Breaking News

25 January, 2012

High Altitude Experiences


Pengalaman pertama saya mencicipi naik pesawat adalah penerbangan Semarang-Jakarta dengan Business Class. Waktu itu saya dan suami pergi menengok mertua di Semarang. Bukannya mau gaya-gayaan milih Business Class, tapi gara-gara kehabisan tiket kelas ekonomi. Padahal besok pagi-nya kami berdua harus masuk kantor.
Sesaat setelah duduk, seorang pramugari yang cantik langsung membagikan segelas oren jus dingin. Berhubung belum haus, saya tidak langsung meminum jus itu. Buat nanti aja ah, siapa tahu nanti haus.
Tiba-tiba suami nyeletuk, “Diminum jus-nya, nanti kalau mau take-off, gelasnya diambil loh.” Haa… glek, glek, glek… Ogah rugi, dengan tiga teguk, jus itu langsung saya minum habis.
Kesempatan naik pesawat berikutnya, saya masuk kabin dengan PeDe. Sudah pengalaman nih. Saya berjalan mencari nomer  kursi 12, seperti yang tercantum dalam tiket. Nomer 9, 10, 11… 15, 16… loh kok???  Saya mundur lagi. Kursi nomer 16, 15, 11, 10… Iiih... asli nomer 12 nggak ada. Waduh gawat nih, buru-buru saya colek pramugari di depan saya. “Mbak-mbak kursi nomer 12 mana ya? Kok nggak ada?”
 Sesaat pramugari itu melihat tiket di tangan saya. “Oh, silakan duduk di mana saja, Bu,” jawabnya santai.
Oalaahh… untung pesawat saat itu nggak penuh. Kalau penuh mungkin saya harus duduk di kloset atau jangan-jangan dipangku sama pilotnya (hehehe becanda ding).






0 komentar:

Post a Comment