Breaking News

25 January, 2012

Every kid is special

”Orang tua biasanya melarang anak bergaul dan menyuruhnya belajar terus di rumah. Tindakan ini salah. Anak bisa menjadi tertekan,” ( kutipan kalimat psikolog Tika Bisono dalam seminar Jurus Jitu Mengembangkan Potensi Anak ).

Kecerdasan intelegensi tidaklah cukup bisa menjamin karier masa depan anak jika tak diimbangi dengan kecerdasan emosi dan spiritual. Anak selain tidak bisa bersosialisasi juga kurang bisa mengendalikan emosinya bila menghadapi masalah. .

Pribadi yang sehat adalah pribadi dengan kecerdasan emosi yang optimal. Kecerdasan emosi tidak diperoleh secara instan melainkan sebuah proses yang terjadi selama masa tumbuh dan kembang anak. Anak yang tidak diberi ruang untuk berkembang secara emosi dapat tumbuh menjadi pribadi yang sulit. Hal tersebut dapat terbawa terus hingga memasuki masa dewasanya. Pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan fisik yang harmonis menjadi cikal bakal pribadi anak yang sehat yang sangat dibutuhkan saat mereka tumbuh dewasa nanti.

Para ahli sepakat bahwa ada aspek lain selain aspek kecerdasan intelegensia atau logika yang berpengaruh dalam menentukan keberhasilan seseorang di lingkungan sosial. 
Kecerdasan Emosi di dalam Multiple Inteligensia masuk kedalam kecerdasan Interpersonal dan kecerdasan Intrapersonal, dua kecerdasan ini sangatlah penting karena sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Kecerdasan yang lebih tinggi lagi diatas dua kecerdasan ini adalah kecerdasan spiritual. Kalau dua kecerdasan sebelumnya akan memberikan kesuksesan diri pribadi maka kecerdasan Spiritual akan membawa seseorang untuk memberikan kesuksesan bagi orang lain.

 Kecerdasan intrapersonal secara luas diartikan sebagai kecerdasan yang dimiliki individu untuk mampu memahami dirinya. Sedangkan, dalam arti sempit ialah kemampuan anak mengenal dan mengindentifikasi emosi, juga keinginannya. Selain itu anak juga mampu memikirkan tindakan yang sebaiknya dilakukan dan memotivasi dirinya sendiri. Anak dengan karakter ini mampu mengintropeksi dirinya dan memperbaiki kekurangannya. Setiap anak dianugerahi kecerdasan ini, namun kadarnya berbeda-beda.

Tiga tipe pola pengasuhan anak untuk mengembangkan kecerdasan intrapersonalnya adalah
 Authoritarian, orang tua yang bersikap otoriter, tidak memberi anak kebebasan dan memaksa anak agar memenuhi tuntutan orang tua.
Permissive, orang tua yang mengalah pada keinginan anak, sangat membebaskan anak walaupun seorang anak belum dapat membuat keputusan dengan tepat dan membiarkan kesalahan anak.
Authoritative, orang tua yang menentukan dengan jelas konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil, tidak mengekang anak secara berlebihan juga tidak membebaskannya, tetapi terus memberi perhatian pada anak dan berusaha membentuk anak yang mandiri.

Tipe orangtua seperti apakah kita? Sudahkah kita menjadi yang terbaik bagi anak anak kita? Mereka adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga sebaik baiknya. Every kid is special…








0 komentar:

Post a Comment