Breaking News

24 January, 2012

Hasbunallohuwani’mal wakil



Hasbunallohuwani’mal  wakil
Alarm hp anakku berbunyi  alarm pertama aku menggeliat membuka mata , gesek gesek rasa kantuk mesih menggodaku dan membuat matakku tertutup lagi , selang beberapa menit alarm berbunyi  lagi seakan memberi tanda bahwa orang yang dituju belum terbangun begitupun aku sejenak membukakan matanya namun aku belum dapat mrngalahkan namanya syetan kantuk yah begitulah hingga alarm ketiga kalinya baru aku teringat untuk belanja hari ini belum punya, aku terbangun merayap keluar kamar kemudian duduk diatas meja  kupandangi jam, jarum jam pendek diposisi angka 3 tidak kulihat jam panjangnya dimana, diluar susasana sepi orang mungkin masih menikmati tidurnya untuk seorang yang sedang gelap mata ataupun sebutlah mencuri cukuplah beraksi entah apa yang dilakukan aku tak tahu, barang kali pikirannya bagaimana mendapatkan uang untuk hari ini. Astagfirulloh aku tersentak pantas mereka demikian dan akupun  berdoa untuk seluruh keturunan sebagaimana doa yang di dawamkan oleh Nabi Ibrahim AS untuk anak cucuku supaya terhindar dari hal hal yang dilarang agama. Setelah berdoa kulihat dimeja tegeletak ada uanng recehan 500 rupiah warna kuning  ,  500 rupiah logam putih 1000 rupiah logam putih baru dan seribu rupiah uang kertas. Kuhituing jumlahnya 3000 rupiah. Allhamdulillah cukuplah untuk beli tempe untuk sarapan. Nanti agak  siangan ngambil dulu kewarung untuk lauk makan siang karena kalau pagi buta sekali harus ngambil dulu tanpa di bayar katanya tabu dan akupun malu masa ibunya pegawai negeri anaknya dokter dan notaris bapaknya bekerja di perusahan swasta yah begitulah adanya realita hidup bagaimana memanagemen keuangannya kacau. Memang sih rizki ada uang ada, di orang lain yang belum bayar usaha kreditan, atau yang janji bayar pinjaman belum juga membayar, tapi bagi tidak menjadi stress Allah lah yang maha mangatur sehigga aku tidak larut memikirkan besok pagi belum punya uang minta ke anak malu sering tapi yang kalau tidak ada yak terpaksa minta lagi ke anak.







0 komentar:

Post a Comment