Breaking News

27 January, 2012

Catatan Iseng :D



Menjelang tengah malam, hari kamis yang dingin dan sunyi di salah satu rumah di kaki gunung Merapi. Para penghuninya satu-persatu sudah mulai tidur, meringkuk dibalik selimut tebal sejak selepas Isya. Kecuali aku yang masih bertahan ingin menyelesaikan buku yang sedang ku baca.

Teng...teng...teng...jam berbunyi 12 kali. Aku terdiam, merasa ada sesuatu yang aneh. Rasa dingin yang tak biasa, suasana sunyi yang semakin mencekam. Mendadak, aku di kejutkan dengan suara orang mengaji dari kamar bawah. Rasa takut berganti dengan rasa lega. Alhamdulillah....Rasa takut ku mulai hilang walau penasaran kenapa Uni (atau uda?) baru mulai mengaji pas tengah malam?

Akhirnya aku mengalah dengan kantukku dan memilih tidur diiringi dengan suara alunan ayat-ayat suci.

Subuh, setelah shalat dan berkumpul dengan penghuni rumah lainnya. Kutanyakan pada Uni sampai jam berapa ia mengaji tadi malam. Uni malah kaget. Katanya,"Uni sejak tidur baru terbangun lagi pas subuh". Ups, aku mulai tak nyaman.Kata Uni lagi,"Mungkin Uda yang mengaji". Baiklah, aku mulai nyaman lagi.

Uni pergi mandi, ketika Uda datang bergabung. Kutanyakan pertanyaan yang sama. Dan jawaban Uda,"Siapa yang mengaji? Uda tak tahu. Uni mungkin". Oooo...oooooo. Rasa tak nyaman itu muncul lagi. Apalagi ketika Uni yang selesai mandi dan tahu bahwa bukan Uda yang mengaji kemudian malah saling berbicara pelan.

Lalu kata Uni,"Iya Uda tu yang ngaji tadi malam. Uda lupa tu". Sayang, aku sudah terlanjur tak percaya dan bergidik ngeri.Karena ku ingat kembali, cerita Uni dan Uda waktu sebelumnya tentang 'penghuni' rumah gadang itu.

---------
Cerita 2

Liburan di Jogja dan numpang nginap di kos-an nya sepupu. Sudah di wanti-wanti sebelumnya kalau daerah kos-an itu termasuk 'zona hitam'. Cerita-cerita yang membuat bulu kuduk berdiri sudah seperti santapan harian penghuninya. Aku cukup gentar tapi mencoba tetap tenang.

Hari pertama,perasaan tak enak itu makin kuat. Entah mengapa, setiap kali aku menyisir belakang rambutku dengan posisi membungkuk dan mengurai rambutku ke depan, aku merasa tak nyaman di punggungku. Serasa ada seseorang yang berdiri di belakangku. Dingin...

Hari ke dua sekitar jam 8 pagi. Semua penghuni kos sibuk dengan aktivitas masing-masing. Aku bersiap mandi, menunggu antrian sambil berdiri di depan kamar mandi. Biar tidak di serobot tentunya. Dari tempatku berdiri, aku melihat teman sekamar adik sepupuku beranjak keluar dari kamar. Sepertinya ke kamar kos sebelah.

Hitungan 1-2 menit, si adik itu tahu-tahu sudah berdiri di sebelahku. Lha!
Katanya dia baru dari rumah induk. Lha lagi!
Yang ku lihat tadi itu siapa?!?!?!?!
 Sepertinya aku perlu memeriksakan lagi mataku, atau kalau perlu ganti kacamata.

------------------
Cerita 3

Padang, di salah satu rumah tanteku. Lagi-lagi malam Jumat yang dingin karena sehabis magrib hujan turun mengguyur. Rumah tante yang jauh dari tetangga lainnya terasa makin sepi karena lampu kebetulan juga mati.Dari sore aku merasa tak nyaman karena mencium wangi yang tak biasa dari kamar mandi di kamar tempat aku dan suamiku tidur. Bau harum yang tak enak.Tapi berusaha ku abaikan rasa itu.

Kami memilih cepat tidur. Jam 1 malam, suamiku mendadak terbangun. Aku yang kaget, juga ikut terbangun. Katanya, baru saja bermimpi ada orang yang menggangguku. Dia mencoba membantuku tapi keburu terbangun. Kutenangkan dia sambil bilang kalau aku baik-baik saja, dan kami kembali tidur.

Selang setengah jam, aku tersentak. Kurasakan benda dingin di pelipisku dekat sekali dengan mata. Aku terpekik dan langsung duduk. Suamiku ikut terbangun dan terlonjak kaget. Kusingkap selimut, dan ku lihat seekor lipan berukuran besar. Ku lemparkan selimut dengan  lipan itu diadalmnya ke lantai. Segala ayat suci yang kuingat kuucapkan. Sementara suamiku yang entah kenapa menjadi emosi, kemudian membunuh lipan itu. Katanya,'Ini sepertinya pertanda mimpiku tadi'.

Untung aku baik-baik saja.Tak bisa kubayangkan berapa besar bengkak yang akan kutanggung jika binatang itu sempat menggigitku. Atau yang lebih fatal lagi, menyerang mataku. Hiiiiiiii...
----------------------------