Breaking News

30 September, 2011

Flash Fiction About Wonder Women


Oleh : Mursyidah Mesra · 


bu bidan itu...

Dinding putih itu terlalu bisu tuk menjadi tempat mengadu, malam pun terlalu pekat tuk bisa mencairkan kekhawatiran yang menyesakkan dada. Rasa sakit pada perut yang tak dapat lagi tergambar dengan kata-kata. Nangis, marah, teriak, meraung tak dapat lagi menetralisir rasa sakit yang maha dahsyat ini.

“Sakit…aku ga tahan lagi” teriakku sambil meremas tangan suamiku sekuat tenaga.

“Sabar, dikit lagi…udah pembukaan lima” nasehat singkat bu Bidan, lalu dengan ketenangannya, dia melanjutkan tilawahnya. Perlahan, lantunan ayat Al-qur’an yang dibaca ibu Bidan sedikit menenangkan rasa sakit akibat kontraksi.

Malam ini terasa amat panjang, kontraksi yang timbul tenggelam seakan memperlambat gerakan jarum jam. Sekilas ku menoleh ke arah wanita paruh baya yang terduduk lelah disamping ranjangku. Aku tahu aktifitas hariannya dirumah dan di klinik sangat menguras energy tubuhnya yang tak lagi muda.

“Ibu ga tidur?”.Bu Bidan itu hanya tersenyum.

“Kalau sakitnya berkurang, cobalah istirahat sambil berzikir dan doa dalam hati” nasehat bu Bidan.

“Iya bu, makasih” aku membalas senyuman lembut bu Bidan.

Ditengah zikirku, aku mengamati bu Bidan yang masih asyik tilawah. Alangkah hebat perempuan ini. Pagi hari dia harus menjalankan tugasnya sebagai istri sekaligus ibu bagi suami dan anak-anaknya, memasak, mencuci dan aktifitas rumah tangga lainnya. Setelahnya dia harus standby di klinik bersalin, memeriksa ibu hamil, melayani konsul ibu menyusui sampai memimpin partus. Namun sore hari bukan menjadi batas waktu kerjanya, karena apabila ada ibu yang akan partus di malam hari, dia pun harus siap fisik dan pikiran mengemban tugas mulianya. Bahkan saat pagi telah menyambut, sedangkan sang bayi belum keluar juga, dia akan tetap sabar menunggu.

“Aduh bu, sakit banget” aku meronta, rasa sakit kali ini jauh lebih dahsyat. 

“Atur nafas, jangan ngeden dulu yah, pembukaannya belum lengkap” tangan bu Bidan terus mengelus perutku, sambil menuntunku terus melafazkan asma Allah memohon kekuatan.

“Ya Allah, tolong hamba” teriakku sambil berlinangan air mata, rasanya udah remuk tulang panggul ini.

“Alhamdulillah pembukaan lengkap, ayo nak, sambil bertakbir, dorong keluar” ucap bu Bidan menyemangatiku.

“Ahhghh… Allahu Akbar.”

“Lagi nak, ubun-ubunnya udah menonjol, ayo berkuat lagi” .Keringat membanjiri tubuhku.

“Bismillah….Ya Allah..” aku berkuat dengan semua tenaga sarta tawakkal yang ku punya.

“terus nak, yah…yah..dikit lagi ..dan Alhamdulillah, perempuan”

Seketika sebuah tangis bayi pecah membahana kesetiap sudut ruangan bersalin. Semua rasa sakit ikut terlepas, berganti buncah kebahagiaan.

“ini bayinya, biarkan dia inisiasi dulu” ucap bu Bidan sambil meletakkan sang bayi yang masih merah tanpa pakaian diatas dadaku, melatih si bayi bergerak perlahan dan menemukan sumber kehidupannya.

Kelegaan menyeruak, rasanya tak ada lagi tenaga tuk bergerak sekalipun. Namun, Subhanallah bu Bidan masih berjibaku membersihkan diriku (sampai ke daerah vitalku) dari noda darah dan terkadang –maaf- tinja yang ikut keluar. Tidak ada rasa enggan apalagi jijik, semua dilakukannya dengan penuh hati-hati agar tak menyakitiku. Aku bagaikan bayi yang habis pup, dibersihkan dan dipakaikan celana serta baju oleh bu bidan.

Dua jam pasca melahirkan, kondisiku mulai pulih. Kulempar senyum pada bu Bidan yang sedang menggendong bayiku, kelelahan terlukis jelas di wajah teduhnya, tapi dia selalu tersenyum demi menyelami setiap kebahagiaan pasiennya.


Dialah ibuku.. bidan desa yang bersahaja.

Quote Indari Mastuti

Allah, mohon dilembutkan hati yang keras.
Allah, mohon diyakinkan hati yang ragu.
Allah, mohon dipercantik hati yang menyimpan niat buruk.
Allah, mohon perlindungan untuk jiwa yang gundah.
Allah, mohon semangat untuk langkah yang lemah.
Bismillah....

Antara Merak Dan Jakarta (dalam episode calo terminal)


Oleh : Julia Rosmaya Riasari Sugiharto 

Kalau dipikir-pikir, tujuh tahun sudah aku menyusuri jalan antara Merak dan Jakarta hampir tiap hari. Tugas sebagai dokter hewan karantina yang mengharuskan aku bertugas di pelabuhan Merak sementara anak dan suami berdomisili di Jakarta mau gak mau membuat acara "ngelaju" dilakoni.

Dulu awal ditempatkan di merak, aku sempat pulang seminggu sekali. Saat itu anak yang besar berumur 4 tahun dan baru mulai sekolah TK. Tapi akibatnya Reihan anakku mogok sekolah dan rewel setengah mati. Mulai dari mogok makan, gak mau tidur dan lain-lain. Akhirnya aku pulang per 3 hari sekali. Lama kelamaan pulang setiap selesai piket. Saat itu di merak sistem piket adalah waktu piket 12 jam dengan aturan, hari pertama masuk pagi dari jam 9 pagi hingga 9 malam, kemudian hari kedua masuk dari jam 9 malam hingga 9 pagi hari berikutnya dilanjutkan libur di hari ketiga. Dan hari keempat masuk pagi kembali.....begitu terus....

