Breaking News

25 January, 2012

 
Duluuuuuuuuuuuu.. mikir banget, waktu dengar ada seorang ustadzah yang menurutku waktu ituuuu.. ’memaksa’ anaknya untuk berpuasa. Asal tau saja, anak dari ustadzah tersebut masih berumur 3,5 tahun. Ingat kisah awalnya, sang ustadzah, mesti menghadapi raungan, amukan dan rengekan sang anak yang ditambah dengan rayuan. Ustadzah hanya memeluk sang anak erat, sambil memberi motivasi kepada anaknya dengan memanggil dengan sebutan ’anak shalih’. Beberapa kali si kecil yang sedang kelaparan itu, mulai memukul, menendang dan memcakar umminya. Ustadzah itu hanya berusaha menahan setiap ’serangan’ dengan lembut dan melancarkan rayuan dan bujukan, hingga balita itu diam dan mulai asik dengan mainannya. Begitulah..

Dan hasilnya.. sebulan penuh tanpa batal.. :D
Pertanyaan Utama:

*Itukan anak ustadzah. Pada umumnya, bisakah balita kita berpuasa.?

Jawabannya.. BISA..!!!

>>Sembilan tahun mengajar, ada saja teman-teman kecil yang telah dilatih ayah bundanya untuk berpuasa. Ada yang memulainya dengan berbuka di jam 10 pagi. Ada juga yang sahurnya, di sesuaikan dengan waktu bangun sang anak. (Ex: anak bangun jam 7, anggaplah itu sahur-nya) Bahkan, sudah dua tahun ini, ada teman kecil yang berpuasa sebulan penuh, dari waktu sahur hingga bedug maghrib. Beberapa dari mereka juga, ada yang dilatih untuk berpuasa sunnah. Apakah mereka semuanya anak ustadzah..?? Bukaaan.. Sebagian besar, anak dari bunda yang ngakunya bukan ustadzah.. hehe..

Tips Ramadhan Yang Menyenangkan

a)      Sambut dengan senang

Counting down.. menuju Ramadhan dengan membahasakan kepada anak, bahwa kita akan menyambut tamu istimewa. Hias rumah secukupnya, demi membuat suasana yang bisa membuatnya antusias untuk mengetahui tentang Ramadhan lebih jauh lagi.

b)      Bahasa yang tepat

”Puasa itu tidak boleh makan. Puasa itu tidak boleh minum.” Hmm.. benarkah begitu..?? hehe. Orang dewasa pun tak kan sanggup berpuasa seperti itu. Tidak makan dan tidak minum ? Selama sebulan ? Please deeeh.. Kalimat seperti ini, memancing imaginasi yang menakutkan bagi anak. Coba kalimat ini.. ”Saat kita berpuasa, biasanya, makan siang kita ganti dengan berbuka dan sahur.” (Terdengar lebih nyaman)

c)      Papan Reward

Semoga tidak merasa repot dengan tips yang satu ini. Buatlah sebuah papan reward yang mencantumkan nama anak dan beberapa aktifitas ramadhan yang disepakati bersama. Jika mengerjakan, akan mendapat sebuah stiker untuk ditempelkan di papan rewardnya. Menjanjikan sebuah hadiah bagi pengumpul stiker terbanyak, bisa jadi alternatif. Namun, setumpuk stiker yang menempel di dekat namanya, telah cukup memuaskan bagi para balita. Bahkan, sangat-sangat memuaskan. Ingat-ingat.. Sertakan pujian tulus untuk setiap keberhasilannya

d)     Benda dan aktifitas yang mengalihkan perhatian

Ramadhan, tak ada salahnya jika ada mainan baru, buku-buku bacaan baru, CD baru. Yang bisa dikeluarkan dan dimanfaatkan secara bertahap. Jika ayah bunda bisa membelinya dalam jumlah banyak. Jangan keluarkan semua sekaligus. Tapi, jadwalkan secara serius, sehingga di akhir2 waktu, tidak akan kehabisan mainan, buku dan CD baru. Permainan-permainan ringan yang kreatif akan menjadi pengalih yang cukup efektif. Tetap ingat ”bermain sambil belajar”. Permainan-permainan kreatif terasa lebih ’murah’.. J Atau.. sesekali keliling komplek sambil menanti waktu berbuka, bisa menjadi pilihan yang lain. Meskipun, ini tidak perlu dilakukan setiap hari.

Mmm.. apalagi yaa..?? :)

Mungkin masing-masing ayah bunda punya cara untuk membuat suasana Ramadhan bisa lebih mengasikkan. Ini hanya sebagian kecil dari banyak tips yang bertebaran di muka bumi.. hehe.

Semoga bermanfaat.



0 komentar:

Post a Comment