Breaking News

24 January, 2012

AKU TIDAK LULUS (CATATAN DI HARI KELULUSAN)


Renungan di Hari Kelulusan

                                                Aku Tidak Lulus
Aku tidak lulus. Hah, lunglai semua seluruh tubuhku bagaimana ini. Kok, bisa aku tidak lulus. Napasku seakan tercekal di leher,  dadaku turun naik seperti orang sakit Asma. Mendadak aku seperti orang yang kena santet. Iya, kena sihir ketika membaca amplop putih yang dibagikan wali kelas, bertuliskan nama lengkapku dan tulisan TIDAK LULUS.Oh,ini pasti ada kesalahan.Tapi letaknya dimana.Aku mulai menebak.

Bagaimana mungkin aku tidak lulus. Tiga hari menjelang ujian ,aku telah merencanakan dengan teman-teman dengan matang semua strategi yang akan kami lakukan demi sukses ujian. Kami akan mengumpulkan uang untuk membeli soal, beruntung saat itu ada seseorang yang menawarkan kami soal. Kata dia, soalnya itu tercecer.Dari sumber yang terpercaya kami lantas membeli soal tersebut beserta kunci jawabannya.Ada sekitar lima model soal.Berikut kunci jawabannya.Harganya juga gak terlalu mahal, apalagi jika digabungin uangnya dari sumbangan teman-teman. Masih murah-lah! Entah kelas IPA,IPS atau Bahasa. Kalo tiap kelas aja ada 30 anak trus ada 3 kelas.Banyak kan! Lumayan deh! Kalau anak IPS lebih murah jatuhnya karena mereka jumlah kelasnya banyak.Namun kelas  yang sedikitpun jumlahnya cuma merogoh kocek paling tinggi lima puluh ribu rupiah.Ah,paling disisihkan dari uang jajan. Aku aja untuk membeli soal ini kena tiga puluh ribu. Ya, seribu seharilah.Murah bukan. Daripada belajar belum tentu bisa ngejawabnya nanti. Aku aja sempat ikut bimbel gitu, bayarnya mahal banget. Tau ada yang beginian, mending gak usah belajar dan les kale.Coba dari awal ya ada yang ngomongin kayak begini.

Tapi kenapa tetap AKU TIDAK LULUS, ini pasti human error. Aku sudah mengisi semua jawaban berdasarkan kunci yang sudah aku dapat sesuai dengan model soalnya.Ya, sesuai dengan sms yang dikirimkan operator. Aduh, apalagi yang keliru. Saat ujian itu kami semua membawa Hp, ya pengawas juga gak begitu ketat amat. Mereka sudah kami buat PW alias nyaman. Kami siapkan koran, majalah, tabloid setiap hari.Eh, lupa adalagi buat pengawas perempuan kami siapkan buku-bku katalog belanja gitu, biasanya kan kaum hawa suka banget ama yang namanya SHOPPING! Ini kami atur secara bergiliran menyiapkannya terutama koran harian. Setiap anak di kelas, kami bagi untuk tugas ini.Ujian kan cuma empat hari, ya bisa diatur itu.Oh, iya kami juga menyiapkan makanan yang enak-enak setiap hari. Kadang makanan yang berupa roti dan kue itupun bisa di bawa pulang sama pengawas kalo ada sisa .apalagi sih yang kurang.Semua itu kami lakukan untuk membuat sang pengawas terlena dan tidak sempat mengawasi gerak-gerik kami yang sibuk membuka sms. Itu pelayanan yang kami berikan di kelas, belum lagi servis yang diberikan panitia sekolah. Amboi lebih mewah dan berasa lagi dari yang kami siapkan. Ya, untuk mengunci mulut para pengawas. Eit, katanya memang hampir semua sekolah melakukan hal beginian. Jadi menurutku sah-sah saja kan! Tapi mengapa AKU TIDAK LULUS.

