Breaking News

30 January, 2012

Dan aku pun menangis


Tiba-tiba saja air mata menjalar dikedua belah pipiku, tak mampu ku bendung lagi.  Sampai seperti itu kah penderitaannya, kemiskinan yang melilit hidupnya membuat kesehariannya stragis itu, batinku.  "Mi... Umi nangis ya..." tiba-tiba Maghfira bungsuku yang berusia 3 tahun membuyarkan lamunanku.  "Umi nangis sama siapa...? Sama aku ya? Maafin aku ya?" Mata polos itu menatapku.  "Tidak sayang.... bukan sama Maghfira....".  Jawabku sambil mendudukannya dipangkuanku.  Maghfira memelukku erat-erat.  "Umi.... aku mau dodot.." katanya lagi.  Aku tersenyum, kupangku Maghfi dan kutinggalkan tulisan di layar komputer yang berjudul " Remah-remah untuk ibuku" yang  membuat air mata ini  menganak sungai di kedua belah pipiku.

Hehehe.... kejadian 10 menit yang lalu.  Terima kasih Mba Indari Mastuti, tulisannya menyentuh sekali.  :D

0 komentar:

Post a Comment