Breaking News

26 January, 2012

Hidup adalah Belajar


Catatan kecil perjalanan hati yang kesekian. Semoga bermanfaat:))

Kejarlah ilmu hingga ke negeri Cina.

Pepatah itu menginspirasi hidupku.

Menjadi seorang pengajar bukan berarti aku tidak belajar. Aku justru banyak belajar. Belajar hal hal baru dari para siswaku dan dari sekelilingku.

Dari cerita Rivaldo, seorang pegawai kejaksaan tinggi.

“ Hari ini saya menangani berkas pembunuhan, Miss. Seorang gadis  yang sudah 3 bulan hilang dan ternyata dibakar  oleh pacarnya sendiri.”
“ Dan kasus kedua adalah Lapas narkoba  yang sekarang sudah overload   Miss. Entah mau diletakkan dimana lagi jika ada yang masuk.”

 Mengkhawatirkan! Pelajaran yang kudapat adalah untuk lebih memperhatikan pergaulan anak anakku kelak.

Dari cerita Dwinda Maharani Zen, mahasiswa sekolah mode ESMOD di Jakarta. Mantan sekolah designer terkenal Oscar Lawalatta.

For the last project, setiap mahasiswa harus merancang Fashion Show miss. Dimana kita harus menyiapkan lima buah up to date outfit, membuat catalog, serta mendesign catwalk yang akan dipakai. Kalau kita sudah terkenal seperti designer Anie Avante, kita bisa menjual satu potong  wedding kebaya seharga 75 juta rupiah loh.”

Wow! Mahal ya? Tapi aku jadi tahu banyak tentang perancang perancang terkenal seperti La Fan dan Valentino yang berasal dari Paris dan istilah istilah dunia fashion.

Dari Pak Handoko,  seorang Manager data Bank BI.

“ Jadi miss Dewi, seluruh bank harus melaporkan datanya kepada BI. Itu berarti mereka harus selalu update data. Kalau tidak, maka akan ada punishment untuk Bank yang bersangkutan.”

Aku mempelajari sistem perbankan beserta istilahnya. Hal yang menakjubkan adalah ketika aku mempelajari sistem sekuriti di Bank BI yang mirip sekali dengan film Terminator dimana setiap 5 meter pintu dilengkapi dengan akses alarm dan kartu berpassword.

Dari Pak Arif, seorang Manager PP ( Pembangunan Perumahan)

“ Projek kita tahun ini adalah pembangunan irigasi untuk wilayah Palembang. Tapi tender ini dibuka untuk investor asing juga. Nilai plus jika tender ini dipegang oleh kita adalah biaya operasional yang lebih ringan karena tidak perlu import.”

Aku mempelajari sistem pembuatan sebuah projek besar yang ada di negeri ini. Hebat!

Dari Mr. Theo Chong, seorang ahli syaraf dari Australia.

“ Anak autis yang terus menerus diberi Ritalin tidak akan menunjukkan kesembuhan. Akan jauh lebih efektif jika melakukan terapi menggunakan metode  EEG dan HEG.”

Aku melihat dan belajar penanganan anak autis yang lebih efektif.

Sudah cukupkah aku belajar? BIG NO!
Aku masih ingin terus belajar.

Dan yang terhebat saat ini adalah bahwa  aku tengah berproses untuk belajar banyak hal dari para anggota IIDN.  Belajar merangkai ilmu dalam indahnya kehangatan persahabatan. Indahnya canda mesra yang terjalin sesama anggota. Indahnya support yang selalu diberikan dalam setiap cerita baru. Serta  merasakan aura positif yang selalu terpancar setiap kali berada ditengah tengah para sahabat yang diterjemahkan lewat tulisan.

Hidup adalah Belajar.

Belajarlah dalam segala hal. Untuk terus  memberi manfaat bagi sesama…..







0 komentar:

Post a Comment