Apalagi saat hamil anak kedua, pola langsung pulang setelah selesai piket ini tetap kujalankan. Yah namanya juga hamil, pengennya kan dielus-elus terus...hehehehe. Setelah anak kedua Nadia lahir, karena menyusu ASI, akhirnya Nadia tinggal di Merak ikut aku sedangkan Reihan ikut papanya di Jakarta. Kumpul berempat termasuk jarang, paling cepat seminggu sekali. Tapi ternyata pola ini juga gagal dilaksanakan karena suamiku tidak tahan hanya bertemu Nadia seminggu sekali. Sedangkan Reihan kembali ke pola lama, mogok sekolah dan mendadak rewel terus menerus. Belum lagi dengan pola seperti ini, ada 2 dapur yang harus dibiayai dan ini cukup berat bagi kami berdua. Akhirnya setelah Nadia lepas ASI eksklusif, aku kembali ke pola lama...."ngelaju" merak - Jakarta.

Banyak pengalaman lucu, aneh, menggelikan dan menyebalkan selama acara "ngelaju" ini. Diantaranya tentang calo bis akap. Karena rumahku di daerah Timur Jakarta, bila hendak berangkat ke Merak aku selalu naik bis dari terminal Pulogadung. Tahu kan seperti apa terminal Pulogadung??? begitu masuk terminal, jangan pasang tampang lugu apalagi kalo bawa tas besar, pasti diseret-seret calo. Sudah dibilang mau ke Merak, mereka maksa kita untuk naik bis ke Pemalang. Yang aneh kenapa ya pertanyaan pertama yang standar dari para calo itu..."mau kemana mbak? ke Jawa ya?".... lha kita ini ada pulau apa sih? Jakarta itu di pulau Jawa bukan? Apa secara diam-diam Jakarta sudah membuang diri ke pulau lain? hehehe

Begitu si calo mendapat "mangsa", wah langsung calon penumpang gak keliatan...saking banyaknya calo yang ikut nimbrung menawarkan "pelayanan" yang lebih baik. Memang sih, semua calo itu berseragam sesuai dengan PO yang diwakilinya. Bahkan ada yang lengkap dengan nama di dada kiri. Tapi tetap saja menyeramkan. Bayangin aja, seorang nenek dengan bawaan ...eh jangan nenek-nenek deh... Bayangkan seorang pemuda gagah tapi tampang lugu karena baru datang dari desa yang aman tentram dan damai, sambil membawa kardus guede plus tas pinggang plus tas ransel dikerubuti 10 orang calo dan semuanya bermulut manis menawarkan "layanannya"... tetap saja kasihan melihatnya. Karena pasti harga yang ditawarkan itu tetap lebih mahal daripada bila kita membeli langsung di tiket. Apalagi kalau di antara calo itu ada mas copet ikut nimbrung....kesempatan bagus tidak mungkin dilewatkan kan?

Sering kejadian, sang korban sudah membayar tiket di calo. Tapi uang tiket tidak disetorkan ke kondektur, akibatnya saat kondektur menagih ke korban, korban yang merasa sudah membayar tetap saja akan kalah bersitegang dengan kondektur, karena ancaman diturunkan di tengah jalan cukup manjur. Kejadian terakhir yang kulihat, sepasang suami istri yang naik bis dari kebun nanas menuju merak diminta 30 ribu perorang padahal tarif normal Kebun Nanas-Merak hanya 10-14 rb per orang. Sesampainya di Serang, mereka berdua dipindahkan ke bis yang aku naiki. Saat kondektur menagih, sang istri menangis karena uang yang ada di mereka hanya tinggal 150 ribu padahal perjalanan masih panjang ke Sumatra. Tapi sang kondektur tetap tidak mau tahu dan akhirnya pasangan itu harus membayar ongkos lagi.

Calo rasanya dimana-mana sama, entah di terminal Pulogadung Jakarta, Terminal Pakupatan Serang ataupun Terminal Terpadu Merak... yang pasti jangan keliatan lugu dan bingung kalau masuk terminal antar kota mana pun di Indonesia. Pasti jadi sasaran empuk calo.



Be Confuse

Oleh : Dessy Sukmadewi

Pagi-pagi saat terbangun dari lelapku, segera kuambil air wudhu kutunaikan shalat subuh. Setelah itu seperti biasa kubuka lemari pendingin bersiap untuk memilih menu apa yang harus kusuguhkan untuk keluarga hari ini sebelum aku berangkat ke kantor.

Setelah semuanya beres, kubangunkan ketiga buah hatiku agar mereka segera mandi dan berkemas karena harus kutitipkan ke tetangga belakang rumah selama aku bekerja. Repot memang tapi mau bagaimana lagi, panggilan hatiku untuk bekerja masih tetap ada, kadang terbersit rasa penyesalan ketika meninggalkan mereka di rumah, apalagi pada si bungsu.

Ketika hendak keluar rumah mengantarkan mereka untuk dititipkan pada tetangga dan segera kukunci pintu rumah,

"Mamah, nggak usah kerja di rumah aja ya mah, mamah jualan aja deh. Ntar kan kalau aku pulang sekolah ada mamah di rumah, aku nggak kesepian lagi mah" Celetuk si sulung.

"Mamah kerja aja, tar pulang kerja beliin aku layang-layang sama mobil-mobilan yah' celetuk si tengah.

"jajajja" celoteh si bungsu.

Percakapan itu hampir terjadi setiap hari, saat aku hendak berangkat kerja. Itulah riuh canda rengekan anak-anakku. kadang bisa jadi semangat buatku untuk tetap menjadi working mother tapi kadangkala juga melemahkanku dalam memilih posisi sebagai working mother.

Repot, ribet, cape, senang, sedih, semuanya berbaur jadi satu.

Namun kuyakin suatu hari nanti kan terjawab kebingunganku ini, dengan semakin membesarnya mereka, semoga mereka mengerti dengan keputusanku saat ini, hingga kelak apa yang mereka inginkan akan terkabul.

29 September, 2011

Quote Indari Mastuti

Selalu ada orang biasa di hadapan kita, tapi setiap orang siapapun dia punya potensi LUAR BIASA.
Setiap hari rasanya biasa-biasa, tapi kita bertanggungjawab menjadikannya LUAR BIASA.
Tidak setiap peristiwa dalam hidup kita istimewa, tapi kita harus mensyukurinya sebagai sesuatu yang LUAR BIASA.
Kalau sudah begitu, bukan tidak mungkin hidup kita menjadi LUAR BIASA!
Bismillah.......

