Breaking News

31 January, 2012

Elegi Seorang NURUL F HUDA

Dua pekan lalu, kau masih sempat kirimkan buku terbarumu: HINGGA DETAK JANTUNG BERHENTI... buku otobiografimu.
Kau selipkan sedikit tulisan: untuk mbakku mining, life is beautiful.

Ah, kau pernah bercerita, buku terakhirmu itu lahir justru terinspirasi dengan note-noteku di FB yang banyak menceritakan pengalaman sehari-hari. Terutama karena kau tersentuh dengan noteku: Rindu Hingga Ujung Waktu, yang kutulis saat belum lama aku kehilangan putri kecilku yang berpulang.

Lalu, saat kubuka lembar2 bukumu itu, terlonjak kaget diriku. Karena dua kali kau sebutkan namaku dengan jelas di situ, tanpa menggunakan nama samaran, dan cerita tentang apa yang telah kulakukan padamu, dulu.

Saat aku sedikit protes via sms (karena aku tahu kau sudah sulit untuk bersuara, pekan lalu. Jadi kuatir kau akan memaksakan diri bersuara), "Deeek, kok namaku ditulis lengkap tooo? Waduuh, isin aku!"
Dengan santai kau jawab sms ku, "Lha mosok mau kusingkat MA. Nanti dikira terdakwa lho mbak. Hehe. Wes to, pokoknya mbak banyak mempengaruhi jalan hidupku. Anak tomboy ini gak akan berubah haluan jadi akhwat tanpa sentuhanmu, mbaaak"

Aku tersenyum2 sekaligus haru dengan kelakarmu.


Lalu, berita tentang sakitmu makin mengkhawatirkan. Duuuh, seandainya saja aku bisa ke Jogja dan menemani dalam sakitmu :(
Masih kuingat dengan jelas, Maret lalu, waktu aku berkesempatan tugas ke Jogja, agenda utamaku salah satunya adalah menyempatkan menjengukmu. Melihatmu yang kurus kering waktu itu, dengan batuk yang hampir tidak pernah berhenti, sungguh tak tega. Tapi.... sedikitpun kau tak mengeluh.
Saat pulang, kupeluk tubuh kurusmu. Kau sangat tabah adikku...

Makin miris hatiku, saat beberapa hari kemudian, teman kita (kakak kelasmu), dek ikoh bercerita, saat dia kuminta untuk datang menjengukmu lagi, karena kalian sama2 di Jogja.. Aku memang mengandalkan dek ikoh setiap aku merasa khawatir dengan kondisimu. Ah, apa yang bisa kulakukan dari Jakarta? Paling sekedar sms sekedar menghiburmu, atau mengumpulkan dana yang tak seberapa.

Waktu itu, kau katakan pada dek Ikoh: sudah sangat rindu untuk dipeluk orang dewasa. sudah sangat lama...
Subhanallah... sungguh aku terharu. Kau ingin selalu tampak tegar selama ini, hingga kami pun alpa menyadari, kau tetaplah perempuan, yang (sekali-kali) ingin dimanja, dipeluk, dan disayang. Kau mungkin lelah harus menjadi perisai kuat bagi 2 buah hatimu, dalam kondisi fisik yang makin menurun dan psikis yang mendapat cobaan luar biasa. Ikoh bercerita, lalu dia memelukmu lama dan berlinangan air mata karenanya, dengan tubuhmu yang makin kurus, makin kurus.....Hanya 32 kilo!

Aku (lagi-lagi) hanya bisa mengikuti perkembanganmu dari jauh, adikku.
Saat jumat kemarin kau dikabarkan masuk UGD RS Sardjito, kembali aku hanya bisa menelpon dek Ikoh: ”Tolong tengok dek nurul yaa”
(Maafkan aku dek ikoh, masih saja merasa kalian adek2 rohisku SMA yang manis2, yang bisa sering kumintai tolong).

Dan.. makin sedih saat dek Ahmad, adek rohis seangkatanmu, Selasa kemarin mengatakan bahaw penyakitmu sudah dalam 'tahap akhir', saat kau mulai tak sadarkan diri dan dilarikan ke ICU. Kata dia, ”Nurul sudah tidak sadar penuh dan mungkin juga sudah tak mengenaliku waktu kujenguk tadi, mbak”
Ya, aku percaya pada dek Ahmad, karena dia seorang dokter yg mengerti benar. Aku agak tegang menjawab, ”Tapi kita kan masih bisa ikhtiar dek, apapun..."
"Ya mbak, itu wajib bagi kita utk ikhtiar, tapi kondisinya sudah begitu. Paham kan maksudku? Tadi keluarganya sudah kita jelaskan dan minta mereka mempersiapkan mental”
"Oh, ya Rabbi. Kita berdoa yang terbaik untuk nurul aja ya dek" kataku sendu, pada dek Ahmad, di ujung telepon.

Pagi buta tadi, berita pedih itu kuterima. Kau menghadap-Nya. Innalillahi wainna ilaihi roojiun.

Selamat jalan mujahidahku, sungguh Allah telah menyusun mozaik yang sangat indah untuk berpulangmu. Semoga perjumpaan dengan-Nya menjadi penghujung dan hadiah terindah untukmu deeek, sebagai puncak kebahagiaanmu, setelah cobaan bertubi yang kau alami.
Selamat jalan adekku sayang, meski kau kini tiada, karya2mu tak akan pernah lekang, dan selalu menginspirasi banyak orang. Semoga ini menjadi amal jariyahmu yang tak akan terhapus oleh waktu.
Allahummagh firlaha warhamha wa’afihi wa’fuanha.....

~dedicated for my luvly lil sister: NURUL F. HUDA
Pamulang Kelabu, 18 May 2011