Breaking News

26 January, 2012

lepaskan


dalam biduk
diombang-ambing gelombang ketidakpastian
dalam badai prahara yang tiada berujung
sakit tak terasa lagi
hati nan kebal teranestesi luka dan perih nan bertubi
tiada berpaling dari ratapan ketegaran
tiada beranjak dari rintihan kesabaran

hari berlalu dengan bebagai rasa memuncak
tak dapat bertahan dalam sendiri sendiri yang bisu
saling menyakiti yang tiada akhir
keegoan yang tak dapat difahami
arogansi yang tidak dapat dimengerti

mohon simpulnya diurai

biarkan keluar dari biduk
biar biduk berlayar tanpa hancur

biar sendiri sendiri terasa damai

(tasikmalaya, 1 juli 2011...jam 08.40)










0 komentar:

Post a Comment