Breaking News

24 January, 2012

The Name of The Game is FOOTBALL!!


Suamiku adalah seorang pecinta bola sejati.

Terima kasih ya Allah atas karunia yang Engkau berikan padaku.

Tetapi ternyata Allah memang benar-benar maha pemurah dalam memberi rezeki, dua orang anak lelaki ku ternyata juga...penggemar sepak bola. Aih....jadilah dua lelaki kecil yang berumur sepuluh dan tujuh tahun itu resmi mendaftar menjadi murid sekolah sepak bola di Kompleks Taman Bunga Wiladatika Cibubur sore hari ini. Menjadi penngemar bola yang pasif (terbatas
hanya sebagai penonton dan penikmat sepak bola saja) ternyata tidak cukup buat kedua orang anakku itu. Mereka berdua memutuskan untuk menyalurkan hobi dan bakat (menurut Thoriq dan Iqbal,kedua anakku , mereka berdua punya bakat dalam bermain sepak bola...ehem...ehem...)nya di sekolah sepak bola yang kebetulan berada tidak jauh dari rumah kami.

Mengantar jemput mereka berdua ke sekolah sepak bolanya pun menjadi tambahan tugas bagiku, mau tak mau...demi anak. Jadilah aku dan Maira, si bungsu yang merupakan satu-satunya anakku perempuan menjadi penonton latihan sepak  bola yang (dipaksa)setia....!. Setiap dua hari dalam seminggu anakku Thoriq dan Iqbal rutin mengikuti latihan di sekolah sepak bola nya. Terkadang
karena memang sudah penat dari pagi dengan aktifitas rumah tangga, ditambah suasana lapangan tempat latihan yang dikelilingi pohon rimbun dan angin sepoi-sepoi, aku dan Maira sempat-sempatnya tertidur di atas tikar plastik yang memang selalu kubawa dari rumah, untuk tempat duduk kami selagi menunggu kedua anakku yang berlatih sepak bola.

Sebenarnya aku cukup senang dengan kegemaran kedua anakku akan olah raga yang konon paling populer sejagad itu. Dibandingkan dengan aktifitas bermain game komputer misalnya, atau bermain PS yang jelas-jelas kurang baik bagi anak-anak, bermain sepak bola tentu saja lebih menyehatkan. Tetapi untuk sampai ikut sebagai murid sekolah sepak bola...aduh...apa anak-
anakku ini nanti tidak akan kelelahan ya...Kegiatan di sekolah mereka saja rasanya sudah cukup menyita waktu dan tenaga anak-anak nya, apalagi ini ditambah dengan latihan fisik, teknik dan sebagainya di sekolah sepak bolanya yang jelas-jelas cukup menguras tenaga.

"Tapi Iqbal kuat kog...., gak cape kog....," selalu itu jawaban Iqbal, si nomor dua jika aku mengeluh mengkhawatirkannya.

"Apa lagi aku Ma, aku kan sudah lebih gede dari si Iqbal!!", tambah Thoriq si sulung.

Ya sudah lah, aku hanya bisa berusaha semampuku menjaga kesehatan mereka berdua, dengan selalu memberi makanan yang cukup gizi dan kalori, serta tidak bosan-bosannya menyuruh anakku untuk minum yang cukup. Apalagi jika baru selesai latihan,mereka berdua sampai protes karena kusuruh minum melulu!.....

"Udah kekenyangan air Ma.....", keluh mereka berdua serempak.

Adduhh...aku jadi menyesal, maksudku baik supaya kedua anakku itu tidak sampai kekurangan cairan, tetapi mungkin rasa khawatirku sudah berlebihan  ya...

Tidak terasa sudah hampir dua bulan Thoriq dan Iqbal aktif ikut latihan di sekolah sepak bola nya. Sore itu seusai latihan kedua anakku dengan jejingkrakan (karena senang dan semangat)mendatangi aku dan Maira yang duduk santai di tepi lapangan.

"Hore....hore.....", teriak Iqbal yang selalu lebih ekspresif dibandingkan abangnya Thoriq.

"Ma....kami sabtu depan mau ikut turnamen!!", giliran Thoriq yang berteriak.

Turnamen?....aku mengernyitkan dahi. Turnamen apa pula yang dimaksudkan kedua anakku ini...
Wah aku tambah puyeng deh....sesudah mendengar penjelasan Pak M. Nuh, pelatih kedua anakku itu, ternyata sekolah sepak bola tempat mereka terdaftar sebagai murid akan mengikuti kompetisi antar sekolah sepak bola se Kota Depok. Kedua anakku akan ikut dalam tim. Iqbal memperkuat tim usia 6-8 thn, sementara Thoriq akan memperkuat tim usia 9-11 thn. Setidaknya begitulah penjelasan yang dapat kutangkap. Yang membuat aku hanya bisa menghela nafas adalah, jadwal bertanding kedua anakku itu tepat pada hari Sabtu-Minggu. Selama satu bulan penuh!.

Aduh.....berarti selama satu bulan ke depan, tidak akan ada akhir pekan tanpa kegiatan menonton...sepak bola!! Padahal aku sudah menyusun rencana kegiatan akhir pekan bagi kami sekeluarga yang (menurutku tentunya) jauh lebih menarik dari pada menonton serombongan anak-anak menggiring-giring bola di lapangan ....

