Breaking News

27 January, 2012

Catatan Kekesalan Hati


by Rina Afiati on Saturday, June 18, 2011 at 8:37am

Kesel banget kemarin lihat berita, "Seorang anak umur 2 tahun yang sudah keranjingan merokok gara-gara terbiasa melihat kakeknya merokok."(???)
Helloooo!!..."gara-gara terbiasa melihat kakeknya merokok?"

Berikutnya dipaparkan bahwa si kakek suka menyimpan roroknya sembarangan sehingga si BATITA(2 tahun masih BATITA kan?) mulai mencoba-cobanya. Akhirnya Dinas Kesehatan setempat turun tangan(pastinya setelah diblow-up media), dan berencana memisahkan anak dari kakeknya.
Kakeknya berbicara, "Yah bagaimana baiknya saja, supaya cucu saya bisa sembuh..."

APA???
Itu gimana cara berpikirnya ya? si kakek menyimpan rokoknya sembarangan sampai si anak keranjingan(konon si BATITA ini sanggup merokok 1 bungkus sehari, apalagi kalau suasana hatinya sedang tidak baik alias marah-marah)...tapi kan untuk sampai tahap keranjingan ngga sehari atau dua hari. Ada proses mulai dari si anak pegang, bermain dengan rokok, mencoba mengisapnya, besoknya coba lagi dan lagi dan lagi...kira-kira berapa lama sampai anak keranjingan?(orang DinKes di berita bilang belum taraf kecanduan)
Tidak mungkin sehari dua hari, dimana kah orang dewasa di sekitar anak itu yang seharusnya melarang, lalu menyimpan rokok kakek jauh-jauh di tempat yang tidak terjangkau anak, lalu mengalihkan perhatian anak tsb.?

Lalu si anak BATITA ini merokok sampai satu bungkus? berarti ada yang memberikan atau membiarkan anak itu merokok sampai satu bungkus??? sungguh teganya teganya TEGAnya...
Dan si kakek dengan tenangnya bilang "gimana baiknya saja..." dan itu DinKes malah hanya memisahkannya dari kakeknya???
Apakah merokok tidak berbahaya buat si Kakek juga? jadi si Kakek dan orang dewasa lainnya oke-oke saja kalau merokok dan bebas merokok atau menyimpan rokoknya sembarangan????

Apakah tidak ada divisi EDUKASI MASYARAKAT di DinKes? 
Apa tidak lebih baik bila diberi penyuluhan kepada si kakek, keluarga anak tersebut, lingkungan sekitar anak tersebut apa bahaya merokok untuk anak, orang dewasa dan manula? Penyuluhan bahaya asap rokok sehingga sebaiknya jangan merokok di tempat umum apalagi dekat BATITA!
Tidak terpikirkah?

Sampai berapa lama anak itu akan dipisah dari kakeknya?
Apakah tidak ada orang dewasa lain yang merokok di lingkungan baru anak itu? 
Bilamana nanti si anak berkumpul lagi dengan kakeknya, apakah kakeknya akan menyimpan rokoknya baik-baik, di tempat tersembunyi dari sang cucu?
Bilamana nanti si anak marah-marah, dengan cara apa orang dewasa sekitarnya menghibur? dengan menuruti segala keinginan anak???
Apakah nanti DinKes akan 'turun tangan' lagi bila ada masalah baru?
Dan berapa biaya yang dikeluarkan DinKes untuk menangani kasus ini? akankah menjamin bocah tersebut kemudian 'imun' dari rokok?

Heuh!!! Rasa kesal ini tidak hilang juga...




1 komentar:

Jeffer Shen said...

But Dubuis’ dedication to meticulous craft finish in the rolex replica Geneva tradition meant the watches bore the famed Geneva Hallmark and levels of refinement rarely, if ever, seen on rolex replica outlandish sports watches. And the finishing standard of these SAW watches is undeniable. Machine replica watches uk beveled, polished, and texture-grained movements from mass manufacturers have lulled replica watches uk today's watch lovers into a false impression of what fine finish is. Compare something outwardly impressive like an Omega Cal. 8500 to the Lemania-based RD 57 in a 2005 Easy Diver, and the difference between the two is replica watches breathtaking. Rounded (not sheer) anglage, "black" polish, jewel countersinks with mirror sheens, and rolex replica uk immaculate swan’s neck regulators embody the best of the Geneva tradition.

Post a Comment