Breaking News

05 December, 2012

Resensi "La Taias for Akhwat-Muslimat, Tersenyumlah!"




Judul                       : La Taias for Akhwat – Muslimat, Tersenyumlah!
Penulis                     : Honey Miftahuljannah
Penerbit                   : Penerbit Kalil (Imprint PT. Gramedia Pustaka Utama), Jakarta
Cetakan                   : 1, Jakarta 2012
Tebal                        : 192 Halaman
Harga Normal          : Rp 45.00,00
Harga Online           : Rp 40.500,00

Buku Bergenre non fiksi ini adalah kumpulan kisah penguat hati dengan cover bernuansa merah muda, putih, dan motif bunga-bunga. Buku ini bisa menjadi pilihan bacaan yang menawan bagi perempuan (akhwat). Ini adalah salah satu dari seri La Taias (Jangan Putus Asa). Kisah-kisah tentang perjalanan hidup yang seru, konyol, juga cinta yang menyentuh dalam buku ini terbagi dalam enam bab, yaitu ‘Ya, kamu Spesial!’, ‘Ketika Aku Berjilbab’, ‘Sampaikanlah Walaupun Satu Ayat,’ Cinta, Bertasbihlah!’, Girls, Please Don’t Cry’, ‘The Inspiring Women’. Para pembaca bisa mulai membaca dari bab mana saja. Di setiap kisahnya, penulis mengutip beberapa kata mutiara, pesan bermakna, hadits, penggalan kisah Rasulullah SAW. Beserta sahabatnya dan ayat Al-qur’an.
Salah satu kisah yang cukup menarik ada di Bab 2 “Ketika Aku Berjilbab” adalah Balada Si Jilbab Gaul. Pengalaman seseorang dalam kisah ini memberikan gambaran tentang makna jilbab masa kini. Banyak kita temui para akhwat berjilbab, namun terkesan masih mengundang perbuatan tak terpuji kaum Adam. Seorang ahwat berjilbab dengan pakaian yang biasa saja namun sesuai tuntunan agama, sementara akhwat lain lebih terlihat up-to-date dengan jilbabnya. Realita mode dan fashion jilbab di dalam masyarakat sekarang ini menjadi sebuah sorotan sekaligus renungan jika dikaitkan dengan kisah ini.

20 November, 2012

# 268 Tips Menulis


"Saya tak memilih kata yang tepat. Saya menyingkirkan kata yang salah pada saat-saat tertentu." (Robert Penn Warren)

# 267 Tips Menulis


“Bagaimana saya tahu.” Terkadang penulis yang putus asa mengatakan hal seperti atau “kata mana yang lebih tepat?” Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan itu sebenarnya hanya Anda sendiri yang tahu. Kata yang tepat adalah, sederhananya, yang diinginkan; kata yang diinginkan adalah kata yang paling mendekati kebenaran. Kebenaran untuk apa? Visi Anda dan tujuan Anda tentunya. (Sumber: grammar.about.com)

# 266 Tips Menulis


Ingatlah terus, ketika Anda memilih kata-kata dan merangkainya, dengarkan seperti apa kata-kata atau kalimat tersebut. Hal ini mungkin terdengar absurd: pembaca membaca dengan mata mereka, tapi dalam kenyataannya mereka “mendengar” apa yang mereka baca jauh dari yang Anda sadari. Maka, hal-hal seperti irama dan literasi vital dalam setiap kalimat. (Sumber: grammar.about.com)

# 265 Tips Menulis



Menemukan kata yang tepat memang bukanlah perkara mudah, maka bersabarlah. Termasuk, ketika Anda sedang merevisi dan belum juga menemukan kata yang tepat, teruslah mencari dan seleksilah kata-kata yang Anda miliki. Bersiaplah untuk memperbaiki apa yang sudah Anda tulis pada hari kemarin. Dan, lagi-lagi bersabarlah: luangkanlah waktu untuk menyeleksi kata-kata yang benar-benar dapat mentransfer pikiran Anda ke dalam pikiran pembaca. (Sumber: grammar.about.com)

