Breaking News

25 January, 2012

Cinta...Oh...Cinta... ( chapter 2 )


Rin....ijinkan aku menikahi Lusi ". Ucap Hasan suaminya. Bagai petir disiang bolong Ririn mendengarnya. Betapa tidak, bagi  sebagian perempuan bila mendengar kalimat ini terucap dari bibir suami yang sekian lama menjadi sandaran hati sekaligus sahabat sependeritaan,pasti sangatlah menyakitkan.Dunia seolah berubah ,bergerak slow motion,sementara penginderaannya seakan berubah menjadi alat penangkap pesan yang berkekuatan tinggi.Suara rengek si bungsu Putri seakan jeritan keras orang yang ketakutan.Dia memandang seperti orang bodoh kepada lelaki yang telah menjadi tempatnya berbakti dan mencurahkan cintanya  selama kurang lebih  8 tahun.
"Aku harap kamu ridha.Aku sudah memikirkan hal ini sungguh - sungguh. Aku ingin menikahi lusi dalam waktu dekat ini,"  ucap Hasan seakan mempertegas keinginannya dan  tahu pertanyaan apa yang ada dipikiran istrinya itu. Lama sekali Ririn terdiam, ucapan suaminya  yang terakhir itu sekan membuatnya  semakin membisu.Dia pandangi  Foto pernikahan yang terbingkai indah di dinding kamarnya  di sampingnya tergantung pula Foto ketiga anak hasil pernikahan mereka ...betapa senyum ketiganya seolah memberi kekuatan tuk menemukan kembali suaranya. 
" Kenapa ? " bisiknya parau.
" Apa ? "  Hasan tersentak. " Kenapa ? Kenapa tiba - tiba ? "  ujar Ririn lirih. Hasan  nampak agak salah tingkah.
" Emm..sebenernya tidak mendadak. Sudah beberapa minggu  ini aku  memikirkannya. Kamu tahu Lusi 'kan ? Temanku di Facebook,kita sering chat dan saling curhat .Beberapa bulan yang lalu kita ketemuan.Dia seorang janda dengan satu orang putri.Suaminya memang brengsek.sering menyakiti Lusi...." suara Hasan  mulai berapi - api.
" Oh, please...." bisik suara Ririn dengan sinis . " Kok seperti kisah - kisah sinetron yang pernah aku tonton? ".
Ririn tidak pernah menduga  bahwa Hasan mampu berselingkuh dibelakangnya dan itu telah berlangsung beberapa minggu atau
 bahkan bulan tanpa ia sadari. Pasti Lusi memulai pertemanannya dengan Hasan itu dengan menjadikan Hasan itu tempat "CURHAT". Hasan tentulah jatuh kasihan mendengar kisah sedih perempuan itu, lalu bersimpati,lalu.....Jatuh Cinta.
Malam kian larut. Mereka berdua seperti dua gunung es yang membeku dan  terbawa dengan pikirannya masing - masing . Tanpa terasa air mata Ririn tumpah membasahi bantal tempat ia merebahkan kepalanya,pikirannya galau,sedih,resah dan bercampur amarah dan kemudian dia berbisik dalam hatinya " Innalillaahi wa inna ilaihi raji'un." Sambil berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu.Saat percikan air wudhu itu membasahi mukanya ia merasa ada sedikit ketenangan di dalam dirinya.
Dalam sujudnya ia mencurahkan segala isi hatinya kepada kekasih sejatinya yaitu Allah SWT, sambil terisak -  isak  ia memohon pada Rabb nya agar diberi kekuatan tuk melalui semua ini dan dibukakan jalan  agar dia dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.
Ririn masih terus bertafakkur di atas sajadahnya,kemudian dia alihkan pandangannya ke ranjang tempat mereka  tertidur dan menghabiskan malam berdu'a. Dipandangi wajah suaminya yang sedang tertidur pulas. Ya..Alloh tidak ada sedikitpun rasa penyesalan dan bersalah....Hasan bisa tertidur dengan pulas setelah apa yang dia ucapkan kepada istrinya tadi. Ririn bangkit dan berjalan ke luar kamar , dia menghampiri kamar ketiga anaknya yang sedang tertidur pulas,ia pandangi wajah ketiga anaknya  kemudian dia ciumi kening satu persatu buah hatinya itu. Timbul kekuatan di dalam dirinya saat melihat wajah polos mereka ketika tertidur. Ririn berbisik dalam hatinya " Aku harus kuat demi mereka ".