Breaking News

01 February, 2012

Aku Mengerti




Kau tak perlu berkata cinta
Dengan bicara mu ku yahu kau cinta pada ku
Kau tak perlu berkata saying
Setiap gerik mu selalu untuk ku
Kau tak perlu berkata rindu
Dari tatapan mu yang lembut saja aku mengerti
Kau tak perlu berkata “Ibu bangga”
Dengan senyum tulus dan haru mu aku mengerti
Kau tak perlu berkata kecewa
Dengan sedihmu aku memahami
Kau tak perlu berkata sedih dengan desahmu aku menyadari

Ibu…
Tanpa kau berkata apapun
Aku bias memahamimu
Dari setiap gerak tubuh mu
Dari setiap tutur kata mu
Dari setiap olahan wajahmu

Bandar Lampung, 19 Desember 2007
*********************************************************************
Ibunda   

Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumumenangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu

Jangan sakiti hatinya, karena
Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu

0 komentar:

Post a Comment