28 September, 2011

Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu


Oleh : Indari Mastuti pada 25 Desember 2010 jam 18:39

Yuk kita mulai lagi cerita tentang serunya bisnis dan ngurus rumah yang dipadukan dengan harmonis ^^
Saya masih merekam jelas alasan para perempuan Pemenang Inspiratif Nova 2010 yang memilih berbisnis di rumah dan meninggalkan karirnya yang sedang menjulang tinggi. Semuanya nggak jauh-jauh karena ingin mengurus anak dan suami :)
Well ya, gimana nggak betah di rumah kalau setiap detik kita bisa lihat pertumbuhan anak yang kita cintai, kita tidak pernah kehilangan sedikitpun senyuman, tangisan, kenakalan, kegembiraan anak kita…..subhanallah, sungguh menyenangkan!
Pantas saja, sahabat-sahabat saya yang saat ini masih memilih berkarir di luar rumah seringkali merasa sedih ketika ketika saat berpamitan pergi ke kantor akan diiringi jeritan sang buah hati.
“Aku tidak punya pilihan lain, bekerja mengamankan financial keluarga.”
“Kalau saja aku punya bisnis yang bisa dikelola di rumah pasti aku sudah resign sejak lama.”
Heiii, berbisnis bukan masalah kita sudah siap atau tidak, tapi berani atau tidak!
Naskah yang saya kirimkan ke Nova untuk mengikuti Woman In Biz ini sedikit mengulas tentang menjeritnya hampir seluruh anggota keluarga saya, termasuk suami ketika saya memutuskan untuk jadi “Ibu Rumah Tangga Biasa”. Mereka nggak tahu sih di kepala saya sudah banyak program yang akan saya jalankan untuk menjadi “Ibu Rumah Tangga Tidak Biasa” hehehehe
Bisnis Indscript Creative diawali dari hobi menulis, kalau akhirnya membesar, saya tidak berpikir untuk membesarkannya lebih dari saya bayangkan karena lagi-lagi saya harus kembali ke tujuan awal saya membangun bisnis ini, “Bisnis Rumahan atau Bisnis Ibu Rumah Tangga.”

Itu sebabnya saya memilih kembali ke rukan kami, setelah setahun memisahkan antara rumah dan kantor. Saya kan memang Ibu Rumah Tangga biasa, bukan pebisnis ‘beneran” tapi ini bukan berarti bisnis Indscript Creative saya kelola dengan tidak professional loh, hanya saja saya tetap akan berada di jalur awal/tujuan pertama saya membangun bisnis di rumah; saya ingin jadi Ibu Rumah Tangga tanpa kehilangan eksistensi saya sebagai perempuan berkarir titik nggak ada koma.
So, kalau melihat dari sini, saya yakin semua ibu di dunia ini bisa kok memulai bisnisnya dari hobi. Kalau ibu hobi nyalon, kenapa nggak bikin salon? Kalau ibu mahir berbahasa asing, kenapa nggak buka kursus bahasa? Kalau ibu suka masak, kenapa nggak bikin warung nasi atau bisnis katering? Kalau ibu pinter dagang, kenapa nggak jadi broker barang dagangan? Hehehe…..semua Ibu kayaknya bisa deh membangun bisnis di rumah sekaligus jadi ibu rumah tangga. Perempuan kan dianugerahi kemampuan yang multi! Iya nggak?:)
Cumaaaaaaaaaaaaaaan….
Ketika akhirnya bisnis Anda berkembang dan terus berkembang jangan terlena ya? Fokus tetap harus tapi siapkan juga keranjang yang lainnya! Bisnis Indscript Creative tidak luput mengalami pasang surut. Saat ini, bisnis sejenis makin menjamur, ini artinya “kue” mulai berbagi dan makin berbagi. So, nggak ada salahnya ketika saya mulai membuat rancangan keranjang yang lain, walau saya harus terus sekuat tenaga secara kreatif membangun Indscript Creative. Bisnis yang saya bangun ini memang membutuhkan sentuhan kreatifitas yang sangaaaaaat tinggi, kalau tidak kreatif pilihan lainnya adalah matiii xixixixi

Keranjang lain yang saya siapkan nggak jauh-jauh dari hobi saya juga J
Hobi saya kan makan dan ngemil niiiih, so, dengan berbekal sumber daya yang sudah ada akhirnya saya membangun INDCAKE di tahun 2009. INDCAKE bergerak di catering dan kue kering. Setelah satu tahun saya jalani ini, Alhamdulillah, sudah ada langganan yang melakukan repeate order berulang, apalagi kalau musim lebaran, penjualan kue kering bisa melonjak tajam. Sudah dua kali lebaran penjualan kue tembus hingga 1000 toples setiap lebaran. Lumayan untuk beli baju lebaran hehehe….dan pada waktu-waktu tertentu langganan memesan catering dan kue kering….Bagi saya bisnis ini bisa menjadi media pembelajaran saya di bidang kuliner selain juga menyalurkan hobi, dooh lagi-lagi hobi :)

Keranjang satunya lagi saya rintis sejak bulan Juni 2010. Bisnis yang saya sebut BISNIS CANTIK ini Alhamdulillah mulai memberikan hasil yang menyenangkan. Hobi saya yang suka banget ‘ngomong’ dan ‘Online” yang membuat bisnis ini berkembang lumayan. Apa sih bisnis cantik? Bisnis cantik adalah bisnis dBCN Oriflame. Well, mungkin sebagian dari Anda akan mengurungkan niat untuk berbisnis ini, selain karena Oriflame yang popular ini terasa pasaran (bayangkan saja, satu kantor yang jualan Oriflame bisa 3 – 5 orang hehehe) juga karena ketika bicara masalah jaringan, maka bulu kuduk akan langsung merinding, “MLM, nggak deh!”
Tapi, saya dapat ‘feel’nya di bisnis cantik ini dengan beberapa alasan: Saya bisa mengelola bisnis ini secara Online, walau tak jarang saya padukan dengan aktifitas Offline seperti mengikuti bazaar, presentasi di acara-acara yang tepat, beauty demo, dllProduk-produk yang dimiliki Oriflame cocok banget dengan kebutuhan saya dan keluarga (so, tinggal mengalihkan merk saja kan? ^^)Saya senang bersosialisasi dan melalui pengembangan jaringan ini, saya yakin akan semakin banyak orang saya kenalDan yang terakhir…..Pengen nambah penghasilan tanpa nambah stress wkwkwkwk…..Saat ini grup Bisnis Cantik saya berjumlah 132 orang, saya sendiri sudah mencapai level manajer 15% dengan penghasilan 1,5 juta/bulan. Hemmmm…makin semangat deh mengembangkan bisnis cantik ini :), saya punya target pencapaian yang harus fantastis dalam bisnis ini. Saya anggap bisnis ini akan menjadi salah satu sumber mata pencaharian Ibu Rumah Tangga tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam di luar rumah, Online geto loh hehehe
Saya bukan mau pamer penghasilan, kalau di MLM memang penghasilan masing-masing level ketahuan kok hehehe….Saya cuman mau menyampaikan bahwa adalah sesuatu yang penting untuk menyiapkan keranjang lain dalam bisnis kita. FOKUS Penting! KERANJANG lain juga Penting! So, yuk jalankan bisnis apapun dengan serius dan siapkan pengaman ketika satu bisnis kita terpelanting ke tanah ^^

