Breaking News

30 January, 2012

dari eskalator ke kiri...


Jarak antara tempat kerjaku dan suami lumayan jauh. Saya bekerja di daerah Lebak Bulus dan suami bekerja di daerah Serpong. Suatu hari, senin tanggal 29 Maret 2010, saya kebagian piket hingga jam 17.30 WIB. Resikonya, saya sudah pasti ketinggalan bis jemputan yang sebenarnya bisa membawa saya hingga ke daerah Serpong, lebih dekat dengan tempat kerja suami. Alhamdulillah, suami berinisiatif untuk menjemput saya di kantor.
Sepulang kerja, suami langsung berangkat menjemputku. Beliau menempuh perjalanan kurang lebih satu jam. Karena saat itu masih jam 17.00 WIB, maka suamiku mampir ke Carrefour. Beliau mengabariku lewat sms, katanya kalau piket sudah selesai saya kirim sms ke suami dan beliau akan menjemput di kantor. Ternyata jadwal piket tidak sampai jam 17.30 WIB. Seperempat jam sebelumnya semua sudah selesai. Saya pun bersiap pulang dan tak lupa menelepon suami untuk memastikan keberadaannya. Ternyata beliau baru saja masuk ke tempat parkir Carrefour. Akhirnya saya pun menyusulnya ke sana.
Setibanya di sana, saya pun menelepon suami untuk mencari tahu dimana beliau menunggu saya.
“ Nunggu di mana, mas?” tanyaku.
“ Masuk aja, dari escalator langsung ke kiri” jawabnya.
Telepon ditutup dan saya bergegas masuk. Menurut perkiraan saya, karena suami harus memarkirkan motor berarti suami masuk dari pintu di dekat parkiran. Di depan pintu ada escalator yang menuju ke lantai dua. Jika dari escalator ke kiri, berarti di daerah foodcourt. Dengan penuh percaya diri saya menuju ke daerah foodcourt. Saya sempatkan berkeliling sejenak untuk mencari suami. Siapa tahu beliau duduk di salah satu bangku di sana. Tentunya saya bisa memberinya kejutan karena berhasil menemukannya.
Lama saya menunggu dan mencari tetapi tidak ketemu juga. Karena hari sudah hampir masuk waktu sholat maghrib, maka saya pun menelepon suami lagi.
“ Nunggu di mana sih mas? “ tanyaku.
“ Ya dari escalator ke kiri.” Jawabnya.
“Depan foodcourt?”
“Foodcourt? Ya tidak lah, di depan counter Air Asia.”
“Air Asia? Memangnya di lantai berapa?”
“ Ya… lantai dua kan. Carrefour kan ada di lantai dua.”
“ Masya Allah, saya kira di lantai satu. Tadi katanya dari escalator ke kiri. Itu kan foodcourt.”
“ Bukannya tadi janjian di depan Carrefour. Carrefour kan ada di lantai dua. Nah, dari escalator ke kiri, itu ya di depan counter Air Asia. Ya kan?”
Suamiku masih dengan argumennya. Akhirnya saya pun naik ke  lantai dua. Kulihat suamiku memang menunggu di depan counter Air Asia, arahnya dari escalator ke kiri depan Carrefour pastinya. Ternyata, meskipun judul gedungnya Carrefour, tetapi Carrefournya kan di lantai dua. Oalah…..memang seharusnya kalau berkomunikasi itu harus jelas supaya tidak beda persepsi. Duh suamiku……

0 komentar:

Post a Comment