Breaking News

01 February, 2012

ANAKKU PUN MEMINTA LAGI DAN LAGI

 
By Dhia Nisa  
       “Ma… bacakan lagi! Bacakan lagi!” seru Nisa sambil menyodorkan sebuah buku yang tadi malam sebelum tidur kubacakan untuknya dan Hanif, sulungku.
       “Baca apa cinta?” tanyaku pada Nisa. Aku memanggil bungsuku, 4 tahun, dengan sebutan cinta. Sedang kakaknya, 6 tahun, dengan sebutan sayang.
       “Monster di Perut Nana,” seru Nisa dengan mimik yang lucu.
       “Oh Nisa suka dengan cerita itu?” tanyaku ingin tahu. Ia mengangguk pasti.
       “Ayo bacakan Ma!” Hanif ikutan memintaku pagi ini. Dua lawan satu, aku menyerah deh, hehehe…
       Aku pun mulai membuka buku yang disodorkan Nisa. Cover bukunya berjudul Todi si Belalang Kerdil, karya RF. Dhonna, Dosen Bahasa Indonesia di FKIP Universitas Mulawarman, yang juga Koordinator Wilayah komunitas IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) Samarinda.
       Salah satu cerita yang digemari anak-anakku adalah kisah tentang Monster di Perut Nana. Iiihhh… serem! Moster itu datang dari mana ya? Koq bisa ada monster di perut Nana? Bisa tidak sih monsternya pergi dari perutnya? Bagaimana caranya? Semua tertuang dalam buku Todi si Belalang Kerdil dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak.
       Begitu juga dengan cerita-cerita lainnya, seperti kisah Tiga Keping Uang Emas (hal 11) yang sungguh menarik, dimana anak diajak untuk menentukan pilihan mana yang terpenting untuknya dan mana yang harus diabaikan. Ada juga cerita Sepatu Balet untuk Marina (hal 44) yang bercerita tentang keuletan kakak Marina mencari uang agar Marina bisa memenuhi impiannya menjadi seorang pebalet, serta kisah persahabatan yang sangat indah dengan ending yang menawan. Tak kalah serunya kisah tentang Todi Si Belalang Kerdil yang memiliki kekurangan fisik, namun mampu bangkit dan bisa memanfaatkan kekurangannya tersebut untuk membantu masyarakat sekitarnya pada saat yang sedang dibutuhkan.
       Menurut saya karya RF. Dhonna selalu saja memiliki ending yang lembut-meledak. Hal ini adalah ending yang spesial karena ending seperti ini mampu bergema dan membuat pembaca akan terus megingat ceritanya kembali. Seperti halnya cerita awal yang saya sampaikan tadi, tentang Ada Moster di Perut Nana.
       Disamping itu gaya bercerita RF. Dhonna yang memposisikan dirinya sebagai seorang anak, mulai dari cara pandang hingga perasaan mereka,  membuat seluruh cerita di dalam buku ini terasa hidup dan mudah sekali dicerna oleh anak-anak. Hal ini sudah saya buktikan sendiri, dimana anak saya menjadi betah dan ingin terus dibacakan kisah-kisah dalam buku Todi Si Belalang Kerdil.
       Di luar dari konteks isi cerita yang luar biasa dan penuh makna tersebut, penampilan gambar dalam buku ini terlampau sederhana. Pada saat pertama kali saya memandang buku tersebut, saya pikir ini adalah kumpulan cerita fabel. Hal ini didukung oleh penampilan gambar-gambar yang ada di dalam buku tersebut. Ternyata setelah dibaca cuma ada beberapa saja kisah yang bercerita tentang fabel.
       Namun secara keseluruhan buku Todi Si Belalang Kerdil ini memang layak untuk dibaca baik untuk orang tua sendiri sebagai bahan mendongeng untuk anak-anaknya, para pendidik untuk murid-muridnya ataupun bagi anak-anak sendiri. Bahasanya mengalir dan mudah sekali dipahami.
       Hingga kini Nisa anakku selalu meminta bacakan lagi dan lagi kisah-kisah dalam buku Todi ini, seakan tak mau berhenti. Dan inilah cerita yang selalu dinantinya sebelum tidur. *

RESENSI BUKU ALA DHIA NISA :)

Judul Buku        :    TODI SI BELALANG KERDIL
                            (Kumpulan Cerita Anak)
Penulis               :    RF. DHONNA
Penerbit             :    LEUTIKA
Tebal                 :    53 halaman
Harga                :    Rp 15.000,-
Peresensi           :    HAZIAH ANs (Pengelola RumahBaca AsmaNadia Samarinda)
                                                                                                        

0 komentar:

Post a Comment