Breaking News

25 January, 2012

Ma...jangan pake jilbab yang itu...


Kemarin sore kami sekeluarga bersiap-siap mau mendaftarkan anakku yang sulung Thoriq ke Sekolah Sepak Bola yang ada di Taman Wiladatika, di depan Cibubur Junction. Ketiga anakku sudah selesai mandi dan berpakaian rapi tidak sabaran ingin segera berangkat. Suamiku juga sudah terlihat bersiap-siap mengeluarkan mobil dari garasi sambil tidak lupa berucap," Ayo ma...cepetan dikit, nanti kalo kelamaan takut turun hujan...",ke arahku yang baru saja mau melangkah masuk ke kamar tidur buat berganti pakaian.
Wadduh...belum apa-apa sudah diultimatum...pikirku sebal. Memang sudah nasibku mungkin ya, mau mengerjakan apa....saja pasti diburu-buru entah itu oleh suamiku atau anak-anakku."Masaknya yang cepat dong ma...sudah lapar nih....", Makannya yang cepat dong ma, aku mau ditemani mama mainnya," atau "Cepetan dong ma mandinya....aku mau pipis....", Sampai urusan mandi pun diburu-buru, bayangkan....
Nah begitu juga keadaannya kemarin, terburu-buru aku dengan asal saja mengambil baju gamis kaos abu-abu hitam yang berada di tumpukan paling atas bajuku di lemari, memakainya secepat mungkin dan sambil melirik ke tempat tidur kulihat jilbab kaos hitam yang baru kupakai tadi pagi untuk keluar rumah membeli sayur. Sepertinya jilbab ini tidak pantas lagi sih dipakai buat bepergian, tapi memikirkan harus mencari-cari lagi jilbab yang sesuai dari dalam lemari pakaianku yang keadaannya tidaklah terlalu rapi membuat aku menguatkan tekad (sambil memicingkan  mata ..he..he...) mengambil jilbab kaos hitam itu dari atas tempat tidur dan segera mengenakannya sambil berbergegas keluar kamar.
"Yuk bal...mama sudah siap,"ucapku pada Iqbal, anakku nomor dua yang tampak sedang memandangi bayangannya di depan cermin di ruang makan, sedang bercermin rupanya dia."Hemm....ma...",ucapnya pelan. "Ada apa nak?",tanyaku heran. Tadi dia yang sibuk menyuruhku supaya bergegas-gegas agar kami bisa segera berangkat, sekarang kog malah dia hanya diam sambil memandangiku dengan serius."Ma...jangan pake jilbab yang itu....mama jadinya gak cantik lagi...",ucapnya perlahan-lahan. Aku yang mendengar ucapan anakku itu dengan segera berdiri menghadap ke arahcermin di sampingku, dan dengan rasa malu,terharu,dan bangga (aku tidak menyangka anakku yang baru berusia tujuh tahun itu sudah bisa mengkritik penampilan ibunya...he..he...) terpaksa megakui kebenaran ucapan polos yang kleuar dari mulut kecilnya tadi. Wih...penampilanku acak-acakan sekali ternyata...jilbab kaos hitam yang kupakai sepertinya memang sudah agak lusuh dan hanya pantas buat dipakai untuk menemui tukang sayur keliling kali ya...
Dengan senyum geli campur haru aku segera masuk kembali ke kamar, mengganti jilbabku dengan yang lebih pantas dan begitu keluar dari kamar langsung kuhampiri anakku, si nomor dua yang memang sedikit lebih sensitif dibanding saudara-saudaranya yang lain, "Makasih ya sayang...sudah mengingatkan mama....", ucapku perlahan sambil memeluknya dengan air mata haru yang menggenang di pelupuk mata.

0 komentar:

Post a Comment