Breaking News

25 January, 2012

BABY SITTER : Jasamu Tiada Tara


Liburan kenaikan kelas lalu, saya menemani anak-anak berenang di kolam renang Citra Garden di kawasan perumahan elit di kota Bandar Lampung. Sekitar jam sepuluhan kami masuk arena kolam renang. Saat itu situasi sudah cukup ramai. Sementara anak-anak sudah nggak sabar, setelah mengganti pakaian, langsung mereka nyebur. Saya sendiri disibukan mencari tempat tunggu yang sekiranya nyaman, nggak panas. Maklum Lampung adalah kota yang terhitung panas, suhu pada saat itu berkisar antara 29 derajat celcius sampai 32 derajat celcius. Suhu yang cukup panas buat kami yang biasa tinggal di kota Bandung yang sejuk.

Setelah berkeliling mencari tempat duduk akhirnya saya menemukan sebuah tempat yang lumayan teduh, saya duduk sambil berbenah sementara anak-anak sudah menghilang dikeramaian kolam. Apa yang saya lakukan selama menunggu ini? Seperti biasa, mengeluarkan catatan kecil untuk tulis-menulis, dilanjut membaca buku yang saya bawa saat itu untuk menghilangkan kejenuhan.

Waktu terus berjalan, tak terasa jam sudah mendekati pukul dua belas, panas mentari pun tambah menyengat yang membuat mata terasa kantuk. Tak tahan menahan kantuk akhirnya saya pejamkan mata dengan posisi kepala telungkup di atas meja berbantalkan kedua tangan yang ditumpuk. Kurang-lebih setengah jam saya tertidur saat bangun saya lirik jam sudah hampir pukul satu.

Memandangi sekitar, sambil mengintip posisi anak-anak. Dari kejauhan terlihat dua orang ibu muda yang baru turun dari tangga, yang satu berkaca mata hitam berbaju merah menyala, yang satunya lagi bercelana pendek sambil menggendong bayi yang kira-kira tiga atau empat bulanan. 'Keren' itu yang terlintas di benak saya saat melihat kedua ibu muda itu. Di belakangnya berjalan dua orang baby sitter, yang satu membawa perlengkapan bayi lengkap dengan baby car-nya, yang satu lagi menggandeng tangan anak kecil kira-kira usia tiga tahunan. Berjalan ke arah tempat saya duduk dan menempati tempat duduk yang kosong di sebelah saya.



Rasa keingintahuan saya mulai muncul. Mata jahil saya mulai larak-lirik mengamati tingkah mereka. Sebetulnya tidak ada sesuatu yang aneh dari mereka, tingkah kedua ibu muda itu pun terasa biasa-biasa saja layaknya orang-orang yang biasa didampingi baby sitter, lalu si ibu mengalihkan anak yang digendongnya ke tangan baby sitter. Terjadilah percakapan diantara mereka, entah apa yang mereka bicarakan, namun ada sedikit yang saya tangkap, kata ibu yang memakai celana pendek: "Kalau ada apa-apa telepon saya". Tak lama dari itu kedua wanita itu pergi meninggalkan anak-anaknya dan baby sitter itu.


Kedua baby sitter itu mulai beraksi. Yang satu mendampingi balita yang agak besar nyemplung ke kolam, yang satunya mengajak bercanda si bayi sambil memberinya minuman dalam botol. Selesai minum si bayi ditidurkannya di atas meja. Anehnya bayi itu nggak rewel, sepertinya memang sudah biasa. Sambil bernyanyi si baby sitter mengganti diapersnya. Selesai mengganti diapers dia mengambil posisi duduk sambil menggendong si bayi dalam posisi telungkup di dadanya. Lalu dikeluarkannya handphone dari sakunya,  jemarinya mulai lincah memijit tuts-tuts HP. Mulailah dia bercakap-cakap dengan orang diseberang sana sambil sesekali tertawa.  Kedua kalinya yang bikin saya heran, si bayi itu nggak rewel malah tertidur dengan pulasnya.



Ada perasaan 'miris' dalam arti menyayangkan mengapa seorang ibu mempercayakan pengasuhan anaknya kepada orang lain, dalam hal ini jasa baby sitter. 'TULUS' satu kata yang takkan mungkin didapat dari pengasuhan tangan-tangan lain. Tapi, mungkin karena kesibukan si ibu sehingga waktu mereka sangat sedikit untuk mengurus buah hatinya atau mungkin juga mengurus balita adalah pekerjaan yang merepotkan untuk sebagian orang, atau bisa juga jasa baby sitter hanya diperlukan untuk hal-hal yang urgen saja. Ahh... apapun alasannya itu "Kasih sayang seorang ibu dalam mengurus anaknya tak akan bisa tergantikan oleh kasih sayang 'tangan-tangan' lain".


Namun pemandangan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa di negeri ini, sehingga saya berfikir tak ada gunanya antipatif terhadap sebagian orang yang memakai jasa baby sitter, mengambil hikmah positif dari mereka adalah sesuatu yang lebih baik. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang piawai mengurus anak balita semoga mereka bisa membantu menghantarkan generasi yang lebih baik. SEMOGA. 

Cimahi, 12 Agustus 2011
 By : Nancy 










0 komentar:

Post a Comment