Breaking News

01 February, 2012

Count Your Blessings (Instead Of Sheeps)

 


            Tadi pagi kebetulan saya dapat kesempatan online buat surfing di internet,berhubung anak-anak sedang libur sekolah,semalam mereka tidur agak larut hingga pagi ini bangunnya pada kesiangan.Biasanya sih jam setengah enam pagi mereka sudah mulai bangun satu persatu (anak saya ada tiga).Kalau anak-anak dah pada bangun jangan harap deh bisa online dengan tenang,pasti ada saja yang tiba-tiba kepingin main game online,atau kepingin nonton dvd.. tapi mesti pake laptop...he..he..(ada-ada saja ya anak-anak)walaupun sudah tahu laptop sedang dipake oleh ibunya.
             Nah kegiatan internetan saya pagi tadi sebenarnya karena saya sedang mencari toko online yang menjual benang sulam dengan kualitas bagus. Sudah beberapa hari ini saya punya keinginan  meneruskan hobi lama yang terlupakan karena kesibukan di rumah,yaitu menyulam!
            Berhubung di pasar dekat rumah saya tidak dapat menemukan benang sulam dengan kualitas yang saya inginkan,akhirnya saya putuskan buat mencarinya di toko online.Mudah-mudahan saja ada. Nah,dari hasil pencarian dengan google itulah secara tidak sengaja saya sampai ke blognya seorang ibu rumah tangga yang juga punya toko online.
            Si ibu kreatif dan rajin sekali, blognya dipenuhi catatan kegiatannya sehari-hari yang dianggap menarik dan berguna buat orang lain. Hingga akhirnya bukan benang sulam lagi  yang menarik perhatian saya, melainkan satu postingan dari ibu itu yang menceritakan pengalamannya di satu ketika saat ia menderita insomnia.
             Berhubung ibu tersebut seorang non muslim,tentu ia mengambil pendekatan dari sudut pandang agamanya,satu ungkapannya yang mengesankan bagi saya adalah, ketika ia punya masalah yang menyebabkan ia stress, dan susah untuk tidur, ia menyadari, yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah masalah itu sendiri,tetapi  lebih pada masalah bagaimana ia memandang masalah yang sedang  dihadapinya (wah kog jadi mumet ya kedengarannya...he..he..).
            The problem is in the way you see the problem,not the problem itself...kira-kira begitulah bahasa orang sono nya. Nah ketika kita menghadapi suatu masalah dengan hati yang lapang,tentu berbeda suasananya dengan ketika kita menghadapi satu masalah dengan hati sumpek. Masalahnya adalah pada hati yang lapang dan sumpek itu. Hati yang lapang hanya ada pada orang yang selalu bersyukur,akan setiap rahmat dan rezeki yang terus menerus diberikan Allah SWT padanya (yang terkadang sering tidak kita sadari) . Sekali lagi berhubung beliau seorang non muslim,maka syair dari sebuah lagu natal dicantumkannya di blognya. Bagi saya tidak masalah jika itu sebuah lagu natal, yang penting kita bisa mengambil hikmah dari syairnya yang sederhana tapi cukup mengena,ini dia syair lagunya :

When I'm worried and I can't sleep
I count my blessings instead of sheeps
And I fall asleep counting my blessings

When my bankroll is getting small
I think of when I had none at all
And I fall asleep counting my blessings

I think about a nursery and I picture curly heads
And one by one I count them as they slumber in their beds
If you're worried and you can't sleep
Just count your blessings instead of sheeps

And you'll fall asleep counting your blessings,

(lagu :When I'm worried and I can't sleep,penyanyi : Bing Crosby)


Insya Allah kita termasuk ke dalam golongan orang-orang  yang selalu bersyukur...Amien ya rabbal alamin.






Cibubur, 23 Juni 2011.

0 komentar:

Post a Comment