# 264 Tips Menulis


Cek fakta Anda lagi dan lagi. Hal ini berlaku untuk semua nonfiksi.Cek fakta Anda berkali-kali. Mintalah seseorang untuk memeriksa apa yang sudah Anda tulis. Bahkan, kalau bisa jangan hanya seorang. Kesalahan boleh-boleh saja terjadi, tapi tak ada alasan untuk kecerobohan dalam hal pengecekan data. Aturan utama: jika ada yang meragukan, cek lagi dan lagi! (Sumber: bradsreader.com)

# 263 Tips Menulis


Satu hal yang juga berguna bagi tulisan Anda adalah dengan menjawab pertanyaan “mengapa”. Cara ini akan membuat tulisan Anda menjadi semakin jelas dan secara tidak langsung juga akan mendorong keprogresifan pembaca atau rasa penasaran pembaca. Jangan hanya menyebutkan fakta atau kenyataan, tapi beri tahu bahwa fakta itu penting dalam konteks artikel Anda (atau apa pun yang sedang Anda tulis). (Sumber: bradsreader.com)

# 262 Tips Menulis


Bingung hendak menulis apa? Cobalah membuat outline terlebih dahulu. Outline tak bertujuan untuk membuat hidup Anda menjadi sengsara atau menambah pekerjaan Anda, tapi justru membantu Anda untuk mengorganisasikan pikiran, ide, dan fakta dari tulisan yang ingin Anda buat. Hal yang menyenangkannya adalah outline itu bisa berisi hal-hal yang bersifat semendasar atau serumit apa pun yang Anda suka. (Sumber: bradsreader.com)

# 261 Tips Menulis


Biarkan ketertarikan Anda mengendalikan proses menulis Anda. Jika Anda menulis sesuatu yang tak datang dari hati, biasanya hasil tulisannya menjadi datar dan tak hidup.

# 260 Tips Menulis


Satu kunci sukses dalam menulis adalah dengarkanlah kritik-kritik yang datang dari orang lain.

# 259 Tips Menulis


Setelah memilih sebuah ide, Anda harus ingat dasar dari cerita pendek sebelum mulai menulis. Berikut langkah-langkahnya.
1. Perkenalan: perkenalkan karakter, setting, waktu, cuaca, dan lain sebagainya.
2. Peristiwa yang mengarah pada klimak
s.
3. Klimaks.
4. Aksi mulai menurun: cerita Anda mulai mengarah pada kesimpulan atau penutup.
5. Resolusi/pemecahan: sebuah ending yang memuaskan di mana konflik yang sebenarnya terpecahkan—atau bisa juga tidak! Jika anda mendapatkan ide untuk kesimpulan yang hebat, tuliskanlah. (Sumber: wikihow.com)

# 258 Tips Menulis


Tak ada yang dapat membantu Anda belajar bagaimana menulis cerita pendek yang bagus selain membaca cerita-cerita pendek yang bagus pula. Catat gayanya dan bagaimana penulis-penulis itu menggunakan keahlian mereka. (Sumber: wikihow.com)

# 257 Tips Menulis


Jika Anda belum memilih tujuan atau sasaran dari novel atau cerita Anda, lakukan sekarang juga. Buatlah daftar tujuan yang cocok dengan ide tulisan yang sedang Anda kerjakan. Lalu, pilihlah satu tujuan berangkat dari outline plot Anda. (Sumber: how-to-write-a-book-now.com)

# 256 Tips Menulis


Penulisan secara deskriptif atau seni menggambarkan sesuatu di benak pembaca, adalah salah satu teknik yang sangat kuat untuk menguasai penulisan, baik fiksi maupun nonfiksi. Kunci untuk membuat teknik ini berhasil—dan membuat tulisan Anda menjadi semakin memiliki kekuatan—adalah dengan spesialisasi.

