Breaking News

30 January, 2012

KETIKA DIA PERGI (CERPEN)


Pernikahan itu berlangsung amat sangat sederhana. Hanya orangtua kedua belah pihak, dua orang saksi, dan seorang penghulu yang hadir. Tidak ada teman, rekan sejawat, bahkan tak terkecuali Sandra, wanita yang sudah lama hadir dalam kehidupannya untuk mengisi hari-harinya. Semua yang ia lakukan adalah demi ibunya. Ketika ia menolak perjodohan itu, ibunya malah masuk rumah sakit.

Dengan berat hati ia mengiyakan perjodohan itu. Seorang gadis dari anak teman lama ibunya. Biasa-biasa saja, bahkan jauh dari kriterianya. Namanya Murni. Manis, berambut panjang, tinggi sekitar 155 cm, dan menurutnya gadis itu sedikit kuno. Berbeda jauh sekali dengan Sandra yang cantik, energik, seorang model terkenal, dan smart.

Ketika ia protes dengan pilihan ibunya, perempuan tua itu malah tak peduli. Menurut ibunya Murni adalah gadis yang baik pekertinya dan lebih cocok menjadi istrinya ketimbang Sandra yang sedikit liar. Dan ketika ia meminta pendapat ayahnya, lelaki tua itu malah setali tiga uang dengan ibunya. Ia tak bisa berkutik lagi. Sungguh ia benci dengan semua ini.

Apa maksud ibunya menjodohkan dirinya dengan gadis yang tidak ia kenal sama sekali?. Apakah jaman Siti Nurbaya masih berlaku meski dunia ini sudah begitu modern?. Ia hanya bisa meruntuk dirinya sendiri. Tak berdaya. Mungkin itu kata yang tepat bagi dirinya saat ini. Mau memberontak, tapi ia masih mempunyai rasa hormat terhadap orangtuanya. Mengikuti aturan mereka, berarti ia menjalani hidup tidak sesuai dengan hati nuraninya.

***

Andi memandang jalanan yang macet dari balik jendela kaca besar di kantornya. Jam makan siang sudah tiba tapi ia malas untuk keluar. Hatinya saat ini resah. Sudah hampir tiga minggu Murni pergi dari rumahnya.Tidak ada kabar. Hanya sepucuk surat yang ditinggalkan Murni di atas laptopnya. Semula kepergian Murni membuatnya sedikit lega, karena itu berarti semua rencananya akan sesuai dengan keinginannya.

Waktu 6 bulan adalah batas yang ia berikan kepada Murni, tanpa sepengetahuan yang lain, bahwa ia akan menceraikan Murni jika diantara mereka tidak ada cinta. Sungguh ironis memang.

Murni terkejut ketika ia mendengar permintaan Andi tentang batas waktu itu. Tapi entah kenapa Murni mengiyakan saj permintaan Andi. Dan tentu saja Andi senang karena Murni cukup bisa diajak kerjasama, meski ia merasa telah membodohi gadis itu. Peduli setan! ujarnya dalam hati.

Andi memboyong Murni ke rumahnya. Beruntung ia tidak serumah dengan orangtuanya karena ia sudah memiliki rumah sendiri. Dan ia bebas melakukan apa saja terhadap Murni.

Gadis itu selalu disuruhnya ini dan itu. Menyiapkan baju kantor sebelum ia berangkat kerja, menyiapkan sarapan tanpa dibantu bibi, menyapu, mengepel, dan entah apalagi yang bisa ia perbuat dengan gadis itu. Taktik yang ia gunakan hanya untuk membuat Murni tidak betah dengan dirinya.

Tapi kenyataan berkata lain. Ia berusaha sekuat tenaga untuk membuat Murni tidak betah bersamanya. Bahkan ia pernah membawa Sandra ke rumahnya dan memperkenalkannya pada Murni bahwa Sandra adalah gadis yang dicintainya. Murni hanya tersenyum. Bahkan Murni selalu menunggunya pulang walau harus tertidur di depan tv yang menyala. Hal yang tidak pernah ia dapatkan pada diri Sandra, kekasihnya.

