Breaking News

30 January, 2012

[Cerita Pendek]: Hari Ini, Dua Tahun Yang Lalu


Hari ini dua tahun yang lalu, aku terpaku di bangkuku. Ben, suamiku berusaha tenang, namun, aku tahu, ia sama cemasnya dengan aku. Ia duduk, kemudian berdiri, kemudian duduk lagi. Sebentar-sebentar mengusap kepalanya.
Aku sendiri hanya bisa membis. Detik-detik di depanku sungguh tak bisa kuduga, akankah aku gembira, atau (sekali lagi) tertampar kecewa. Detik-detik di depanku sungguh bukan milikku… Aku mengerang dalam hati, mengharap waktu terbang pergi, dan bukan berhenti pada detik yang ini…

Sekian tahun menikah dengan Ben, kami tidak kunjung dikaruniai momongan. Dua-tiga tahun pertama, aku masih menghibur diri, bahwa suatu saat aku akan hamil dan memiliki anak. Tahun ke-lima, kami belum juga berputus asa. Kami tetap berharap. Dalam khayalanku setiap hari bisa saja jadi hari kehamilanku.
Kawan-kawan satu persatu mulai memiliki momongan, bahkan ada yang sampai tiga orang! Aku iri melihat mereka dengan anak-anak mereka. Hatiku sakit setiap kali mereka bercerita tentang anak-anak mereka. Betapa lucunya anak-anak itu. Betapa aktifnya mereka. Betapa nakalnya. Betapa… Ah, aku hanya bisa menggigit bibir, merasakan perih yang pelan-pelan merajamku. Mengapa Tuhan? Mengapa satu saja sulit buatku… Terkadang aku menangis, dan marah pada Tuhan.
Dan, kuakui, kekuatanku justru dari Ben,suamiku. Ia seolah tak peduli, apakah aku hamil atau tidak. Wajahnya selalu ceria dan tenang, seolah-olah ia tidak mempermasalahkannya. Padahal, aku tahu betul, hasratnya untuk memiliki seorang anak begitu besar. Pada tahun-tahun awal perkawinan kami, Ben sering bercerita: “kalau anak kita laki-laki, aku mau ia diberi nama… aku ingin mengajaknya memancing… aku mau ajari sepak bola…” dan segudang khayalannya sebagai ayah.  
Kuakui, aku pun sering berkhayal punya anak. Anakku perempuan, manis dan lucu. Akan kudandani baju warna-warni, yang semuanya matching dengan pita rambut dan sepatunya. Akan kuajari melukis, karena aku suka melukis…
Nyatanya, khayalan kami berdua pupus terlindas waktu. Aku tak kunjung hamil. Berbagai dokter sudah kukunjungi, bahkan sampai dokter dari luar negeri. Tidak hanya itu saja,  saran untuk menemui paranormal pun kami lakoni. Biarlah kami dianggap tak masuk akal. Kami ingin sekali menimang bayi.
Di tahun ke delapan, kami mulai mempertimbangkan saran dari orang tua dan teman-teman untuk mengangkat anak.  Kami mempelajari cara-cara mengadopsi anak. Kami berkonsultasi pada banyak orang tentang adopsi. Nyatanya, adopsi tidak semudah yang kami kira. Sama seperti suami atau istri, anak juga ternyata bergantung pada jodoh! Itu akhirnya jadi kesimpulanku.
Ada panti yang menawarkan seorang anak. Namun, di saat-saat terakhir, ternyata orang tua aslinya menarik kembali, entah dengan alasan apa. Di saat lain, aku tertarik pada seorang anak. Hanya selisih sebulan, ternyata sudah ada orang lain yang mengadopsinya…! Dan, seperti kehilangan pacar, aku terluka, aku merana… Berbulan-bulan aku menenangkan diriku dari kehilangan anak yang ingin kuadopsi.
Aku tak tahu, kenapa nasibku sial betul untuk urusan anak ini… Kenapa berat benar jalanku untuk memiliki anak.
Tambah lama, usia kami tentu bertambah. Aku semakin tidak yakin akan kemampuanku melahirkan dan mengasuh anak. Namun, rasanya aku sulit menghilangkan keinginanku untuk memiliki anak. Aku sering mendengar keluhan teman-teman tentang betapa beratnya punya anak, aah… andaikan aku boleh menggantikan mereka. Berapa sih beratnya mengasuh anak, dibandingkan dengan menanggung kekosongan dan rasa sakit yang kurasakan karena belum juga memiliki anak?