06 November, 2012

# 255 Tips Menulis


10 tips penting dalam menulis.
1. Menulislah setiap hari.
2. Pastikan tulisan Anda efektif.
3. Jangan malas; lakukan yang terbaik agar tidak terdengar bodoh.
4. Fokuslah terus! Selingan adalah musuh dari semua karya seni yang hebat.
5. Berh
entilah mengkhawatirkan tentang menjadi penulis yang bagus, menulis sajalah.
6. Lupakan tentang popularitas, menulislah yang bermanfaat untuk ditulis.
7. Singkirkan kecenderungan Anda untuk menjadi sempurna.
8. Jangan menulis untuk diterbitkan.
9. Menulislah dengan pendirian.
10. Membaca.
(Sumber: goinswriter.com)

# 254 Tips Menulis


Sebelum Anda mulai menulis, tanyakan beberapa pertanyaan penting ini pada diri Anda:
- Mengapa saya ingin menulis?
- Untuk siapa saya menulis?
- Apa pesan yang ingin saya sampaikan?
- Sudahkah saya menemukan “suara” saya?
- Apa yang saya bersedia korbankan untuk tulisan saya ini?
- Apa yang membuat saya tidak akan menyerah?
(Sumber: goinswriter.com)

# 253 Tips Menulis


"Seorang penulis adalah penulis ketika ia mengatakan bahwa dirinya adalah penulis." (Steven Pressfield)

# 252 Tips Menulis


Salah satu alasan menulis dapat dilakukan dengan begitu cepat adalah karena saya tahu apa yang ingin saya katakan. Saya menghabiskan banyak waktu untuk berpikir, membuat catatan, berbincang dengan orang-orang, dan mengumpulkan cerita dan kasus-kasus tentang kebahagiaan di dunia kerja (tulisan yang dibuat bertemakan dunia kerja, Red.). Menulis yang dilakukan sembari menemukan apa yang ingin dikatakan dalam tulisan Anda akan memakan lebih banyak waktu. Jadi, temukan apa yang ingin ditulis terlebih dahulu. Bicarakan tema itu dengan beberapa orang. Lalu, tuliskanlah. (Sumber: positivesharing.com)

# 251 Tips Menulis


Tulislah outline. Outline memaksa Anda untuk melakukan dua hal. Pertama, hal itu menentukan struktur dari tulisan Anda (dan secara bersamaan juga pikiran Anda). Dalam hasil tulisan akhir Anda, outline akan menjaga struktur tulisan Anda secara eksplisit—bab dan subbab. Pengaturan eksplisit seperti itu, akan mempermudah para pembaca untuk mengikuti argumen Anda. Kedua, outline memaksa Anda untuk secara kritis mengevaluasi ide dan argumen mana yang adalah komponen penting dari analisis Anda dan mana yang tidak. (Sumber: sas.upenn.edu)

# 250 Tips Menulis


Satu paragraf, satu ide. Banyak orang menulis paragraf yang sangat panjang, yang berisi banyak ide dan hal yang ditonjolkan dalam beberapa halaman. Jangan melakukan hal ini. Satu paragraf harus terdiri dari satu ide. Biasanya dimulai dengan sebuah kalimat yang menjadi topik dan sisanya merupakan perluasan dari kalimat tersebut. Jika Anda ternyata sudah berpindah ke topik baru, mulailah dengan paragraf yang baru juga. (Sumber: sas.upenn.edu)

03 November, 2012

# 249 Tips Menulis


"Penulis profesional adalah amatir yang tak pernah menyerah." (Richard Bach)

