Breaking News

25 January, 2012

Like Mother Like Son

By Yustiani Rahmawita

Hari Sabtu itu aku menjemput ibu dan bapak yang menginap di rumah adikku, De dina. De dina baru saja pindah ke Bandung, mengikuti suaminya yang ditugaskan di Bandung, kota yang sama dengan tempat tinggalku. Lumayan….ada saudara sekarang. Jadi, kalau ga ada kerjaan, garing..sapa tau bisa main kesana…

Nah, siang itu setelah aku menelpon taksi untuk mengantarkan aku, Daud, bapak dan ibu, aku menunggu beberapa saat di rumahnya. Ga lama kemudian, taksi Blue Bird yang kupesan datang. aku dan Daud duduk di depan. Bapak dan ibu duduk di belakang.

Awalnya biasa biasa aja. Daud mau duduk dengan tenang di pangkuanku. Tumben, pikirku. Biasanya tangannya ngorek apa apa aja yang ada di depannya.

Saat taksi masuk ke Jalan Guruminda, tangan daud sudah mulai merambah kemana mana. Yang menjadi perhatiannya adalah knop/kunci pintu. Pertama tama sih dia cuma meraba raba. Aku sudah mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya berbicara atau melihat mobil yang ada di depan taksi kami.

Di pertengahan jalan menuju rumah itulah, tanpa sengaja, Daud membuka pintu mobil, yang aku pikir sudah sempat kukunci… untung saja taksinya berjalan pelan dikarenakan jalannya yang ga begitu bagus…(bilang aja jelek banget nget…hehehe…)

Melihat pintu mobil yang terbuka, bapak lalu bercerita…
“..dulu, waktu kamu kecil, kamu juga gitu lo, Nan…duduk di depan, mainan kunci mobil, trus pintunya kebuka. Kamu kan ngegantung di pintu tuh. Langsung ta jual deh mobilnya…”
“hahahahaha…,” tawaku
“ohya ? langsung dijual? ” tanyaku

Sebenernya aku sudah tau cerita itu. Bapak suka sekali mengulang cerita itu kalau bapak lagi setir mobil dan yang duduk di samping bagian supir itu cucu cucunya yang masih kecil dan kemudian mainin kunci pintu dan mencoba membukanya. Tapi yang langsung ditawarkan untuk dijual itu yang aku belum tahu.

“Iya..aku sebel sama mobilnya. langsung pada hari itu juga bapak ke….duh sapa ya namanya, bapak lupa. Bapak  bilang gini…aku mau jual mobil ini. Tolong tawar tawarin ke orang. Trus dia nanya, dijual berapa pak? berapa aja deh, bapak jawab gitu. Ga lama ada yang ke rumah, nanyain mobil, udah deh ta jual aja…hahahaha…” penjelasan bapak.

“Iya tuh, ibu sempet kesel, ibu ga tau apa apa, si bapak langsung main jual mobil aja. Ga bilang kenapa kenapa. Ibu malah tau dari orang lain kalo kamu hampir jatuh dari mobil gara gara pintunya kebuka….” ibuku meneruskan penjelasan bapak sambil bersungut sungut lucu.

“hahahaha…ternyata nurun ke Daud ya….bandelnya ibunya…”aku tertawa tawa

Itu baru satu kebandelan. gimana kalau semua bandelnya nurun ya…
Oh My God…
like mother like son…^_^