Tetapi namanya seorang ibu, bagaimana pun juga pasti akan lebih mementingkan keperluan dan kesenangan anak-anaknya dari pada dirinya sendiri. Akhirnya akupun harus rela menghabiskan akhir pekanku mendampingi anak-anak bertanding sepak bola.

Kami berangkat pagi-pagi di hari Sabtu itu, satu keluarga lengkap, aku, suamiku, dan tiga orang anakku. Kedua anak laki-lakiku yang sangat bersemangat itu sudah tidak sabar lagi menantikan saat untuk memamerkan aksinya di lapangan pada kami semua.

Celoteh mereka berdua di sepanjang perjalanan menuju stadion tempat bertanding membuat rasa jengkelku yang sudah kehilangan momen melewatkan akhir pekan dengan rekreasi bersama keluarga menjadi sirna. Ya, ibu mana sih yang tidak gembira melihat anak-anaknya yang begitu bersemangat dan antusias seperti anak-anakku ini.....

Sesampainya kami di Stadion Kartika, tempat pertandingan dilangsungkan, suasana sudah ramai. Pemandangan anak-anak yang hilir mudik di seluruh penjuru stadion dengan kostum sepak bola masing-masing paling menarik perhatianku. Tingkah mereka macam-macam, ada yang sudah memakai kostum lengkap dengan sepatu bolanya, sebagian masih menenteng-nenteng sepatu
tetapi sudah berkostum lengkap, ada yang masih seperti anakku, memakai baju biasa dari rumah dan sekarang sedang sibuk mencari ruang ganti untuk berganti pakaian dengan kostum tim sekolah sepak bolanya.

Semua anak-anak itu memiliki satu kesamaan, semangat yang meluap-luap tampak jelas di wajah masing-masing. Tidak ada yang tampak ogah-ogahan, semuanya penuh dengan antusiasme akan satu hal, bermain sepak bola!.

Rupanya antusiasme itu bisa menular juga ya.... Tanpa kusadari aku terpengaruh juga dengan suasana stadion yang sepertinya dipenuhi dengan euphoria peserta dan penonton pertandingan . Akan halnya suamiku, jangan ditanya lagi deh....dia tidak perlu ditulari semangat lagi, karena sepertinya suamiku sudah dipenuhi oleh rasa bangga, semangat dan kegembiraan yang meluap-luap semenjak tahu anak-anak nya terpilih masuk tim yang ikut bertanding hari ini.

Thoriq ikut  di dua pertandingan, sementara adiknya Iqbal ikut di empat pertandingan. Tentu saja waktu pertandingan disesuaikan dengan usia peserta tim yang ikut,satu game hanya berlangsung selama sepuluh menit, dan satu pertandingan terdiri dari dua game.

Rasanya suaraku sudah hampir habis karena sibuk berteriak memberikan semangat kepada kedua anakku yang bermain dengan sangat bersemangat. Selama menonton mereka bertanding aku perhatikan bagaimana ternyata olah raga sepak bola itu lebih dari sekedar satu kegiatan yang menyehatkan raga. Tetapi kerja sama tim, rasa sportifitas, menghargai orang lain (dalam hal ini
keputusan wasit), kedisiplinan dan banyak hal lain yang aku kurang mampu menjelaskannya dengan kata-kata. Yang jelas bermacam hal yang sangat positif deh.... Aku juga gembira melihat anakku Thoriq yang selama ini memang masih kurang rasa percaya dirinya dalam melakukan berbagai hal, tetapi hari itu dengan percaya dirinya menggiring bola, mengoper bola pada
temannya , dan .........berhasil mencetak satu gol dalam pertandingannya!!.

Kenyataan lain yang menarik perhatianku adalah bagaimana setiap anak sepertinya berusaha memberikan kemampuan terbaiknya untuk setiap pertandingan yang dihadapi.

Karena ini kompetisi sepak bola dimana pesertanya adalah murid-murid sekolah sepak bola, maka tidak mengherankan jika stadion juga tampak dipenuhi oleh para ibu, ayah, kakak dan adik para anggota tim. Terharu aku melihat bagaimana seorang ibu berusaha tetap menyulangi anaknya yang berkostum bola lengkap untuk  makan siang, padahal si anak sudah berulang kali menolak dengan alasan sudah kenyang. Tetapi rupanya kekhawatiran seorang ibu yang takut anaknya sakit karena melewatkan waktu makan siang membuat ibu itu tetap gigih memaksa anaknya supaya tetap mau makan, walaupun harus disulangi.

Belum lagi pemandangan lain, seorang ayah yang sibuk mengurut-urut betis anaknya yang baru selesai bertanding, mungkin kaki anaknya kram.

Wah...dan segala antusiasme, semangat, rasa sayang, kepedulian dan kerja keras itu karena sebuah olah raga yang bernama sepak bola.... Yes....ladies and gentelemen...the name of the game is FOOTBALL!!!















1 komentar:

Game AR android terpopuler said...

Setuju sih, meski kurang suka olahraga sepak bola tapi saat menonton lansgung pertandingannya bisa ikut terbawa suasana, ikut semangat, apalagi kalau yang bertanding anak sendiri :D pasti makin bangga

Post a Comment