Breaking News

30 January, 2012

Cape deehhh....


Kulirik tubuh berdaster hijau muda yang asyik berselonjor di sofa ruang tamu itu.  Raut mukanya serius menatap monitor laptop di pangkuannya.  Jemarinya lincah bermain di tuts-tuts keyboard.  Sesekali ia menyenderkan badannya ke sandaran sofa sambil tangannya mencomot bilah demi bilah melon yang tadi kukupaskan untuknya.  Ya ampun! sudah hampir separuh melon dihabiskannya!
Rengekan Valdy, bocah lelaki berusia dua setengah tahun terdengar dari kamar depan.  Kutunggu komando perempuan daster hijau itu untukku,
"Miiiin......tengok adek tuh...."
Aku menggerutu dalam hati, aku kan sedang menyetrika? Kenapa bukan dia saja yang menengok Valdy di kamar.  Huh, bsa-bisa setrikaanku nggak rampung lagi siang ini.  Kalau numpuk, ngomel juga dia.  Mau nyetrika malam-malam juga nggak boleh, boros listrik!
"Miiiin......cepeten tengok, dong, kamu denger nggak sih?"
Dengan malas kuputar tombol setrika dan kuletakkan di atas alasnya.  Huh..huh..huh..
"Mbak Hermiiin....matikan aja, cabut aja kabel setrika itu.  Ntar kelupaan, lagi."
Usai mencabut kabel setrika, aku pun masuk ke kamar.  Valdy menangis melihatku datang.
"Nggak mau, nggak mau,....maunya mama!"rengeknya.
Kutepuk-tepuk pantatnya sambil membujuknya,"Mama kan pergi...."
"Bohong, bohong, kan mama main game!"
"Itu kan tadi? sekarang mama lagi pergi.  Udah, sama mBak Min aja, ya?"
Aku harus berusaha membujuk anak ini.  Kalau dia tak berhenti menangis, perempuan daster hijau bernama Bu Lyra itu bakalan ngomel-abis padaku.
Valdy pun diam sejenak, menatapku tak percaya.  Yah, memang aku sudah terlalu sering bohong padanya.  Aku diam sambil tetap menepuk-nepuk pantatnya.  Akhirnya bocah itu pun tertidur kembali sambil mengulum jempolnya yang gepeng.
Aku kembali mengurusi setrikaanku.  Memasang kabel lagi.  Butuh waktu beberapa menit untuk membuat setrika itu panas kembali.
Kulirik lagi Bu Lyra yang sedang ketawa-ketiwi sendiri di hadapan laptopnya.  Tangannya mengepal-ngepal ke atas, "Horee...hiyyaaa......!! Lolos!!"
Uh....sebel..sebel..sebel..
























0 komentar:

Post a Comment