Saat ini, Indscript Creative juga fokus pada pengembangan skill ibu-ibu yang memiliki hobi menulis dan berbisnis. Indscript mewadahi satu grup di Facebook bernama grup ibu-ibu doyan nulis, didirikan pada bulan Mei 2010 dan saat ini sudah memiliki anggota grup sebanyak 1652 orang. Saya kerapkali mengirimkan berbagai informasi terupdate tentang kebutuhan penulis ataupun berbagai pelatihan yang diselenggarakan. Alhamdulillah, respon positif dari para ibu yang bergabung makin menyemangati saya untuk terus menebarkan virus-virus “berkarir di rumah” hehehe, sedangkan untuk satu grup yang berkaitan dengan bisnis masih saya bangun adalah grup ibudoyanbisnisdirumah, awalnya grup ini akan memberikan informasi tentang bisnis-bisnis yang dijalankan oleh para ibu, motivasi, info-info bisnis yang lagi naik daun, sayangnya waktu saya kurang untuk mengasuh grup ini, tapi sesekali ada sih artikel saya kirimkan, jangan marah ya anggota grup ibudoyanbisnisdirumah :)

Satu hal yang tidak kalah penting untuk semua ibu yang akan berbisnis adalah restu suami. Saya yakin tanpa restu suami, sebesar apapun modal yang dimiliki, seterampil apapun Anda mengelola bisnis, dan secantik apapun program yang akan Anda jalankan nggak bakalan berhasil sempurna. Restu suami penting banget, eeekh, saya juga pernah kok menjalankan satu bisnis dan suami tidak merestui secara penuh, hasilnya? Cabeee deeeeh hehehe, so, intinya pengalaman jadi pelajaran penting niiih hehehe
Saya pernah mengundang Ibu Ina Cookies dan Teh Mely Rahardjo dalam kegiatan 3 JAM BISA BERBISNIS untuk para Ibu. Dua perempuan yang hebat mengelola bisnisnya juga mengawali bisnis dengan restu suami….olalalala, restu suami-suami memang penting banget untuk kemajuan para istri-istri wekekekekeke


So, mari kita berbisnis! :)
dan, mari kita kolaborasi :)

Pengantar Tidur


Oleh : Safitri Inge Ariani ·


Semoga hari esok semakin baik dan semakin baik lagi.
Selamat tidur sahabatku...

Sungguh..kita takkan pernah tau apa yg kan kita hadapi esok hari...secercah sinar bahagiakah..atau gelayut mendung kesedihan?

Sungguh, akupun tak kan pernah tahu.
Yang kutahu bahwa kita harus bersiap menghadapinya.
Menyikapi setiap titik takdir dlm hidup searif mungkin,
sesederhana mungkin, sebijak mungkin.
Dan kita hanya bisa menunggu.
Akankah esok mentari tersenyum cerah,
atau awan mendung yg mengisi hari kita..
Apapun itu, bersiaplah...,
karena hidup hanyalah terminal,
tempat kita menunggu saatnya "pulang".

27 September, 2011

Kucing-Kucing Ganto


Oleh ida Siswanti ·

Ganto tak pernah berpikir bahwa kecintaannya pada kucing, membuatnya menjadi kaya raya seperti sekarang. Kini ia bahkan masuk sepuluh besar orang paling kaya di negeri ini, versi sebuah majalah bisnis terkemuka. Itu semua berkat kucing-kucing peliharaannya.Kucing-kucing liar yang menjadi jinak berkat tangan dinginnya. Tangan seorang pecinta kucing.

Padahal, awalnya Ganto merantau ke kota metropolitan hanya berbekal ijazah STM Mesin. Berharap ada bengkel yang bersedia menerimanya sebagai montir mobil atau motor. Tapi, ternyata bengkel-bengkel itu sama sekali tak membutuhkan ketrampilan miliknya, karena CV-CV para lulusan D3 atau S1 Mesin masih bergunung-gunung di kantornya. Mereka menyarankan Ganto membawa pulang ijazahnya.

Lelah sepagian menyusuri satu bengkel ke bengkel lainnya, Ganto menghabiskan sore di teras kontrakan Wira, kawan satu desa, yang mau menampungnya sementara. Ia melihat-lihat iklan lowongan di koran kota harga seribuan. Ketika mencermati satu per satu syarat yang diminta, Ganto dihampiri kucing-kucing kampung yang mengeong. Ganto yang suka kucing, menyapa binatang itu, bahkan kadang-kadang mengajaknya ngobrol. Ia juga berbaik hati memberikan sepotong tempe goreng sisa nasi bungkusnya yang disambut antusias oleh para kucing itu. Setelah mengendus-endus sebentar, binatang itu langsung memakannya, lalu mengeong lagi. Setahu Ganto, kucing termasuk binatang karnivora, tapi ternyata mereka juga suka tempe goreng. "Kucing metropolitan," gumamnya. Rutinitas ini membuat kucing-kucing selalu kembali ke sana dan mengeong, meminta jatah. Ganto hafal betul kucing-kucing itu. Ada yang berbelang satu, dua dan tiga, tapi semuanya kucing kampung saja.

Sudah tiga bulan sejak ia menginjakkan kaki pertama kalinya ke kota, belum juga ada juragan bengkel yang mau menerimanya. Ganto mulai resah. Bekal yang ia bawa sudah makin menipis. Ia pun mulai mengeluh pada kucing-kucing kampung itu.

Saat itu, semua penghuni kota menonton sebuah acara televisi yang sama dari stasiun penyiaran yang sama. Investigasi mengenai pengolahan aneka produk makanan. Mengupas detail praktek-praktek pengawetan produk makanan yang disinyalir menggunakan bahan kimia berbahaya. Pola hidup sehat memang sedang digandrungi penduduk kota sejak angka kematian akibat penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan kanker meningkat dengan tajam kurun waktu terakhir. Riset-riset yang diadakan oleh badan-badan kesehatan milik pemerintah maupun swasta menunjukan bahwa gejala tersebut paling dominan disebabkan oleh konsumsi makanan. Kini penduduk kota lebih waspada dalam memilih sumber-sumber makanannya.