# 248 Tips Menulis


Sudah sampai mana tulisan Anda? Untuk mendukung kalimat yang menjadi topik dalam sebuah paragraf, coba pertimbangkan beberapa cara berikut.
1. Tambahkan contoh-contoh.
2. Buatlah cerita yang mengilustrasi hal yang ingin Anda sampaikan.
3. Bicarakan tentang proses.
4. Bandingkan dan bedakan.
5. Gunakan analogi-analogi.
6. Bicarakan tentang sebab dan akibat.
7.Perjelas istilah-istilah yang Anda gunakan dalam kalimat yang menjadi topik. (Sumber: writing2.richmond.edu)

# 247 Tips Menulis


Dalam membuat paragraf, Anda juga harus menciptakan kalimat yang menjadi topik. Kalimat ini mengekspresikan poin utama dari paragraf tersebut. Anda dapat menciptakan kalimat topik tersebut dengan memikirkan detailnya atau contoh-contoh yang akan Anda diskusikan dalam paragraf tersebut. Apa yang menyatukan contoh-contoh tersebut? Apa kesamaan dari contoh-contoh tersebut? Carilah kesimpulannya dan tulislah “kesimpulannya” terlebih dulu. Jika itu membantu, mungkin bisa coba berpikir untuk menulis dari sesuatu yang umum ke hal-hal yang mendukung ketimbang dari contoh-contoh menuju ke kesimpulan. (Sumber: writing2.richmond.edu)

# 246 Tips Menulis


Bagaimana dengan tulisan Anda? Adakah yang sejak kemarin sedang sibuk mengulak-ulik paragraf? Jangan lupa sebuah paragraf haruslah jelas, bertalian secara logis, merupakan satu kesatuan, dan dikembangkan dengan baik. Paragraf harus menjadi satu kesatuan dengan poin utama dan semua kalimat dalam paragraf tersebut harus jelas terkait dengan poin itu. Ide utama dari paragraf utama tersebut haruslah didukung dengan informasi spesifik yang akan mengembangkan atau membicarakan ide utama dalam bentuk yang lebih detail. (Sumber: writing2.richmond.edu)

# 245 Tips Menulis


Bacalah buku anak dengan suara keras. Dengan cara ini Anda akan menemukan bahwa cerita-cerita Anda, terutama untuk anak dengan usia sangat muda, bagus jika disajikan dengan beritme. Membaca cerita bikinan Anda dengan keras juga akan memperlihatkan kepada Anda kata, istilah, atau kalimat yang mungkin belum pas. (Sumber: howtobooks.co.uk)

# 244 Tips Menulis


“Membaca, membaca, membaca! Membaca adalah hal yang paling penting saya lalukan selain menulis.”(Robert Cormier, penulis cerita anak)

# 243 Tips Menulis


Tak peduli apa pun yang sedang Anda kerjakan, proyek lain atau kegiatan lain yang mungkin tampaknya lebih menarik. Cobalah untuk menyelesaikan satu proyek terlebih dahulu sebelum memulai proyek yang lain dan berilah penghargaan pada diri Anda sendiri ketika Anda berhasil melewati sesuatu yang sulit atau tak menyenangkan. (Sumber: writingforward.com)

# 242 Tips Menulis


Terkadang Anda hanya sedang tak ingin menulis (atau juga melakukan sesuatu yang lain). Ada deadline yang sudah menunggu, tapi matahari terlalu bersinar cerah dan Anda merasa ingin menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan. Anda berjanji akan menyelesaikan bab ini hari ini tapi entah kenapa Anda memilih untuk tidur. Sebenarnya, semua hal itu memang tak ada dalam jadwal Anda, masalahnya kali ini Anda sedang merasa buntu: Anda hanya sedang merasa malas atau menjadi pemalas. Ada banyak penulis yang sering menggunakan alasan writer’s block sebagai alasan untuk menutupi kemalasan. Hal ini sebenarnya umum terjadi ketika penulis merasa buntu atau lelah, dan apa yang mereka butuhkan adalah istirahat sebentar atau sedikit motivasi. Carilah cara untuk meningkatkan energi Anda kembali (makanlah asupan yang sehat, makanan-makanan yang bernutrisi, dan berolahragalah) dan lihat lagi tujuan Anda untuk mendapatkan motivasi kembali. (Sumber: writingforward.com)

