Breaking News

25 January, 2012

K****m yang Eyecatching


Pernah posting link tulisan ke blog saya tentang ini. Sekarang saya coba masukkan di Documents ....


K****m yang Eyecatching


            Ada satu hal yang menjadi perhatian saya sekarang, sehubungan dengan pendidikan anak saya (dan juga anak-anak lain) kelak.
            Apa itu?
            Yaitu, produk yang sekarang terpampang dengan bebas di mana-mana, dan pas dengan tinggi badan anak balita hingga anak usia SD. Produk itu, selalu ada di bagian depan, dekat sekali dengan kasir. Jadi sangat eye catching buat anak-anak. Apalagi disain warna kemasannya banyak yang menarik, ditambah dengan tulisan ‘rasa’, ‘aroma’ atau model produk yang bersangkutan.
            Perkenalkan ...  produk itu adalah k****m (alat kontrasepsi).
            Terus terang ... peletakan produk ini di apotek-apotek dan mart-mart membuat saya resah. Coba perhatikan, apotek-apotek dan mart-mart itu sekarang meletakkannya persis dalam jangkauan mata anak-anak. Kelihatan seperti iklan supaya anak-anak mengenal k****m sedini mungkin. Ya iyalah, anak-anak sekarang ‘kan sukanya ke mart-mart yang  bertebaran di mana-mana, bukan hanya di jalan besar tetapi juga di jalan-jalan kecil bahkan di dalam kompleks perumahan. Daripada ke warung/toko yang  memiliki disain ala kadarnya, anak-anak lebih suka menarik orangtua mereka ke mart-mart yang memiliki disain lebih indah, barang-barang lebih tertata dan beragam, update pula, juga sering kali mengiming-imingi konsumen dengan hadiah. Dengan alasan-alasan itu, para orangtua pun mungkin lebih memilih ke mart daripada ke toko/warung. Nah, jika setiap mereka masuk mart (atau apotek) dan di depan mereka langsung tersuguhi produk-produk imut yang eyecatching ini tetapi mereka tidak pernah boleh memilikinya setiap mereka minta padahal gambar disainnya sedemikian menariknya ada pilihan rasa pula. Apa salah jika mereka menyimpan satu tanda tanya besar tentangnya?
            Suatu ketika, saya ke apotek dengan sulung saya yang sebentar lagi berusia 10 tahun. Saat saya sedang proses jual-beli salah satu produk vitamin C dengan si empunya apotek, tiba-tiba ia nyeletuk, “Ma, Saya mau yang rasa stroberi.” Awalnya saya tidak ngeh, “Permen apa sihyang dia maksud? Atau jenis minuman apa?” Seingat saya, apotek kecil ini tidak meletakkan permen ataupun minuman di etalase yang sedang dipelototi oleh anak saya ini. Saya menengok pada apa yang sedang dipelototinya. Saya kaget, “K****m!” Saya hanya berseru, “Pssst!” padanya. Speechless. Produk itu diletakkan pas dengan tinggi badan anak saya. Dengan tampilan kemasan imut yang warna-warni dan tambahan tulisan tentang ‘rasa’, ‘aroma’ atau model, produk ini terlihat sangat menarik sekaligus misterius bagi anak-anak. Saya hampir yakin, ia sudah menyimpan satu bahan riset di benaknya, tentang produk misterius ini karena di mart-mart pun produk ini diletakkan di tempat yang posisinya mudah tertangkap oleh mata (eyecatching) anak-anak balita hingga usia SD.
            Kata saudari saya, mungkin peletakannya seperti itu supaya tidak mudah dijangkau oleh anak-anak di bawah umur (yang tentu saja tidak sedang terikat dalam pernikahan) yang ingin coba-coba, jadi penjualan produk itu terawasi. Masuk akal juga. Memang, produk itu tidak mudah dijangkau oleh tangan anak-anak di bawah umur yang hendak coba-coba ‘menggunakannya di tempat yang seharusnya’. Tetapi jadinya ia malah menjadi sangat terjangkau oleh mata dan minat anak-anak yang jauh lebih kecil: anak balita dan anak usia SD. Duh, adakah pihak yang bisa membantu agar di seluruh Indonesia, produk ini jangan ditaruh di lemari kaca yang tembus pandang? Mbok pakai penutup apa gitu kacanya. Atau sekali pakai kotak kayu saja?

Makassar, 22 Juni 2011