Acara televisi yang kini menduduki rating tertinggi, mengalahkan semua jenis sinetron atau pun kuis tersebut, telah memaparkan berbagai hasil investigasi mereka. Pengolahan aneka daging, mulai dari daging sapi, kerbau, kambing hingga ayam, menjadi makanan olahan macam bakso, sosis, dendeng, abon, maupun daging segar yang dijual biasa, ternyata banyak menggunakan zat kimia bukan untuk makanan. Pengolahan ikan pun tak luput dari praktek ini. Bahkan pengolahan ikan asin pun yang semula banyak dipandang masih tradisional hanya menggunakan garam, ternyata sudah banyak yang menggunakan bahan kimia macam hidrogen peroksida. Zat-zat kimia itu digunakan untuk mempercantik dan mengawetkan makanan olahan tersebut. Merasa kesulitan memeriksa mana produk tanpa atau dengan zat kimia kala berbelanja, sebagian besar penduduk kota memilih urung mengkonsumsi. Mereka jadi vegetarian.

Akibatnya, omset produk olahan maupun bahan segar semua jenis makanan berbahan dasar daging, ayam dan ikan menurun tajam. Kios-kios daging, ayam dan ikan di pasar, baik pasar tradisional maupun supermarket, sepi pembeli. Tukang jagal memilih menghabiskan waktu sambil main kartu seharian, sesekali melirik sedih pada ternak-ternak yang sudah sejak lama siap dipotong, namun selalu urung karena tak ada pesanan. Populasi sapi, kerbau dan ayam di tangan petani di desa meningkat tajam sampai-sampai mereka kewalahan memasukannya ke kandang yang jadi tak cukup lagi menampung ternak-ternak itu. Para nelayan urung melaut meskipun laut sedang tanpa badai. Stok ikan hasil tangkapan mereka masih menggunung. Para tengkulak menolak membeli karena tak tahu harus dijual ke mana.

Fenomena tersebut membuat roda ekonomi menjadi timpang dan pemerintah menjadi gusar. Mereka menetapkan undang-undang, mengharuskan semua produsen makanan mendaftarkan diri pada badan terkait untuk secara berkala diperiksa. Produsen yang lolos, berhak mendapatkan sertifikat. Solusi ini berhasil. Warga kota kembali berduyun-duyun membeli produk makanan olahan dan segar pada penjual yang sudah disertifikasi. Ekonomi negeri kembali stabil. Pejabat badan terkait naik pangkat.

Pegawai bermental koruptor pun tak tinggal diam. Melihat peluang meraup uang, mereka diam-diam menawarkan para produsen jalan pintas, tak perlu tes makanan, cukup membayar sejumlah uang, sudah bisa mendapatkan sertifikat. Sial, seorang wartawan acara televisi mengetahui parktek ini. Ia kemudian melakukan investigasi dan acara mengenai hal ini pun dikupas detail.

Warga kota jadi tak percaya lagi, mereka pun kembali menjadi vegetarian. Pemerintah gusar. Pejabat yang semula naik pangkat kini di mutasi ke daerah terpencil.


Berawal dari keengganan kucing-kucing itu menyantap bakso bersertifikat yang ia beli dari sebuah mini market, Ganto menemukan ide yang dianggapnya jenius. Ide yang akan mengeluarkannya dari kesulitan diterima oleh bengkel-bengkel. Dari kemungkinan pulang kembali ke desa dengan tangan hampa dan menjadi pengangguran.

Setiap kucing yang menghampirinya, ia tangkap dan dimasukan ke dalam kandang bambu yang sudah ia buat. Wira, sempat protes karena merasa terganggu dengan kucing-kucing yang terus mengeong. Tapi Ganto menjanjikan akan memberinya komisi sepuluh persen dari bisnis yang sedang direncanakannya, tanpa harus ikut bekerja, cukup tutup mulut.

Ternyata sulit juga mencari kucing di kolong metropolitan. Bahkan di sudut-sudut kota yang relatif masih banyak perumahan warga, kucing kampung sudah termasuk binatang langka. Padahal kucing jenis ini terkenal sebagai kucing yang paling tangguh bertahan hidup daripada kucing-kucing lain. Ganto hanya berhasil mengumpulkan sepuluh ekor kucing hingga saat ini. Berhubung keuangannya kian tipis, Ganto segera memasang iklan mini, di sebuah koran harian lokal. Menerima uji tes kesegaran dan keaslian aneka daging, ayam dan ikan. Metode paling alami, sampel paling minimal, dijamin aman. Hubungi nomor telepon ini atau kirim saja sms dan kami akan datang langsung ke rumah anda.

Kerinduan memuncak warga kota untuk bisa kembali menikmati daging, ayam dan ikan kesukaan mereka, tanpa rasa khawatir dan takut ditipu oleh para produsen, membuat iklan mini Ganto mendapat sambutan luar biasa. Hari pertama setelah iklan terpasang, Ganto menerima sepuluh telepon. Ia langsung meminjam motor butut Wira. Membawa semua kucing di boncengan. Menuju kesepuluh rumah tersebut.

Penelepon pertama, rumahnya sangat mewah. Sang majikan khusus mengambil cuti untuk melihat langsung metode yang ditawarkan Ganto. Ia sudah membeli bakso, sosis, daging sapi giling, daging ayam utuh, ikan kembung, gurame, kerapu dan bawal, masing-masing satu plastik besar. Ia berencana masing-masing akan di tes, yang lulus akan ia stok dalam freezer dan itu cukup untuk membuatnya tenang selama dua minggu ke depan.

“Saya hanya minta satu potongan kecil saja dari tiap-tiap produk, Bu!” pinta Ganto pada sang majikan, yang dengan sigap langsung menyuruh pembantunya melakukan permintaan Ganto.
Ganto membuka kain penutup kandang kucing-kucingnya. Mereka langsung mengeong, bernafas lega.

“Tesnya pakai kucing?" tanya sang majikan, terkejut campur heran.

“Betul, Bu! Dijamin alami. Tuhan menganugerahi mereka indra penciuman yang tajam. Uniknya, mereka ini priyayi, Bu. Hanya mau makan makanan segar. Ada campuran zat kimia sedikit saja, saya jamin mereka tidak akan memakannya,” Ganto berpromosi dengan bersemangat, yakin seratus persen.

Potongan-potongan kecil sampel makanan itu pun satu per satu diberikan pada kucing-kucing yang sudah mengeong sejak tadi. Mata mereka sudah berkilat-kilat tajam menatap mangsanya. Bakso, daging sapi giling, ikan kembung dan gurame, lolos uji. Kucing-kucing itu memakannya dengan cepat dan lahap. Sedangkan sosis, daging ayam utuh, ikan kerapu dan bawal, hanya mereka endus-endus saja, lalu ditinggalkan begitu saja, tak dijamah.