# 241 Tips Menulis


"Penulis yang baik tak hanya memiliki semangatnya sendiri, tetapi juga semangat teman-temannya." (Friedrich Nietszche)

29 October, 2012

# 240 Tips Menulis


"Tugas dari seorang penulis adalah tidak mengatakan apa yang kita semua bisa katakan, tapi apa yang tak bisa kita katakan." (Anais Nin)

# 239 Tips Menulis


“Saya selalu berpura-pura sedang duduk di hadapan orang (saat menulis). Saya menceritakan pada mereka sebuah cerita, dan saya tidak mau mereka berdiri sebelum saya menyelesaikan cerita saya.” (James Patterson)

# 238 Tips Menulis


Kecuali Anda menulis untuk alasan yang sangat pribadi, Anda harus memperhitungkan ketertarikan pembaca Anda. Tak ada gunanya menerbitkan tulisan yang tak berguna, tak menarik, apalagi keduanya. (Sumber: pickthebrain.com)

# 237 Tips Menulis


“Carilah subjek yang Anda sukai atau pedulikan dan menurut hati Anda juga sebaiknya dipedulikan oleh orang lain. Suatu kepedulian yang sungguh-sungguh, bukan permainan kata-kata Anda, yang akan menjadi bagian yang menarik dan menggoda dalam gaya menulis Anda. Saya bukannya menyarankan Anda untuk menulis novel—meskipun saya tak akan kecewa jika Anda menulis sebuah novel, isinya tentang apa yang benar-benar Anda pedulikan. Bisa saja Anda menulis sebuah surat kepada walikota tentang sebuah lobang di jalanan depan rumah Anda atau mungkin sebuah surat cinta untuk seorang gadis di sebelah rumah Anda.” (Kurt Vonnegut)

# 236 Tips Menulis


“Sesegera mungkinlah menulis draft. Sulit untuk mengetahui bentuk dari tulisan Anda sebelum Anda menulis draftnya…. Aturan dari penulis-penulis zaman dulu: milikilah keberanian untuk menulis dengan buruk.” (Joshua Wolf Shenk)

# 234 Tips Menulis


“Saya memaksakan diri saya untuk mulai menulis ketika saya sepenuhnya sedang kelelahan, ketika saya merasa batin saya setipis kartu remi, ketika tidak ada yang tampak bernilai dalam lima menit ke depan… dan entah bagaimana kegiatan menulis mengubah segalanya. Atau, muncul menjadi seperti itu.” (Joyce Carol Oates)

# 233 Tips Menulis


Mendiskusikannya dengan teman, kenalan, para ahli yang terkait, dan bahkan penulis yang lain juga penting jika Anda hendak menulis buku yang bernapaskan keagamaan. Lakukanlah hal ini terlebih dahulu sebelum Anda mengirimkan naskah Anda pada penerbit. Dengan cara ini Anda akan mendapatkan banyak masukan dan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang sifatnya mendasar.

# 232 Tips Menulis


Adakah yang terinspirasi untuk membuat buku bernapaskan keagamaan? Hal paling pertama yang harus dilakukan tentu saja adalah menentukan topik. Carilah topik yang benar-benar Anda kuasai. Sebisa mungkin kuasailah juga hal yang paling mendasar dan penting menyangkut topik tersebut hingga pembaca dapat memahami tulisan Anda seperti yang Anda inginkan.

