Breaking News

25 January, 2012

LELAKI ITU..


Lelaki itu memiliki wajah yang ramah dan badan proporsional alias good looking. . Dia rajin beribadah, tidak meninggalkan shalat 5 waktu, bahkan untuk shalat sunnah pun dia kerjakan. Bahasa, perilaku dan etikanya baik. Terkesan kalem bahkan. Beberapa bulan lalu kulihat dia sedang mengajak istri dan kedua anaknya berjalan-jalan di Mall, dengan sabarnya dia menunggu istrinya berbelanja dan dengan gagahnya dia menggendong salah satu anaknya dan membantu membawa belanjaan istrinya. Sesekali dia menggandeng tangan dan merangkul istrinya. Bahkan ketika berada di dalam restoran, dia ikut menyuapi anak-anaknya makan. Dengan sabarnya dia mengelap makanan yang berceceran dimeja serta membersihkan tangan dan mulut anak-anaknya. Tidak ada teriakan atau umpatan kekesalan dan ketidaksabaran yang keluar dari mulutnya. Terlihat sekali dia menikmati waktu bersama keluarga kecilnya, walau terlihat ada gurat keletihan diwajahnya.
Beberapa minggu lalu kulihat dia sedang membantu istrinya mencuci pakaian, karena istrinya sedang sakit, bahkan ketika istrinya sehat pun dia sering terlihat membantu pekerjaan rumah yang biasanya dikerjakan istrinya. Membereskan rumah pun dia kerjakan pula, walau situasinya dia sedang letih setelah pulang mencari rezeki untuk keluarganya. Ketika istrinya sedang mengerjakan pekerjaan rumah, dia terlihat menjaga, bermain dan bercengkerama dengan kedua anaknya. Kebetulan pasangan ini tidak memiliki Asisten Rumah Tangga alias pembantu ataupun pengasuh. Kondisi ini terus terjadi selama pernikahan mereka. Tidak ada pertengkaran mengenai pekerjaan rumah tangga diantara keduanya, tidak ada kata malas yang keluar dari mulut si lelaki ketika sang istri meminta bantuannya dalam hal pekerjaan rumah. Si lelaki terlihat ikhlas dalam mengerjakannya. Mungkin ini yang dinamakan saling pengertian diantara pasangan suami istri.
Beberapa hari lalu, kulihat si lelaki bermasalah dengan seseorang yang kebetulan berkaitan dengan sang keluarganya, dia yang tadinya tidak mau ikut campur karena tidak mau membuat keributan akhirnya turun tangan, bukan untuk membela keluarga tapi hanya untuk menyelesaikan masalah dan kebenaran. Dia tidak menggunakan kekasaran, namun makian dan umpatanlah yang dia dapat, tapi dia menerimanya dan tidak membalasnya. Disinilah arti pendidikan agama, etika dan toleransi yang berjalan, semakin kentara siapa yang mempunyai akhlak dan etika yang baik. Alhamdulillah si lelaki mampu menunjukkan itu semua.
Si lelaki terlihat memeluk sang istri demi untuk menenangkan belahan jiwanya, bahwa dia ada untuk keluarga, bahwa demi kebenaran dia akan terus berjuang, bahwa demi keluarga dia akan terus berusaha. Dengan mesranya dia mengecup keningku dan mengucapkan kata “LOVE YOU MOMMY.. aku percaya pada kebenaran dan keluarga kita, sampai titik penghabisan kita akan berjuang demi kelangsungan hidup kita berdua dan anak-anak.. Insya Allah tidak ada penghianatan ataupun kebohongan antara kita. Semoga cinta kasih antara kita terus abadi..”.
Ya, si lelaki.. sang suami itu adalah suamiku.. Suami yang telah mengikat janji setia hidup dan mati denganku, yang telah memberikanku 2 orang anak lelaki yang sehat dan pintar (insya Allah dewasa kelak menjadi anak soleh). Selama pernikahan (insya Allah) tidak pernah ada pertengkaran hebat antara kami. Pengertian dan toleransi kami jalani. Jika salah satu emosi, satunya meredam emosi. Jika salah satu kesusahan, satunya membantu. Jika salah satu merasa sedih, satunya berusaha membuat bahagia. Jika salah satu merasa bahagia, satunya ikut bahagia dan berusaha mengingatkan akan kesusahan yang pernah menimpa. Kami tidak silau harta, tidak silau jabatan, tidak iri terhadap rumput tetangga yang katanya lebih hijau. kami hanya ingin kebahagiaan dan ketenangan lahir bathin. Rezeki itu sudah ada tempatnya, kami hanya bisa berusaha. Cobaan demi cobaan kami lalui, baik yang datang dari luar maupun dalam lingkungan. Insya Allah kami kuat menghadapi itu semua. Doaku untuk suamiku tercinta, semoga Allah terus mengiringi setiap langkahmu, Allah memberi kemudahan bagimu dalam mencari rezeki halal bagi kami keluargamu, Allah memberi kekuatan, kesabaran dan ketabahan yang lebih bagimu dalam menghadapi semua cobaan, Allah membutakan hatiku atas hal-hal yang haram dan dilarang agama dan Allah terus memanjangkan jodoh kita sampai akhir hayat kita.. AMIN..
(dedicated for my lovely husband arief ahmad hidayat, always strong for us darling.. Mommy, Pandji, Rajendra love you so much)












0 komentar:

Post a Comment