Breaking News

26 January, 2012

Cinta...Oh... Cinta ( chapter 1 )


Cinta...memang indah di awal.....semua begitu sempurna...dunia terasa milik berdu'a....tetapi terkadang apa yang kita bayangkan tidak sesuai dengan harapan...semua telah ada yang menggariskan dan mengatur...kita hanya bisa pasrah dan berdo'a agar diberi kekuatan tuk melewati semuanya...tak tahu kah dia bahwa cinta ini tulus padanya...tidak melihat pangkat,jabatan,materi ataupun kt orang jawa bilang bibit,bebet dan bobot,aku bisa menerima semua kekurangannya,karena aku yakin Allah telah memilihkan dia untukku karena dia yang bisa melengkapi hidupku dan memyempurnakan Ibadahku....tapi apa yang kudapat?????? hinaan,cacian,penghianatan,pukulan.. ( segera Ririn menyudahi tulisan di  laptopnya itu ,karena dia mendengar suara ibunya memanggil - manggil dirinya )
" ya...bu... sebentar " jawabnya. Ririn  berdiri dan berjalan keluar menghampiri ibuku "ada apa bu???" tanya Ririn. Ibunya  hanya menatap dan Ririn  bisa melihat raut muka Ibunya  yang tampak miris melihat wajah putri satu - satunya yang paling  dia  sayangi dan andalkan babak belur dipukul oleh orang yang dia cintai dan sayangi dan telah memberinya 3 orang anak yang manis dan lucu - lucu.
Digenggamnya  tangan ibunya itu kemudian dia ciumi ...tak terasa air mata disudut matanya  menetes tatkala ibunya  mengelus - mengelus  rambutnya  sambil berkata " sabar...ya....Rin..." lirih ibunya dengan suara berat dan terbata2....Ririn  tak bisa membendung air matanya yang   deras membasahi tangan ibunya ,  Ririn  semakin erat menggengan tangan ibunya itu. Ingin rasanya Ririn menceritakan semua apa yg selama ini dialami dan rasakan agar terasa ringan beban yang dia tanggung ,tapi dia  tak sanggup,dia  tak bisa membebani ibunya itu  dengan segala keluh kesah yang Dia alami karena akan memperparah penyakit jantung yang telah mengerogotinya 2 tahun ini.
Ririn  berusaha menjawab sambil lirih " ya...bu...do'akan Ririn ya...semoga diberi kekuatan..Ririn sayang ibu"   ucap Ririn
Ibu itu  kemudian memeluk erat anaknya  seakan tau apa yang dialami oleh anak perempuan satu - satunya itu seraya berkata
" Sebenarnya ibu tak rela melihat kamu diperlakukan seperti ini, ibu dan ayahmu pun belum pernah berani memukul kamu bahkan senakal apapun kamu dulu, karena kami berdua sangat menyayangi kamu....ibu yang salah ....ibu telah membiarkan kamu menderita...ibu yang salah..." lirih ibunya .
Ririn  berusaha menenangkan hati ibunya  sambil berkata" Tidak bu...bukan ibu yang salah...aku mencintai  Hasan suamiku ...Allah yang telah mempersatukan kami dengan janji suci pernikahan...hanya dia yang bisa mendampingi hidupku dan menjadi imam dalam hidupku...Ririn yakin semua adalah kehendak-Nya,sudah menjadi garisan takdirku,ini semua hanyalah cobaan...Ririn terima...karena ada ibu dan anak2 yang bisa menjadi semangat dan sumber kekuatan Ririn" jawab Ririn  dengan terbata2," tolong do'akan ririn ya bu ! " ucapnya lagi . " pasti... sayang " jawab ibunya
" Jangan pernah tinggalkan sholat malammu,dan perbanyaklah dzikir,curhatlah dan memohon pada Allah...insya Allah pasti ada jalannya...ibu juga takkan pernah berhenti  memohon kepada Allah disetiap sujud tuk kebaikan dan kebahagian keluargamu " tambahnya lagi. " terima kasih bu" ucap Ririn.
Tak lama berkumandanglah Adzan Magrib,  mereka berdua  segera mensudahi tangisnya dan pergi ke kamar mandi untuk berwudhu. Ibu dan anaknya itu terlihat  sholat berjama'ah bersama, sesudah selesai sholat  keduanya bertafakkur dan larut dalam do'anya masing - masing kemudian Ririn terisak - isak di dalam sujudnya.
Ririn adalah seorang anak yang lahir dari keluarga yang cukup berada, Dia mempunyai seorang adik laki - laki yang masih duduk di bangku kuliah. Ayahnya telah meninggal dunia 2 tahun yang lalu dikarenakan penyakit Liver yang menyerangnya, Dewi  ibunya adalah  seorang pensiunan PNS dan dulu bekerja di sebuah instansi pemerintahan.





0 komentar:

Post a Comment