Tanggal empat belas Pebruari dua tahun yang lalu, tepat di hari Valentine, Ben mengajakku berlibur ke Eropa, tepatnya ke Roma. Di awal musim semi itu, kuingat udara Roma cukup hangat. Aku dan Ben malah tidak banyak jalan-jalan. Sebaliknya, kami malah banyak ngobrol. Setelah menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol, kami berdua akhirnya sampai pada kesepakatan: ya sudahlah, mungkin Tuhan memang belum mengizinkan kami untuk memiliki anak, baik anak biologis kami, maupun anak angkat. Mungkin bagi Tuhan, inilah yang terbaik buat kami. Aku ingat, kami berpelukan sangat erat, menyadari apa yang barusan kami perbincangkan adalah bagian yang paling menyakitkan dari perkawinan kami. Kesepakatan itu adalah kesepakatan yang paling berat yang harus kami lakukan. Tuhan tahu betapa robeknya hati kami… Tak tahan, air mataku menetes. Dan, kulihat, Ben juga tidak mampu menahan perasaannya. Matanya memerah…
Balik dari perjalanan singkat ke Eropa, kami kembali pada rutinitas masing-masing. Lalu, aku tidak ingat persisnya kapan,  aku dikabari oleh salah seorang kerabatku di Jogja, bahwa aplikasi kami untuk mengadopsi anak diterima. Aku sendiri sangat kaget, apalagi Ben! Terus terang, karena permohonan itu sudah lama sekali kami kirimkan, dan karena lama tidak ada tanggapan, akhirnya kami pun melupakan.
Setitik harapan di hati kami tumbuh kembali. Kami sudah sangat kapok dengan perasaan ini. Perasaan yang akan balik menikam asa kami. Ben dan aku terbang ke Jogja. Maksud kami hanya untuk menelaah saja, apakah berita itu benar, atau hanya sekedar harapan kosong. Tak disangka, sampai di Jogja, kami ditawari untuk mengurus legalitasnya, bila memang kami serius. Berkali-kali kami tanya, apakah kali ini tidak ada masalah dengan orang tua atau kerabat si bayi. Kami sungguh trauma dengan hal itu. Pihak panti asuhan tidak mau menyebutkan secara spesifik, tapi mereka menjamin keluarga tidak bisa campur tangan.
Serta merta Ben dan aku disibukkan dengan urusan si calon bayi kami ini. Kami mondar-mandir Banjarmasin – Jogja, melengkapi dokumen-dokumen yang diminta. Rasanya waktu berjalan cepat sekali waktu itu. Sampai akhirnya ditetapkan, tanggal dua puluh enam Pebruari kami boleh menjemput bayi kami…
Dan, di sinilah kami, menunggu dengan perasaan campur aduk. Cemas, senang, bingung, bangga, gelisah, haru, … just name it! Semuanya ada di pikiranku! Seperti kubilang: waktu seakan berhenti! Dan kebekuan itu benar-benar meluluhlantakkan hati kami. Kami hanya bisa menunggu, karena apa saja bisa terjadi…
Klak!! Kudengar gagang pintu diputar, pelan-pelan pintu putih di samping ruangan itu terbuka. Kepalaku serasa berputar, tapi aku bisa melihat siapa yang harus kulihat: malaikatku! Malaikat kecil kami!
Laudi Virgine Maria diserahkan pada kami. Detik-detik yang tak akan mungkin kami lupakan seumur hidup kami, ketika kami menyambut tubuhnya yang ringkih dan halus. Kehangatannya langsung menyerap ke tubuhku, memberiku semangat untuk menantang hidup di depanku… Entah terbawa oleh perasaanku, namun aku yakin, Lulu, begitu panggilan kami padanya, tersenyum waktu pertama kali ia diletakkan di pelukanku… Tuhan, aku luluh dalam kelegaan yang begitu dalam… Ketika kami sudah berpasrah, Engkau datang dengan rencanaMu yang berbeda…

Hari ini, dua tahun yang lalu, Lulu hadir dalam kehidupan kami. Setiap detiknya adalah mutiara yang terangkai dengan begitu indahnya. Bila kami ingat akan kehadirannya, kami sungguh hanya bisa tunduk, mengakui bahwa Tuhan yang kami percaya, tidak pernah meninggalkan kami. Hanya saja, ia punya cara yang berbeda dengan yang kami pikirkan.
***
Cerita rekaan, terinspirasi dari kisah seorang kawan.