Ganto mengangguk-angguk puas. Sang majikan terpana, apalagi si pembantu. Dengan berat hati, sang majikan menyuruh pembantunya membuang makanan yang tak dijamah kucing itu ke tong sampah. Ia merasa dongkol dan tertipu.

“Ayam sama ikannya kemungkinan besar diawetkan dengan formalin nih, Bu. Supaya lebih tahan lama. Waktu belinya, Ibu lihat banyak lalat di sekitarnya ngga, Bu?” tanya Ganto.

“Lalat mana ada lagi di sini, Mas. Sudah tidak ada lagi tanah terbuka, semuanya sudah tertutup semen. Bahkan pohon besar pun lubangnya dibuat pas dengan batangnya. Bahkan semennya juga sudah di bersihkan dengan karbol setiap harinya. Ini kota paling bersih, Mas!” sahut sang majikan.

Ganto senang bukan kepalang menerima upah pertamanya hari itu. Upah pertama sejak meninggalkan kampung. Ia mencium segepok uang itu berkali-kali. Tanpa menunda waktu lama, ia langsung meluncur ke rumah penelepon kedua.

Makanan yang diujikan di rumah penelepon kedua sama saja, hanya saja tanpa ikan. Mungkin mereka bukan penggemar ikan. Hanya aneka daging sapi, kambing dan ayam, ada yang digiling, ada juga yang daging utuh yang kelihatan segar. Tak ada makanan olahan lain.

“Kami lebih suka buat bakso sendiri, Mas. Lebih aman!” jawab sang majikan, ketika Ganto menanyakan mengapa tak ada produk olahannya.

Sambil mengangguk-angguk, Ganto memberikan potongan kecil tiap-tiap bahan yang dites kepada kucing-kucingnya. Kali ini, hanya sampel daging ayam utuh saja yang tak disentuh kucing-kucing itu.

Di rumah penelepon ketiga hingga kesembilan, bahan makanan yang diacuhkan kucing-kucing itu tidak menunjukan pola yang tetap. Ada yang hanya baksonya saja. Ada yang sosisnya saja. Malah ada juga yang hanya bahan yang digiling. Bahkan di rumah penelepon kedelapan, semua sampel ikan asin yang diberikan pada kucing-kucing itu dibiarkan merana tak tersentuh. Kucing-kucing itu hanya mengendus-endus aja, cukup lama memang, seakan berperang dalam diri mereka sendiri, tidak dimakan itu adalah makanan kesukaan, mau di makan kok tidak menerbitkan selera sama sekali.

Ketika menuju rumah penelepon kesepuluh, Ganto melihat kucing-kucingnya sudah kekenyangan dan mengantuk. Ia sengaja singgah di sebuah kedai makan sederhana. Sementara ia makan, ia memarkir motornya di bawah pohon ketapang di depan kedai, membiarkan kucing-kucing itu terlelap barang sebentar. Sebenarnya, Ganto ingin sekali makan ayam goreng, makanan kesukaannya yang jika di kampung hanya bisa ia makan saat lebaran saja, atau jika ada yang sedang punya hajat dan ia diundang. Namun, kelihatannya ia sedikit tertular sifat paranoid para majikan yang baru saja ditemuinya. Ia tidak percaya pada si pemilik kedai. Maka ia makan hanya dengan tempe goreng dan tumis buncis saja.

Cukup lama Ganto harus menunggu kucing-kucing itu bangun. Rupanya mereka benar-benar kekenyangan. Begitu satu ekor kucing bangun, Ganto langsung memacu motornya.

Di rumah penelepon kesepuluh, di sebuah apartemen, Ganto hanya menjumpai aneka macam ikan.

“Kami ini berasal dari kota pesisir, Mas. Beberapa minggu tidak makan ikan sungguh menyiksa. Mau bikin kolam sendiri mau ditaruh di mana karena kami tinggal di apartemen. Kolam ikan di taman bawah, milik pengelola, hanya boleh di isi ikan koki dan koi. Untung suami saya baca iklan yang Mas pasang. Langsung saya beli semua jenis ikan yang ada di pasar. Cukup dites sekali, lalu saya stok di freezer, cukup buat makan sebulan,” jawab sang majikan panjang lebar. Ia langsung menyuruh pembantunya menyediakan sampel yang diminta Ganto.

Hanya satu jenis ikan yang tak satu pun kucing-kucing itu mengendusnya. Barangkali bahan pengawetnya sudah tercium dari jarak jauh sehingga menghilangkan bau asli ikan. Sang majikan sangat gembira. Ia memberi upah lebih atas jasa Ganto saking senangnya bisa makan ikan lagi.

Sesampainya di rumah, ketika Ganto membuka telepon genggam kuno miliknya, sudah ada lima belas sms dari nomor tak di kenal, merespon iklannya. Ia sampai letih membukanya satu per satu. Namun ia bertekat mengambil semua kesempatan dan peluang itu. Ia sungguh siap menjadi besar.

Hanya dalam waktu sebulan, Ganto sudah menerima lima ratus pesanan. Uang yang ia peroleh cukup untuk mengontrak rumah sendiri. Bulan berikutnya bahkan ia sudah bisa membayar uang muka cicilan motor. Tiga bulan berikutnya, Ganto kewalahan melayani pelanggannya. Akhirnya ia membuka kantor sendiri. Kantor itu ia beri nama kantor uji coba bahan makanan khusus daging, ayam dan ikan. Ia langsung mengabari para pelanggannya supaya mereka bisa datang langsung ke kantornya begitu selesai berbelanja. Ia sudah merekrut dua pegawai, satu stand by di kantor dan satu lagi sebagai kurir, melayani delivery.

Ganto kini berkonsentrasi memelihara aset utamanya, kucing-kucing kampungnya. Ia membiakkan kucing-kucing itu dan beberapa kini sudah beranak pinak banyak sekali. Jika ia tengah di perjalanan dan menjumpai kucing kampung yang berkeliaran, langsung ia ambil dan ia pelihara. Kini ia mulai melirik bisnis baru, yaitu jual beli kucing. Beberapa pelanggannya, yang suka kucing tentu saja, dan tidak berkeberatan memelihara kucing di rumahnya, memesan beberapa ekor kucing sebagai alat untuk mengetes kesegaran bahan makanan daging, ayam atau ikan yang mereka beli. Berapapun harga yang ditawarkan Ganto, mereka sama sekali tak menawarnya, langsung setuju. Ganto sungguh senang hidup di kota metropolitan ini.

