, karena putri kecilku panas dan demam. Rewel semalaman, inginnya digendong, tak mau dilepas. Untung suamiku mau bergantian menggendongnya. Kemudian asisten rumah tanggaku yang membantu pekerjaan rumah, tidak masuk hari ini, sedang tidak enak badan katanya. Hmmm.......

Baiklah pertama-pertama, aku siapkan dulu sarapan untuk suami dan anak-anak. Untung saja bisa terbangun jam setengah 4 pagi. Mumpung anak-anak belum bangun, aku mulai meracik bahan dan bumbu untuk nasi goreng di dapur. Dua tungku api kunyalakan satu untuk memasak air untuk minum dan satu lagi menyiapkan air panas untuk suami mandi. Kutinggalkan pekerjaanku sebentar dan bergegas mengambil wudhu,  mudah-mudahan waktunya masih cukup untuk sholat tahajud. Setelah selesai sholat, air sudah bergolak, aku pun menuangkannya ke dalam termos dan satu lagi kutuang ke dalam ember. Kemudian aku siapkan beras yang sudah dicuci untuk memasak bubur. Bubur untuk putri kecilku. Lalu aku bangunkan suamiku, saatnya ia bersiap berangkat ke kantor.

Saatnya memasak sarapan, nasi goreng sosis ala ibu. Setelah selesai aku siapkan air panas untuk aku mandi. Sambil sesekali mengaduk panci bubur, aku persiapkan baju untuk anak-anak. Seragam untuk Razan, baju bola kesebelasan Indoesia untuk Pasha, dan baju tidur princess untuk Cila yang sedang sakit.

Suara adzan shubuh berkumandang, tak terasa sudah jam 5 pagi. Kusiapkan bekal sarapan untuk suami, lalu aku mandi dan sholat shubuh. ”Bu, berangkat ya,” seru suamiku. ”Iya, yah,” aku menghampirinya dan mencium tangannya. Siap, satu tahap pekerjaan beres. Terdengar tangisan Cila, putri kecilku terbangun. Alhamdulillah, dia tertidur kembali setelah kuberi susu. Razan, putra sulungku terbangun, ku suruh ia untuk segera sholat shubuh. Tak lama Pasha terbangun, minta susu dan disetelkan TV. Ia pun menikmati susu dan kartun Dora di salah satu TV swasta.

Saatnya memasak air panas untuk mandi anak-anak, sambil mengaduk bubur, putri kecilku terbangun dari tidur. Alhamdulillah, tidak rewel, tidak seperti tadi malam. Air panas sudah siap, saatnya kumandikan anak-anak, kecuali adik cila. Setelah beres memandikan dan memakaikan baju mereka, kini giliran cila untuk dibersihkan dengan waslap. Hmmm.....sepertinya buburku sudah matang.

Sekarang saatnya sarapan, untungnya Razan sudah mandiri, jadi aku tak perlu menyuapinya. Pertama aku suapi Pasha, lalu Sheila. Hufffhhhh.....tahap kedua selesai. Saatnya aku sarapan.

Jam dinding sudah menunjukan pukul 7, Razan bersiap untuk pergi sekolah, untung sekolahnya tidak jauh dari rumah. Bukan sekolah favorit hanya sekolah negeri biasa yang aku pilih karena dekat dengan rumah, sehingga aku tak perlu repot mengantar atau menjemputnya. Razan pamit berangkat sekolah, ”Assamualaikum,” katanya mengucapkan salam. ”Waalaikumsalam, jangan nakal di sekolah ya,” jawabku.
Sekarang waktunya belanja. Mau masak apa ya aku hari ini, menu yang mudah dan cepat. Hmmmm.....Aku pilih menu sop ayam dan perkedel kentang, menu yang mudah dan cepat. Setelah belanja aku temani Pasha dan Cila bermain dirumah uwaknya yang tak jauh dari warung tempatku berbelanja.

Uuppsss, sudah jam setengah 9, saatnya untuk pulang dan masak. Setelah minum obat, Cila pun tertidur, Pasha asyik main mobil-mobilan di kamarnya. ”Pasha di dalam kamar saja ya. Ibu mau nyapu sama ngepel lantai,” kataku. ”Iya, Bu,” jawab Pasha. Cepat-cepat aku sapu lantai rumah dan segera mengepelnya.”Bu, sudah belum?”, tanya Pasha dari dalam kamarnya. ”Sudah, nak. Hati-hati ya jalannya,” seruku lagi. Hahhh....tahap ketiga beres.

Saatnya untuk memasak, sambil berdo’a mudah-mudahan Cila tidak terbangun. Syukurlah do’aku terkabul, Cila tidur pulas, mungkin kelelahan karena semalam tidurnya tidak nyenak. Walaupun ada interupsi dari Pasha, acara masakku sukses. Mumpung Cila masih tidur, aku sempatkan untuk membuka notebook, mau mengecek apakah ada e-mail dari kantor. Ternyata tidak ada, kalau begitu fesbukan dulu deh, lumayan untu menghilangkan kepenatan sejenak.

Cila bangun, dia tampak lebih baik, mudah-mudahan sudah sembuh ya nak. Jam dinding di ruang tengah menunjukkan pukul 11 siang. Sebentar lagi Razan pulang.

Ahh....tak terasa sudah setengah hari berjalan. Saatnya makan siang, dan tahap keempat pun selesai.

Selesai anak-anak makan siang, Pasha tertidur, sedangkan Razan dan Cila bermain. Kutemani mereka bermain, sambil menguap. Huaahhh, mengantuk sekali. Kurebahkan badan dan memejamkan mata sejenak. Baru saja terpulas, aku dibangunkan oleh tangisan Cila. Ternyata rebutan mainan, hufhhh. Rasa kantuk pun hilang seketika. Sepertinya aku butuh kafein, secangkir kopi hangat untukku sendiri. Aroma kopi pun tercium, membangkitkan semangat. Hmmm....nikmatnya kopi hangat ini.

Oia, cucianku bagaimana ya? Besok sajalah sama asistenku, sepertinya aku tidak akan kuat kalau harus mencuci, maklum mencucinya ala tradisional.

Jam Tiga, siap-siap untuk memandikan anak-anak lagi. Kusiapkan baju koko untuk Razan, piyama untuk Pasha dan Cila. Selesai mandi, Razan bersiap untuk mengaji dan selesai aku mandi, kami bersiap untuk bermain diluar, mumpung tidak hujan. Sambil  bermain dengan teman-temannya, mereka aku suapi. Hmmm....sebentar lagi pekerjaan ku akan beres.

Sudah setengah 6 sore,saatnya kami kembali ke rumah. Mudah-mudahan malam ini mereka cepat tidurnya. Selepas maghrib, Cila sudah berangkat tidur terlebih dahulu. Tak lama Pasha dan Razan pun menyusul adiknya. Alhamdulillah, saatnya ”me time”.  Menulis, walaupun masih dalam proses belajar. Malam ini aku menulis apa ya? Hmmm....kutulis saja kegiatanku hari ini. Asyiknya menyusun kata demi kata tak terasa sudah jam 9 malam, ada ketukan di pintu dan ”Assamualaikum,” terdengar dari luar. Suamiku pulang, kubukan pintu dan kusiapkan air panas untuknya mandi, tak lupa segelas teh hangat dan makan malam. Kami mengobrol sebentar. Saat ia mandi, aku pun tertidur, hari yang cukup melelahkan. Huffhh....Alhamdulillah.

Cibogo, 18 Mei 2011
Ditemani guyuran hujan



0 komentar:

Post a Comment