# 231 Tips Menulis


Adakah yang masih berkutat dengan tulisan malam ini? Berilah karakter Anda tujuan dan gairah yang berbeda. Misalnya, tentang dua pria yang mencintai wanita yang sama, dua negara yang menginginkan sebuah daerah yang sama, atau dua remaja yang menginginkan posisi yang sama dalam tim cheerleader. Biarkan pertikaian terjadi, gunakan mereka untuk menyentuh setiap karakter yang ada dalam cerita. (Sumber: creativewritingsoftware101.com)

# 230 Tips Menulis


Mulailah cerita Anda sedekat mungkin dengan konflik utama cerita Anda. Tetapi, jangan terlalu cepat masuk ke konflik karena pembaca Anda akan merasa tersesat. Terlalu banyak kebingungan hanya akan membuat pembaca Anda malas untuk menghabiskan cerita Anda. (Sumber: creativewritingsoftware101.com)

# 229 Tips Menulis


Sedang bingung menciptakan konflik dalam tulisan fiksi Anda? Genre dari cerita Anda sangat menentukan tipe konflik yang pas. Dalam fiksi romantis misalnya, konflik biasanya terjadi seputar hubungan antarpasangan, dan sekitar hal itu. Pertanyaannya, apa genre tulisan fiksi Anda?

# 228 Tips Menulis


Bacalah sebanyak mungkin apa yang bisa Anda baca. Bahkan jika buku tersebut tidak terlalu menarik untuk Anda, cobalah untuk melihat mengapa tulisan tersebut idak menarik perhatian Anda. Buatlah catatan mengenai hal itu.

24 October, 2012

# 227 Tips Menulis


Hendak menulis apa hari ini? Adakah yang sedang berpikir untuk menulis sebuah naskah nonfiksi? Jangan lupa, sebuah naskah nonfiksi yang kreatif sangat tergantung pada penelitian, fakta, dan kredibilitas. Pendapat bisa saja disisipkan, dan sering tulisan tergantung pada ingatan dari penulisnya sendiri, isi dari tulisan tetap haruslah teruji dan merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan akurat dan harus diungkapkan dalam tulisan tersebut. (Sumber: writingforward.com)

# 226 Tips Menulis


Berapa karakter yang sudah Anda ciptakan hari ini untuk novel Anda? Semua karakter yang menarik biasanya memiliki kehendak yang kuat, kebutuhan, atau gairah. Mereka juga biasanya memiliki masalah yang harus diatasi. Meskipun tak jarang karakter-karakter tersebut mungkin tidak mengenali atau tidak sadar akan kebutuhan tersebut (dan memang banyak novel bercerita tentang orang yang menjadi kenal dirinya sendiri dengan lebih baik, misalnya bahwa mereka ternyata membutuhkan partner, dll). (Sumber: dailywritingtips.com)

# 225 Tips Menulis


Anda sedang menulis sebuah novel? Kesuksesan dari sebuah cerita tergantung dari karakter-karakternya. Anda pasti akan ingat karakter-karakter yang hidup dan berkesan dalam sebuah buku atau film, bahkan setelah beberapa lama Anda selesai membaca atau menontonnya. Bahkan, Anda mungkin masih bisa menyebutkan karakter-karakter kesukaan Anda dari buku-buku masa kecil Anda. Karakter yang hebat bisa mengimbangi plot yang lemah atau gaya menulis yang biasa-biasa saja—tapi jika pembaca tak berkesan dengan karakter Anda, dijamin mereka akan langsung menaruh karya Anda. Plot-plot yang berliku atau tulisan yang indah memang akan membuat pembaca tertarik, tapi tanpa karakter yang hidup, pembaca tak akan bertahan lama dengan novel Anda. (Sumber: dailywritingtips.com)