Profil Ganto sudah beberapa kali tampil di majalah maupun koran, dianggap sebagai pebisnis ulung. Ia bahkan sudah diundang ke kantor menteri pangan dan menteri ekonomi untuk menerima penghargaan sebagai penyelamat ekonomi negeri.

Kucing-kucing milik pelanggan sudah beranak pinak. Kini mereka tidak memerlukan jasa Ganto lagi. Kantor uji tes miliknya sudah lama tutup. Tapi itu tak membuat Ganto khawatir karena kini ia bisa melakukan apa saja dengan uangnya yang melimpah. Ia berencana segera membuka bengkel mobil dan motor idamannya. Sebagai rasa terima kasihnya pada kucing-kucing yang sudah membuatnya kaya, Ganto akan tetap mempertahankan toko jual beli kucing.

Quote Indari Mastuti

Bagi saya...
SULIT itu bukan HAMBATAN
CIBIRAN itu sebuah TANTANGAN
RUGI itu PENGALAMAN
KALAH itu BERLIAN
MENANG itu ANUGERAH
PERSAHABATAN itu HARTA terindah
HIDUP itu KESEMPATAN
So, lakukan yang terbaik....Bismillah...

Quote Indari Mastuti

Jangan BERBOHONG untuk sesuatu yang akan disesali
Jangan BERHENTI untuk sesuatu yang masih sanggup dilakukan
Jangan MENANGIS jika masih memiliki sisa bahagia
Jangan KECEWA pada hal yang sia-sia
Jangan BERJALAN pada arah yang 

belum jelas
Tetaplah SEMANGAT dan TERSENYUM pada setiap langkah yang sudah dirancang demi masa depan, bismillah....

Quote Indari Mastuti

Menetas dan terus menetas....
Menetaskan IDE
Menetaskan PROGRAM
Menetaskan PRESTASI
Menetaskan KARYA
Menetaskan PERSAHABATAN
Menetaskan CINTA

selanjutnya MENJAGA semua itu :))

Quote Indari Mastuti

Ada banyak pelengkap dalam hidup kita yang membuat kita semestinya bersyukur:
SENYUM menjadi pelengkap kecantikan
KEKURANGAN menjadi pelengkap pembelajaran
ANAK menjadi pelengkap kesabaran
SAHABAT menjadi pelengkap kebahagiaan
SUAMI/ISTRI menjadi pelengkap ibadah
DIRI SENDIRI sebagai pelengkap 

rasa syukur :))
Terus melengkapi diri dengan rasa syukur agar segalanya terasa ringan, bismillah

Quote Indari Mastuti

Jika Anda sedang diCACI dan diHINA seseorang maka berpura-puralah tidak mengetahuinya, ini salah satu cara Anda untuk tidak melakukan hal yang sama dan tetap berpikir BAIK dan POSITIF :))

Quote Indari Mastuti

Pada dasarnya manusia itu hidup untuk BERBAGI:
Punya PELUANG, berbagilah
Punya SENYUM MANIS, bagikanlah
Punya ILMU, tebarkanlah
Punya CINTA, semaikanlah
Semakin berbagi, semakin terbukalah pintu rezeki, amiiiiiin

Bidadari Di Taman Hati


Oleh : Tiwi Dayang

Ada rangkaian melati, ibu
di atas meja di ruang tamu
kupetik khusus buatmu
sebagai tanda aku sayang pada ibu..
Masih ingatkah ibu,
lima belas tahun yang lalu
ibu sematkan rangkaian melati putih
serupa melati yang kurangkai hari ini
menghiasi gaun pengantinku..
Kala itu kupandangi ibu
sebersit senyum kebahagiaan kubaca
dari raut wajah cantikmu yang mulai
membayang warna senja..
lalu,doa-doamu mengaliri peredaran darahku..
memberiku kekuatan lebih..dan lebih..
dan tangan kita menggenggam erat
ibu tuntun aku
selangkah demi selangkah
menapaki kehidupan baruku
menuju gerbang pengabdianku..
airmatamu dikala itu ibu
kulihat bagai butiran mutiara...
seindah lukisan di dalam Al Quran Surah Ar Rahman...
Ibu...
sungguh, bagiku ibulah yang terbaik
ibulah yang tercantik
di taman hatiku
ibulah sang Bidadari
sebaik dan secantik lukisanNya di dalam Al Quran Surah Ar Rahman....

Keberhasilan Utama Seseorang Ditentukan Oleh Cara Kita Berkomunikasi



Oleh : Deka Amalia ·

Memahami era masa kini, dimana kita berada saat ini adalah memahami komunikasi. Dunia terhubung dengan mudah, saling berinteraksi satu sama lain dan saling mengisi. Di setiap lini kehidupan komunikasi memegang peranan yang penting. Maka, patut dikatakan jika keberhasilan kita ditentukan oleh cara kita berkomunikasi. Lalu,apa yang kita ketahui tentang komunikasi ? secara sederhana komunikasi adalah menyampaikan pesan baik secara lisan maupun tulisan. Lalu bagaimana pesan itu dapat diterima dan dimengerti oleh yang menerima. Maka,dapat dikatakan jika kita mampu berkomunikasi dengan baik,kita akan berhasil dalam kehidupan. Apakah dalam kehidupan berkeluarga, berteman, bersosialisasi,berkarir maupun bekerja.

Apa yang harus kita lakukan pertama kali ? yaitu memahami gaya berkomunikasi kita. Kenali apakah kita menyampaikan (understanding ourself) sesuatu dengan kaku, ramah,humoris atau yang lainnya. Setelah kita memahami diri kita maka bagaimana kita mempresentasikan diri kita (presenting), how to present ourself? Dengan cara apa kita menggambarkan diri kita hingga membangun image diri. Orang kemudian mengenali diri kita sebagai seseorang yang baik, tegas, keras,kasar,halus atau yang lainnya. Maka dapat dikatakan dengan memahami diri kita dan membangun image diri, kita memiliki performance, yang kemudian performance ini akan berbalik kepada diri kita sendiri apakah kita disukai atau tidak disukai, apakah kita disayang atau malahan dibenci.

Semua orang punya pilihan tentunya tetapi kadang tidak paham akan pilihan itu dan tidak mengerti apa yang harus dilakukan. 


