Breaking News

27 January, 2012

Aku Tetap Merasa Aku Luar Biasa..Yeaahh..!!


Sebenarnya tidak pernah terlintas di benakku untuk menjadi ibu rumah tangga seperti sekarang.Aku ingat dulu awal lulus kuliah aku sangat bertekad akan menjadi wanita karier sejati. Sebagai sarjana teknik sipil perguruan tinggi swasta di Semarang, prestasi di bangku kuliah sangat lumayan lah..meski ga pinter-pinter banget tapi termasuk yang ‘disegani’ hehe..orang tua pun sangat ingin aku mewujudkan cita2 mereka,sebagai anak kedua dari empat bersaudara, mereka ingin anaknya ada minimal satu yg bisa kerja kantoran,hmm..memang keren sih..,
”mbok anakku ono sing berkalir (*berkarier-) ngono..(yg artinya kurang lebih ingin anakku ada yang berkarier gitu lo..)”begitu kata mamaku *beliau sering kesulitan melafalkan kata2 asing..sering lucu mendengarnya..hihi*. karena kakakku yang sudah beranak dua memilih berwirausaha toko pakaian,sedangkan adikku masih kecil-kecil saat itu,mungkin orangtuaku berharap aku bisa menjadi contoh untuk kedua adikku.
Sebenarnya aq pernah bekerja dua kali, pertama di perusahaan swasta nasional dan karierku lumayan bagus disana,aku sudah mendapatkan kepercayaan menangani hal-hal “special”yang  biasanya ditangani oleh orang-orang “istimewa” di tempat kerjaku,kemandirianku pun teruji,aku yang belum pernah tinggal terpisah dari orangtua saat itu harus tinggal di kost sampai akhirnya aku pindah ke sebuah rumah petak dengan tiga ruang sendirian,digaris bawahi sendirian karena aku orangnya asliii penakut..yeahh aku berubah menjadi wanita mandiri,,bangga banget deh..sampai kemudian aku menikah.
Kedua kali bekerja di perusahaan multi nasional, awal bekerja aku hamil muda tapi sayang kehamilan ku di vonis tidak berkembang minggu pertama bekerja aku harus dikuret, dan setelah dua hari istirahat, aku kembali bekerja. Aku sangat bersyukur dengan kondisi fisikku saat itu, saat hamil kedua aku masih bisa menjalani tugas menjaga stan pameran dari pagi sampai malam, working under pressure aku jalani sambil berusaha menekan emosi yang bisa berakibat buruk pada bayiku,karena berdebat hebat menjadi makanan sehari-hari waktu itu..dan jadi rajin istighfar mudah-mudahan anakku ga mirip sama orang yg bikin aku emosi..ih amit-amit jabang baby..hehe..
Masalah timbul ketika anakku lahir, karena tak kunjung mendapatkan pengasuh suamiku meminta kakak perempuannya yang belum memiliki keturunan untuk menjaga si kecil,aku pun meminta kakakku yang tinggal beberapa blok dari rumahku untuk mengawasi,bulan pertama semua berjalan lancar sampai kemudian bayiku demam, bekerja pun tak tenang. Pernah suatu ketika baru menginjakkan kaki di kantor eh harus pulang karena katanya si kecil demamnya semakin tinggi. Dan kakak iparku tidak bisa menanganinya dengan baik dan malah memilih untuk pulang kerumahnya. Disitulah aku mulai berpikir memang tidak ada yang bisa mencintai anak kita sebesar kita mencintainya.
Aku putuskan mengundurkan diri dari perusahaan yang sebenarnya berat sekali, kemudian dengan modal nekat aku membeli sebuah mesin jahit dan meminjam buku menjahit dari kakakku, dan terus menggali potensi diri. Ada dorongan di dalam hati bahwa aku belum mau menjadi ibu rumah tangga biasa. Setidaknya aku harus melakukan sesuatu untuk menghargai diri sendiri.
Sekarang anakku 1,5 th yang aktifnya luar biasa tetap dipegang pengasuh,tetapi sudut mataku selalu mengawasinya,menyiapkan makanan sehat setiap hari untuknya,bermain, dan mendidiknya. Aku menjalani rutinitas ibu rumah tangga seperti bangun pagi,menyiapkan bekal suami, dan memasak.Khusus memasak ini, sering mendapat kritikan dari suamiku yang kritis paling-paling aku cuma jawab “jangan liat bentuknya donk..yang penting rasanya..cewek cantik aja ga semuanya enak diajak ngobrol kok..” hahayy..dia cuma maklum dengan istrinya yang sulit dibantah.  Tidak hanya itu aku jg melakukan hal-hal yang dilakukan ibu-ibu gaul (hehe..) seperti browsing, chatting, fb an..dll di sela-sela aku menjahit baju. Sampai ketika malam tiba sambil menina bobokan anakku aku bilang “bobok donk sayang..mama mau internetan..”hahahaaa…
Dan ketika suamiku pulang dengan membawa sejuta masalah kantor di pikirannya, aku masih bisa dengan telaten mendengarkan dan kadang memberi solusi atau masukan yang mungkin belum terpikir olehnya. Dan wow..ini salah satu bagian yang menyenangkan, karena aku masih bisa mengamalkan ilmu yang aku punya,kami bisa mengobrol panjang lebar tentang hal ini. Aku yakin suamiku bangga punya istri cerdas seperti aku..*ih..jadi malu..*
So, aku masih muda,masih suka berdandan, masih punya banyak cita-cita,ingin punya butik yang memajang hasil karyaku sendiri,ingin kuliah lagi,ingin menjadi guru dan mendirikan sekolah sendiri untuk anak-anak kurang mampu,ingin mencari beasiswa sekolah di luar negeri, ingin usaha ini usaha itu..pepatah mengatakan bahwa bermimpi itu gratis jadi jangan pernah takut untuk bermimpi..agnes monica juga bilang “dream it believe it and make it true..”
Mungkin aku masih kalah dengan ibu-ibu lainnya,aku masih terus harus banyak belajar, but..aku tetap merasa aku smart, aku ibu yang hebat, dan istri yang luar biasa untuk suamiku..yeaaahh..





                                                     




Aku Narsis Abis karena ingin Eksis biar selalu Optimis walaupun tanpa Kumis.

0 komentar:

Post a Comment