Padahal aku sudah menuliskan jawaban itu sesuai dengan petunjuk yang aku peroleh dari sms. Sialan, apakah si operator salah mengirimkan jawabannya kepadaku. Waduh, gimana nih, si operator bisa kutuntut.Padahal aku dan teman-teman sudah membayar jasanya.Hmmm, selama ujian berlangsung kami menyewa operator yang akan menjadi corong beredarnya jawaban sms ke teman-teman yang lain. Jenis soal ini kan ada lima model jadi kami menunjuk ada lima orang koordinator yang akan mengirimkan ke lima orang operator.Setelah sampai ke operator,baru jawaban tersebut diedarkan oleh si operator ke peserta ujian. Dua hari sebelumnya kami sudah mengumpulkan nomer hp kepada sang operator. Pulsa diapun sudah kami isi pul, ya sumbangan lagi gitu. Lagipula gak bakal habis kok, kan ada tuh kartu seluler yang memberikan bonus gratis sms.

Ah, tapi kenapa AKU TIDAK LULUS. Apa cara menulis di LJK atau identitas yang keliru. Wah, kalo soal itu jangan ditanya, aku kan orangnya teliti. Sebaiknya aku segera mencari si operator itu aku akan menuntut dia, kembalikan uangku selama empat hari ini. Banyak tuh dia dapat uang dari kami.

Sempat aku dengar bahwa ada diantara teman kami kemarin yang tidak ikut serta membayar dan ikut dalam permainan kami tetap lulus. Dan nilainya juga bagus.Ah, beruntunglah mereka.
 Kalaupun nanti bisa melanjutkan kuliah apalagi mengambil jurusan pendidikan. Akan menjadi guru seperti apa aku nanti. Apa akan tetap meminta muridku menjadi anak yang baik. Jangan curang dalam ujian.Aah, itu sama saja dengan orang munafik. Toh aku sudah melakukannya.Atau mungkin malah akan aku ajarkan trik ini kepada mereka, hahaha. Atau di dunia kerja akan menjadi seperti apa aku kalau semua sudah bisa dibeli. Jadi PNS-pun bisa dibeli. Naik jabatan beli. Kalo ada pelatihan , promosi jabatan,  sertifikasi kerja bisa lulus terus. Ya, semua bisa dengan cara membeli soal dan kecurangan. Lalu apa jadinya  anak dan keluargaku nanti. Makan uang haramkah mereka. Jangan salah jika mereka nanti menjadi generasi yang gagal, karena darah yang mengalir di tubuhnya dalah ilmu dan rejeki yang haram. Bla bla bla..... Ah, aku pusing.......!

Sore hari menjelang Magrib aku duduk diteras, memikirkan bagaimana nasibku. Kalo ini dosa, mengapa Tuhan hanya menghukum aku saja. Mengapa mereka tidak. Mengapa aku yang sudah bersusah payah  merencanakan ini semua, kok malah aku yang gak lulus. Dari dalam terdengar suara adzan kemudian terdengar suara ustad “segala sesuatu ini sangatlah mudah bagi Allah SWT.Tinggal bilang kun fayakun, maka semua akan terjadi” Sayup terdengar suara Ustad itu.Apa yang terjadi dalam kehidupan ini adalah untuk bekal kehidupan kita kelak di akhirat. Pilihan itu tergantung kita akan melakukan kebaikan atau kecurangan.Ingatlah bahwa Allah tak pernah tidur. Entah apalagi yang dikatakan Ustad tadi, aku sekarang terpengkur dalam dosa penyesalan yang panjang.......semua tak bisa kupikirkan, mendadak kepalaku berdenyut...berdenyut kian sakit...sakit. pandangaku gelap. Plis, jangan mati sekarang, aku belum bertobat Tuhan. Beri aku waktu. Aku kian pusing...sakit .sakit...gelap mencekam!



















0 komentar:

Post a Comment