Kini Murni telah pergi. Benar-benar pergi. Perasaan hampa mulai merayapi hati Andi.Tidak ada lagi yang menyiapkan baju kantornya. Tidak ada lagi yang membuatkan sarapan yang lezat untuknya. Bahkan ia tidak lagi melihat Murni yang tertidur di depan tv yang menyala hanya untuk menunggunya pulang.

Terkadang Andi termangu sendiri ketika pagi mulai menjelang. Ia terpaksa sarapan di luar, hal yang tidak biasa ia lakukan.

Belum genap 6 bulan dari perjanjian yang ia buat untuk Murni tapi Murni telah pergi. Murni bilang ia takut menghadapi perceraian. Ia menyerahkan semuanya pada Andi. Salah satu isi surat yang Murni tulis untuk dirinya.

Andi mendesah. Diusapnya wajahnya berkali-kali. Wajah murni yang lugu benar-benar menghantui pikirannya.

Ia ingat bagaimana Murni menitikkan airmatanya ketika ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah mencintai Murni, bahwa ia tidak mengharapkan ada hubungan suami istri diantara mereka. Dan kata-kata yang keluar di malam sebelum kepergian Murni itu kini amat disesalinya.

Salah satu isi surat Murni mengatakan bahwa ia mencintai Andi apa adanya, bahwa ia tidak akan sakit hati dengan perlakuan kasar Andi, dan bahwa ia tidak akan meminta pertanggung jawaban dari Andi jika terjadi sesuatu terhadap dirinya kelak. Isi surat itu membuat Andi bertanya-tanya. Apa yang telah ia perbuat pada diri Murni?

***

Mobil mewah itu memasuki halaman rumah yang luas. Rumah nampak sepi. Andi masuk ke dalam rumah itu dan disambut oleh sepasang suami-istri yang menatapnya dengan haru. Ia merasa bersalah kepada kedua orangtua itu.

Andi berjalan ke belakang rumah. Di tengah kebun yang tidak begitu besar itu, Murni sedang sibuk memotong bunga-bunga yang sudah waktunya untuk dipetik. Lama Andi memandangi Murni dari kejauhan. Benar apa yang dikatakan ibunya bahwa Murni adalah gadis yang cocok untuk dirinya. Meski tidak secantik Sandra tapi hatinya semurni namanya.

Tiba-tiba Murni berhenti. Nampak ia memegangi perutnya lalu berlari menuju washtafel. Andi yang melihat Murni mual-mual, menjadi kalang kabut dan berlari menghampiri Murni.

"Murni, kau kenapa?" Tanya Andi  gugup dan bingung.
Murni, yang tertunduk lesu itu, menoleh demi mendengar suara Andi yang ada di belakangnya. Raut wajahnya yang pucat, menjadi lebih pucat lagi ketika ia melihat Andi berdiri di depannya. Rasa tak percaya dan rasa  takut yang ada dalam dirinya, membuatnya mundur selangkah.

"Ma...Mas Andi?"kata itu terlontar dari mulut Murni yang bergetar karena gugup.
Jantung Andi berdebur kencang. Tak pernah ia merasakan hal seperti ini sebelumnya, perasaan membuncah yang tak tertahankan. Rasa yang tidak pernah ia rasakan ketika bersama Sandra.

"Murni, sejak kapan kau merasakan ini? Maksudku...kau mulai merasakan mual-mual." ujar Andi dengan cemas sembari menatap wajah Wurni yang pucat.

Murni menggeleng-gelengkan kepalanya. Ada rasa takut terpeta di wajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Aku...aku tidak apa-apa. Mas Andi tidak perlu cemas, ini hanya masuk angin biasa. Ya..hanya masuk angin." Jawab Murni gugup.

Sekali lagi Andi menata debur jantungnya yang menghentak-hentak. Dengan penuh keberanian ia menggenggam tangan Murni erat.

"Jujurlah padaku Murni...aku mohon..."

Murni tak kuasa menahan air matanya. Ia terisak. Ingin sekali ia mengatakannya pada Andi, tapi ia tahu, kedatangan laki-laki itu adalah hal yang menyakitkan bagi dirinya.

"Apakah kau hamil?"

Murni terperangah mendengar kalimat yang keluar dari mulut Andi. Ia menarik tangannya dari genggaman Andi lalu menutup wajahnya. Ia tak kuasa lagi membendung air matanya.

