Breaking News

30 January, 2012

Let it be your PraY (Doa seorang IBU)



Kalimat tertulis ntuk mewakili hati. Kalimat tertera ntuk mengucap. Kalimat tersirat terdapat makna.
Makna yang selalu ada di dalam hati. Hati yang dapat menguraikan kasih sayang. Hati yang mampu mengerti beribu alasan yang dilakukan. Hati yang menyimak setiap yang diucapkan. Meski didiamkan saja pura tak paham tapi hati mengutarakan sejarah yang dilampauinya. Walau tengkar dilalui tapi hati tetap mengaguminya. Apa yang tak terpikirkan hati menerjemahkan.

Marilah sejenak ntuk menoleh ke belakang, bukan ntuk melihat hal yang patut disesali. Tapi melangkah ntuk duduk apa yang telah diperjuangkan dalam hidupnya. Hidup seorang IBU.
Dia menyelamatkan hidupku dari kasih sayang yang disampirkan hanya sebentar oleh seorang ayah. Dia memberiku penuh harapan ketika hidup hanya dari seorang single parent.
Dia menimang diri dengan kasih, ketika dirinya ditempa masalah dengan pernikahannya yang tak terjawab hingga sekarang.
Dia memberiku penjelasan seorang ayah, ketika ku merasa jauh apa artinya sayang untuk ayah, ataupun ayah sayang padaku. Walau ku berat melakukan sebagai anak karena hidupku tak terbiasa ntuk itu.
Dia membantu diri, ketika kesulitan menerpa dalam hal pembelajaran sekolah, membimbing dengan hati ntuk membuat diri mengerti bahwa kemampuan ku lebih dari yang ku kira.

Meski lautan tinta menulis rasa syukur tak cukup, begitu juga dengan ulasan sejarah nya, bukan terbatas huruf demi huruf tapi itu semua benar diluar kata cukup. Sejarah yang buat diri mampu menghadapi hidup dengan tegar walau hanya satu sosok yaitu IBU.

Tak sesalku di sampingnya walau ayah tak disebelahku. Tak ku tangisi, walau ayah tak menggandeng tanganku ntuk melihat kehidupan. Hati ini penuh kasih nya dengan tindakan sayang yang dilekatkan, walau ayah tak menghampiriku ketika ku menangis. Tak iri hati dengan mereka karena hati ini sudah terlengkapi dengan kasihnya. Dia mendekapku, walau ayah hanya melihat diri di sana tanpa mau tahu kenapa. Dia mengejakan diri apa itu kehidupan, meski ayah tak berada ditempat yang ku inginkan. Semua itu tanpa sosok seorang lelaki, benar hati ku tak sesalkan, benar adanya,ku ulangi sekali lagi, ku tak duduk disini hanya berdoa agar sosok itu kembali. Karena ku yakin adanya dirimu IBU, pelajaran hal yang ku tak paham hingga kini ku mengerti dan ku uraikan dengan seksama, semua itu tak luput dari torehan yang Ibu lakukan.

Ku tak menetap di belakang karena Ibu ada di depan meraih diri. Tak membiarkan diri sendiri menunggu sosok itu menghampiri. Ku tak ingin mengulang sejarah ntuk membuat itu benar bagai keluarga utuh,karena Ibu memeluk diri ntuk menghangatkan dengan masa depan yang penuh kasih. Ku tak menulis sosok lelaki hingga diri meratapi yang dibuat olehnya.

Tak perlu semua itu, karena dirimu Ibu sudah menyakinkan dengan harapn yang kau tuangkan lewat doa. Doa yang selalu kau panjatkan untuk diri dan adik kami, hingga kau pun menuai hasil yang lebih baik tanpanya.

Karena itulah adanya hari IBU, karena arti yang IBU sematkan benar membawa perubahan kasih dalam kehidupana











0 komentar:

Post a Comment