Breaking News

26 January, 2012

Cinta...Oh...Cinta ( chapter 3 )


Keesokan harinya Ririn duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya sehabis mandi pagi, sedang Hasan sudah berpakaian rapi hendak berangkat kantor.
" Rin... apa pendapat kamu ? Kenapa dari semalam kamu diam saja ? " ucap Hasan menyentakkan Ririn
" Aku harus bilang apa ? Apa yang Ayah harapkan dari Aku ? Apakah Ayah ingin aku loncat - loncat kegirangan setelah mendengar Ayah akan menikah lagi dengan seorang perempuan yang mencuri suamiku ? " Ririn mulai menemukan kekuatannya. Perlawanannya timbul.
" Jangan bicara begitu , Masa kamu pakai istilah ' Mencuri ' ? " ucap Hasan
" Lho , apa namanya ? Permpuan itu diam - diam datang, curhat ini itu ke Ayah, lalu Ayah bersimpati dan tanpa sadar mulai berniat menikahi dia ?
Sudah berbulan - bulan bukan ? Tanpa aku sadari sama sekali....bukankah itu ' Mencuri ' namanya ? " jawab Ririn
" Tapi aku akan tetap bersama kamu dan anak - anak. Aku mencintai kamu dan anak - anak " bujuk Hasan
" Ya Alloh...inikah cara seorang suami yang sayang istri dan anak - anaknya ?? " tak sadarkah apa yang dia lakukan beberapa bulan ini telah melukai hati dan perasaan orang - orang yang dicintainya itu, mengapa dengan teganya dia menyediakan dirinya untuk " di curi " oleh perempuan yang bernama Lusi.
Hasan semakin tampak gelisah. Dia dekati Ririn kemudian dia genggam kedua jemari istrinya itu dan berkata " Aku tahu kamu pasti akan sedih, tapi janganlah bersedih...Aku tetap menyayangi kamu, Tidak ada yang bisa menggantikan kamu dihatiku karena kau adalah ibu dari anak - anakku...tapi aku benar - benar sudah memikirkan ini baik - baik...aku akan menikahi Lusi, bukankah Islam mengizinkan seorang suami memiliki istri sampai dengan empat, bukan ????"
Ririn merasa lunglai...seperti mimpi dia mulai bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati tempat tidur, dia sandarkan tubuhnya di atas tempat tidur itu .
" Sudah memikirkan ini baik - baik ? Sudah berapa lama, Yah ? tanya Ririn
" Sekitar 6 minggu belakangan ini " jawab Hasan
" Dan selama 4 bulan ayah berhubungan dengan dia , sejauh apa, Yah ? Apa saja yang kalian lakukan ?
" Apa maksud kamu ? " Hasan mulai menaikkan suaranya.
" Apa kamu fikir ...aku ini berzina ?  Aku masih punya Iman ...Demi Alloh ...Aku tak seperti yang kamu fikir...tak mungkin sejauh itu, justru aku ingin menikahi Lusi karena takut tergoda berzina ! " timpal Hasan
" Tapi selama ini Ayah sering bertemu dia' kan ? dimulai dengan chatting,sms an, telponan kemudian ketemuan dan jalan - jalan bersama ? naik mobil berduaan ? duduk berduaan di cafe atau ke Mall, berpegangan tangan kan ? " seru Ririn.
Hasan terdiam
Air mata Ririn tumpah saat itu juga , dia telungkup sambil memeluk guling yang ada di tempat tidurnya itu. Hasan tertegun, kemudian dia beranjak meninggalkan kamar sesudah didengarnya Ririn menangis terisak -isak. Terdengar suara deru mesin mobil Hasan menjauh dari halaman rumah mereka.
Terbayang didalam benaknya, 4 bulan belakangan ini kedekatan suaminya dengan perempuan yang bernama Lusi, hari - hari dimana mereka bermesraan dan saling menyatakan cinta.Tanpa dia sadari selama itu pula hati Hasan sudah berpindah kepada perempuan itu. Tak lama terdengar anak - anaknya menangis memanggil - manggil dirinya. Ririn bangkit, dengan kesadaran bahwa didepannya  ada hari - hari panjang yang harus dilaluinya dengan penuh air mata dan pertanyaan demi pertanyaan yang mungkin entah kapan akan terjawab.











0 komentar:

Post a Comment