"Aku sudah siap dengan surat perceraian itu." kata Murni lirih setelah ia sedikit bisa menguasai dirinya.

"Surat perceraian?"
"Bukankah mas Andi datang kemari untuk menceraikan saya?"

Andi menarik tangan Murni dalam genggamannya. Murni terkejut tapi ia membiarkan hal itu.

"Maafkan aku karena aku telah menyakitimu selama ini. Malam itu aku benar-benar khilaf. Banyak sekali beban dalam pikiranku. Pekerjaan di kantor, rapat sana sini, belum lagi masalah dengan Sandra. Akhirnya aku dan teman-teman keluar untuk minum-minum sekedar melupakan semuanya. Dan dalam keadaan mabuk, kau memapahku ke kamar dan aku telah melakukan hal yang seharusnya tidak aku lakukan kepamu.
"Tapi aku malah melanggar komitmenku sendiri. Malam itu aku mengumpat dirimu, marah-marah, dan aku juga tidak sadar dengan apa yang telah aku ucapkan padamu."

Andi mendesah. Tangannya semakin erat menggenggam tangan Murni. Air mata Murni kembali berjatuhan membasahi pipinya. Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.

"Murni...maukah kau pulang bersamaku? Aku tidak sanggup lagi berjauhan denganmu karena aku mulai mencintaimu, aku..."

Andi tersenyum bahagia manakala Murni memeluk dirinya erat. Ia tahu wanita itu juga mencintainya. Wanita yang masih sah sebagai istrinya.

Tanpa mereka sadari, dari balik pintu dapur, dua pasang mata menitikkan air mata bahagia.

***



















6 komentar:

Nike Free said...

Red Bottom Shoes Red Bottom Heels christian louboutin sale christian louboutin shoes christian louboutin outlet louboutin sale fitflops fitflop sale fitflops clearance fitflops on sale fitflops sale fitflop usa fitflop outlet fitflops discount fitflop uk michael kors outlet online sale michael kors outlet michael kors outlet online michael kors 2015 michael kors outlet michael kors outlet stores michael kors outlet online sale michael kors outlet michael kors outlet online michael kors 2015 michael kors outlet

Minko Chen said...

fitflop sale
ralph lauren outlet
ralph lauren polo
polo shirts
nfl jerseys
mlb jerseys
snapbacks wholesale
rolex watches,rolex,watches for men,watches for women,omega watches,replica watches,rolex watches for sale,rolex replica,rolex watch,cartier watches,rolex submariner,fake rolex,rolex replica watches,replica rolex
tiffany and co
pandora outlet
thomas sabo outlet
herve leger dresses
longchamp handbags
links of london jewellery
swarovski crystal
air force 1 shoes
lacoste shirts
soccer jerseys wholesale
mcm backpack
air max shoes
1027minko

Junda Xu said...

20160324 junda
michael kors purses
canada goose outlet
mizuno running shoes
fitflops
toms shoes
valentino shoes on sale
coach purses
cheap jordans
michael kors bags
coach outlet
toms outlet
burberry outlet online
polo ralph lauren outlet
pandora jewelry
kate spade outlet online
nike air max uk
toms wedges
michael kors outlet
true religion jeans
lacoste shoes
oakley sunglasses
calvin klein underwear
longchamp
calvin klein outlet
canada goose outlet
new balance outlet
michael kors outlet online
coach factory outlet
burberry outlet
puma shoes
michael kors bags
christian louboutin uk
coach factory outlet
vans sk8 hi
christian louboutin outlet
ralph lauren outlet
true religion outlet
toms outlet
cartier love bracelet
ecco shoes

LCc 03 said...

longchamp
fitflops clearance
longchamp outlet
michael jordan shoes
hermes belt
adidas stan smith
yeezy boost 350 v2
adidas tubular
adidas superstar
michael kors outlet

raybanoutlet001 said...

longchamp le pliage
new york jets jerseys
steelers jerseys
abercrombie and fitch
ray bans
omega watches
michael kors outlet
michael kors outlet
saints jerseys
reebok outlet

GIL BERT said...

michael kors handbags outlet
replica watches
fitflops sale
buffalo bills jerseys
louboutin shoes
nike air max 90
toms outlet
pandora outlet
ugg outlet
michael kors handbags wholesale

Post a Comment