Breaking News

30 January, 2012

HATI MENTARI


 
Ketika hati mengurung diri karena rasa keterbatasan yang dimiliki, sekejap kemudian mentari menghilang…. Beratus-ratus tanya hati pada dirinya apakah gerangan yang terjadi, adakah sesuatu terjadi hingga mentari enggan tersenyum padaku?

Hati mencoba mengurai hari-hari sebelum mentari mendadak murung dan enggan melihat kembali, hari-hari sebelumnya adalah indah. Mentari selalu datang menyapa atau hanya sekedar tersenyum, yang membuat hati hangat dan berseri…

Sepanjang hati tahu, mentari selalu ada disana, meski kadang tiada terlihat tapi hangat dan kehadirannya dapat terasa oleh hati…. Hari-hari yang dilalui hati menjadi lengkap dengan kehadiran mentari, hanya dengan melihatnya ada, hanya dengan menatap dari jauh keberadaan mentari membuat suasana hati berbeda…. Segala tingkah laku mentari yang terkadang tersenyum, kadang menyapa, kadang hanya terlihat, kadang menghilang, kadang membakar dengan kehangatan, selalu membuat hati ingin selalu berada di dekatnya…. Memang mentari tidak pernah mengucapkan sepatah kata tapi dari pancaran sinarnya hati sudah mengetahui bahwa mentari adalah hangat…

Seperti dipenuhi bunga nan indah berwarna-warni penuh wangi kala hati mengingat itu semua, senyuman mentari yang datang di kala hati gundah kembali dapat menyejukkan, ingin rasanya hati berbincang dengan mentari tentang awan, tentang udara, dan tentang hal-hal yang hati belum mengetahui yang berada di sekitar mentari, ingin hati menanyakan apakah mentari selalu sendiri menjalani hari-hari, apakah mentari bahagia dengan hidupnya, adakah mentari merasakan kesepian di kala malam menggantikan tugasnya…. Yang paling penting dari itu semua adalah maukah mentari berteman dengan hati, menjalani hari-hari yang indah bersama, berbagi rasa berdua…?

Masih tersisa halusnya getaran-getaran yang terasa di hati saat bertatapan dengan hangatnya mentari, masih tertinggal senyuman yang indah di dasar hati. Belum ada suatu kesempatan agar hati dapat berbincang dengan mentari yang bersinar begitu indahnya di langit biru, ada keinginan yang besar agar mentari menengoknya walaupun sekejap tapi akan sangat berarti bagi hati yang mulai mengharapkan kehangatan mentari selalu.

“Oh, adakah dia dapat merasakan apa yang sedang aku rasakan ini, adakah sama keinginan yang ada dengan yang keinginannya…? Bilakah tiba waktu pertemuan yang dapat membuatku lebih mengenalnya? Tanya hati pada dirinya sendiri.

Pada suatu hari yang tampaknya biasa-biasa saja, angin yang tenang masih berhembus, awan yang putih masih tetap berjalan perlahan seiring langkah sang bayu. Burung-burung yang cantik menyanyi lagu yang biasa mereka nyanyikan, daun-daun tetap bertualang mencari jalan baru dengan bantuan angin. Muncul satu kesempatan yang telah lama dinanti hati, hari dimana hati dapat melihat mentari dengan bebas, dengan segala kemudahan yang diharapkan hati sadar bahwa mentarilah yang sedang menjadi lawan bicaranya sekarang…

Serasa melayang hati menuju awan yang baru diketahuinya saat berbincang dengan mentari, serasa angin bertiup pelan mengayun-ayun hati, bagaikan tidak perlu bernapas hati saat sadar bahwa mentari dapat direngkuhnya…
Tapi sayang, bagaikan mimpi yang tidak berlangsung lama, cerita indah inipun harus berakhir karena mentari selalu menjadi mentari yang harus menyinari dunia, mentari kembali berotasi meninggalkan hati yang masih ingin berbagi, masih ingin bertanya tentang burung-burung, tentang daun yang tertiup menuju mentari, tentang kahyangan…. Tapi mentari dengan angkuhnya pergi  namun tetap meninggalkan senyuman untuk hati…

Kecewa hati sekaligus sedih, apakah karena karena mentari tidak menyukai hati, apakah mentari menjadi benci pada hati setelah itu??? Beribu pertanyaan bercampur aduk dengan kebahagiaan karena cerita singkat tersebut…. Setelah hati sadar yang ada adalah rasa malu pada mentari karena sudah terpaksa menemani hati untuk mengisi hari, keesokan harinya hati tidak dapat menutupi rasa malu pada mentari yang tetap memberikan senyuman hangatnya….
Kini hati mengurung diri, yang diikuti menghilangnya mentari pada hari-harinya…. Muncul pertanyaan dalam hati apakah karena cerita singkat kemarin yang membuat mentari enggan muncul? Meskipun hadir namun tiada lagi senyuman hangat, hilang sinar dari mentari, tiada lagi tatapan yang menyejukkan…. Bahkan sekarang ini, mentari enggan menengok hati. Hilang bunga-bunga yang indah berwarna-warni di hati, punah seluruh getaran yang ada, pupuslah harapan untuk dapat berbagi hari bersama…. Hati terus bertanya,bertanya, dan bertanya pada malam, pada bulan, pada bintang, pada awan, pada burung, hingga pada daun yang terbang oleh angin menuju mentari… tiada satupun yang mampu menjawab, hanya angin yang nakal mendesir perlahan…

______Hastie  ______

0 komentar:

Post a Comment