Pekanbaru, 26 Pebruari 2011
Agnes Bemoe

6 komentar:

Lin Huang said...

caihuanglin20150513
coach outlet online
michael kors handbag
oakley sunglasses outlet
michael kors outlet online
toms outlet
oakley sunglasses
burberry outlet
kate spade handbags
cheap oakleys
true religion sale
rolex watches
ray ban sunglasses
kate spade bags
hollister clothing
true religion jeans
oakley sunglass
tory burch outlet online
michael kors
christian louboutin outlet
michael kors outlet online
pandora jewelry
mont blanc pens
chanel bags
gucci outlet
abercrombie outlet
pandora outlet
ralph lauren
nike air max
coach outlet store online
cheap oakley sunglasses
tory burch handbags
polo ralph lauren
hollister clothing store
true religion outlet
air max 95
tory burch shoes
gucci outlet online
gucci uk
toms shoes
kate spade outlet online

Qing Cai said...

true religion jeans
salomon shoes
air jordan 13
beats by dre
polo ralph lauren outlet
coach factory outlet
ray ban outlet
prada handbags
hollister
calvin klein underwear
chanel 2.55
kate spade outlet
converse shoes
ray ban sunglasses online
coach outlet
oakley sunglasses
hollister pas cher
salvatore ferragamo
adidas outlet
coach handbags
toms shoes
adidas shoes
swarovski crystal
ray ban sunglasses
tory burch sandals
thomas sabo uk
burberry outlet online
mont blanc pens
herve leger dresses
true religion sale
cai2015513

Shijun Lin said...

shijun 5.15
abercrombie fitch
hollister
adidas running shoes
white timberland boots
hollister outlet
true religion sale
cheap ray ban sunglasses
retro 11
michael kors outlet
coach outlet store online
ray ban sunglasses
jordan 11s
gucci
christian louboutin shoes
celine
michael kors
pandora rings
louis vuitton outlet
cheap ray bans
coach factorty outlet
jordan 11
michael kors uk
ralph lauren outlet
jordan shoes
michael kors outlet online sale
cheap oakley sunglasses
oakley sunglasses
michael kors handbags
hollister kids
christian louboutin shoes
kate spade totes
juicy couture handbags
michael kors outlet
hollister co
jordan shoes
air jordan 13
michael kors handbags
abercrombie kids
jordan retro 3
abercrombie and fitch

陈晓 said...

swarovski crystal

swarovski crystals

swarovski uk

north face outlet

north face jackets

the north face

north face outlet

north face outlet

thomas sabo uk

tiffany and co

tiffany jewelry

bebe clothing

harrods london

gucci shoes

polo ralph lauren outlet

Wei Chen said...

QF0805
the north face
nike huarache
atlanta falcons jersey
troy polamalu jersey,ben roethlisberger jersey,antonio brown jersey,heath miller jersey,jack lambert jersey,le'veon bell jersey,santonio holmes jersey,kevin greene jersey,rod woodson jersey
ahmad bradshaw jersey,josh mcnary jersey,andrew luck jersey,donte moncrief jersey,delano howell jersey,robert mathis jersey,andrew luck jersey,trent richardson jersey
washington redskins jerseys
christian louboutin shoes
football shirts
nike air max uk
michael kors handbags
derrick rose jersey
true religion sale
evening dresses outlet
coach outlet
michael kors outlet online
chris paul jersey
cheap football shirts
michael kors handbags,michael kors outlet,michael kors outlet online,michael kors,kors outlet,michael kors outlet online sale,michael kors handbags clearance,michael kors purses,michaelkors.com,michael kors bags,michael kors shoes,michaelkors,cheap michael kors
philadelphia eagles jerseys
nike store
cheap evening dresses
chicago blackhawks jersey
ralph lauren,ralph lauren uk,ralph lauren outlet,ralph lauren outlet online,polo ralph lauren outlet,ralph lauren polo
lance briggs jersey,martellus bennett jersey,jay cutler jersey,sylvester williams jersey

raybanoutlet001 said...

ugg outlet
replica rolex
nike store
nike roshe
michael kors outlet online
armani exchange outlet
michael kors handbags sale
armani exchange
ralph lauren outlet
cheap nike shoes

Post a Comment