# 224 Tips Menulis


Sudah sampai mana tulisan motivasi Anda? Jangan lupa untuk menentukan metodologi apa yang akan Anda gunakan untuk tulisan Anda. Pendekatan yang paling sederhana adalah membuatnya menjadi 3 bagian dalam setiap bab. Bagian pertama menerangkan prinsip dari apa yang dikemukakan dalam bab tersebut dan mengapa hal itu penting atau relevan bagi pembaca. Bagian yang kedua mengilustrasikan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diaplikasikan daam dunia nyata. Bagian ini biasanya menggunakan contoh orang atau kejadian yang familier bagi pembaca. Bagian yang ketiga menyediakan pertanyaan atau kegiatan bagi pembaca untuk melakukan tes pada dirinya sendiri terkait apa yang mereka baca atau pelajari dalam dua bagian sebelumnya. (Sumber: ehow.com)

# 223 Tips Menulis


Adakah yang sedang membuat buku tentang motivasi? Jangan lupa untuk mengidentifikasi target demografis dari buku Anda. Misalnya, target Anda adalah orang-orang yang ingin belajar tentang bagaimana mengembangkan talenta artistik mereka, menjadi lebih aktif dalam komunitasnya, kembali bekerja setelah membesarkan anak, atau berada dalam hubungan yang lebih sehat dengan pasangan mereka atau dengan rekan kerja mereka. (Sumber: ehow.com)

# 222 Tips Menulis


Sebuah cerita pendek yang efektif harus dapat menjangkau rentang waktu yang sangat singkat. Misalnya, dapat berupa satu kejadian yang penting dalam kehidupan salah satu karakter, dan kejadian itu menggambarkan tema besar dari keseluruhan cerita. Selain itu, jangan menciptakan terlalu banyak karakter. Setiap karakter yang baru akan membawa dimensi yang baru pada cerita. Dan untuk sebuah cerita pendek yang efektif, memiliki terlalu banyak dimensi yang berbeda akan mengaburkan tema. Ciptakanlah karakter yang cukup untuk menggambarkan tema. (Sumber: shortstorygroup.com)

# 221 Tips Menulis


Sebelum menulis cerpen, milikilah sebuah tema yang jelas. Cerita Anda hendak menceritakan tentang apa? Ini bukan bicara tentang seperti apa plotnya, urutan kejadiannya, atau aksi dari setiap karakter yang ada, melainkan tentang apa pesan atau pernyataan yang ada di balik kata-kata yang Anda tulis. Buatlah setepat mungkin dan cerita Anda akan mempunyai gaung yang lebih dalam pikiran para pembaca Anda. (Sumber: shortstorygroup.com)

# 220 Tips Menulis


Dalam menulis buku nonfiksi untuk anak, seperti juga tulisan jenis lainnya, ingatlah bahwa setiap orang memiliki sistem atau caranya sendiri dalam menulis. Membuat outline akan membantu Anda tetap berada di jalur yang sudah ditetapkan dan membangun tema. Tetapi, ingat bahwa outline bukanlah sesuatu yang kaku--selalu kembali ke hasil riset Anda. Jangan melewatkan fakta-fakta yang unik. Anak-anak menyukai fakta-fakta unik yang mengagumkan--mereka menyukai detail-detail yang menarik dan terdapat hal-hal yang lucu di dalamnya. (Sumber: writersdigest.com)

# 219 Tips Menulis


Membuat nonfiksi untuk anak-anak juga sebisa mungkin menggunakan sumber-sumber yang sifatnya primer, tak hanya sekadar membacanya dari internet. Bacalah jurnal, catatan-catatan harian, koran, katalog, dan bahkan cermatilah iklan, lagu-lagu yang populer, dan literatur-literatur lainnya. Setelah itu, pertajam topik Anda. Berangkatlah dari yang luas untuk kemudian fokus pada yang Anda teliti. Anda dapat saja menulis 800-an kata tentang sepak bola misalnya, tapi Anda juga bisa menulis tentang salah satu hal yang hebat dari olahraga yang satu itu, misalnya saja tentang salah satu atlet sepak bola atau bagaimana bola diciptakan. Carilah topik yang baru, biasanya itu yang dicari oleh para editor. (Sumber: writersdigest.com)