Siapa yang ingin mendapatkan output yang negatif ? tidak ada


Siapa yang ingin mendapatkan output yang positif? Semua orang


Ketidakmengertian inilah yang kemudian membuat kesalahfahaman terjadi. Dimana saja. Antara anak dan orang tua, antara bawahan dan atasan, antara teman atau antara siapa saja. Oleh karena itu memahami apa yang harus dilakukan menjadi sangat penting. Bagaimana caranya ? seringkali orang salah, jika mendapat output yang negatif, maka pertanyaaan yang biasa timbul adalah, apa salahku? Aku sudah baik kok. Sudah melakukan ini itu, sudah begini begitu, kok aku tidak dihargai. Nah, inilah letak kesalahannya hanya menilai diri kita dari kacamata kita sendiri tanpa perduli dengan apa yang orang pahami tentang diri kita. Seharusnya dibalik, mengapa ya mereka menilai aku seperti ini? Lalu lihatlah dasar dari penilaian tersebut maka dengan begitu kita akan menemukan kesalahan dan kekuarangan kita, Karena dengan memahamai ini kita akan lebih mampu memiliki performance diri yang lebih baik.

Itu baru masalah berkomunikasi di keseharian kita. Lalu bagaimana jika ingin mampu berkomunikasi di depan orang banyak ? patut disadari kemampuan kita berkomunikasi didepan orang banyak ditentukan oleh keberhasilan kita berkomunikasi dalam keseharian kita. Maka,jadilah pribadi yang menyenangkan sehingga kita mampu berkomunikasi dengan baik di depan orang banyak. Apakah di saat harus mempresentasikan sesuatu atau kesempatan apa saja yang membuat kita harus berbicara di muka umum.

Apa yang harus dilakukan agar kita mampu menjadi seorang pembicara yang baik dan menyenangkan di muka publik?

1. Kuasai permasalahan
Pastikan kita hanya bersedia berbicara tentang sesuatu masalah yang kita kuasai dengan baik. Jangan menerima masalah yang sebenarnya kita ragu atau tidak mampu karena orang akan menyadari hal itu. Walaupun mungkin peserta tidak paham juga akan masalah itu tetapi karena kita tidak menguasai maka biasanya gaya bicara kita menjadi ragu,tidak yakin, dan mengambang. Dan,orang akan mampu menangkap hal ini.

2. Menggali sumber dari mana saja
Jangan pernah berhenti untuk menggali terus segala sumber tentang masalah yang ingin kita kuasai, apakah dari koran,internet,radio atau lainnya. Selalu berusaha mengikuti perkembangan tentang hal tersebut karena ilmu pengetahuan berjalan terus tak pernah berhenti selama duna ini masih berputar.

3. Latihan terus dan sedikit menghafalkan
Kemampuan berbiacara juga membutuhkan latihan. Asah kemampuan dengan mencari berbagai kesempatan untuk menjadikan tempat berlatih karena semakin terbiasa gaya bicara kita akan mengalir dengan baik dan kita akan semakin mampu merunutkan jalan fikiran dengan sistematis. Sedikit menghafalkan definisi atau penjelasan juga tidak dilarang.

Lalu masalah apa lagi yang paling penting, yang paling penting tentu adalah latihan mental karena seringkali kita menguasi permasalahan tetapi mental kita tidak siap. Kita tidak cukup punya keberanian untuk berbicara di depan umum. Takut salah, takut tidak jelas dan ketakutan yang lainnya. Hal ini sebenarnya lumrah saja, semua orang mengalami, bahkan seseorang yang sekarang kita kenal sebagai pembicara yang wara wiri dimana-mana pun mengalami hal ini untuk pertam kalinya. Jadi yang paling penting adalah berlatih terus dan jangan takut untuk memulai. Jam terbang yang bertambah akan semakin mengasah kemampuan kita.

Apa saja ketakutan biasanya timbul ? grogi, nervous, salah biacara, suara pelan dan lain sebagainya. Maka yang harus kita lakukan adalah berusaha mengendalikan emosi untuk tetap tenang. Dengan memasang wajah yang penuh senyum,hangat, dan bersahabat maka biasanya kita akan mampu mengendalikan emosi. Perlakukan pendengar sebagai sahabat dekat yang sudah lama kita kenal walaupun itu untuk pertamakalinya kita bertemu mereka. Mengapa? Karena dengan demikian ini akan membantu mencairkan suasana. Ingat, sebagai pembicara kita juga menggiring suasana. Artinya, kita yang membangun suasana apakah suasana akan hangat, kaku atau malahan tegang. Jadi kepribadian kita yang hangat dan bersahabat akan mampu menumbuhkan suasana yang menyenangkan. Dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk mengendalikan emosi.

Bagaiman membangun SELF CONFIDENCE ?

Denga cara SWOT : STRENGTH /KEKUATAN, WEAKNESS/KELEMAHAN, THREATHS/ANCAMAN

Kenali semua itu dalam diri kita, karena dengan mengenali kekuatan,kelemahan dan ancaman maka kita akan mampu membangun percaya diri. Pastikan penampilan kita segar dan cerah. Rapi,bersih dan wangi. Tidak norak, hindari gaya bahasa yang menyudutkan atau menyalahkan orang lain. Hindari membangga-banggakan diri sendiri. Bicara dengan bijak dan santun jauh lebih baik

Persiapan apa saja yang harus dilakukan ? PENYUSUNAN RUN DOWN TOR menjadi sangat penting karena dengan adanya pointers yang jelas akan membuat kita mampu menjelaskan dengan sistematis dan memastikan tidak ada hal penting yang terlewat yang tidak kita bahas.

Demikianlah, sekilas mengenai dunia kominikasi. Jangan lupa, setiap kali selesai memberikan materi lakulan : SELF EVALUATION mengenai performance kita dan materi yang kita berikan. Selalu lakukan : RECORD AND PLAYBACK, dengan begitu kita akan selalu mampu memperbaiki diri hingga semakn lama kita mampu berkonikasi dengan handal.

Semoga bermanfaat ya…
deka

Surat Untuk Anak-Anakku


Oleh : Tati Suyanto ·

Anak-anakku,….
Hari berganti hari, tak terasa kalian tlah semakin bertumbuh.
Kini tugasku bertambah,…
Mempersiapkan kalian untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Sesungguhnya ibu lemah tanpa kalian.
Kalian adalah sumber kekuatan ibu.
Kalian adalah pemberi semangat ibu.
Kalian adalah alasan ibu untuk tetap bertahan menghadapi apapun.
Percayalah nak, apapun akan ibu lakukan untuk membuat kalian bahagia dunia akhirat,…


Buat kaka,….
Bukan ibu tidak mencintai kamu nak,…
Jika ibu memutuskan untuk menyekolahkan kamu di sekolah berasrama.
Banyak hal yang membuat ibu khawatir jika kamu tetap di rumah.
Karena mungkin ibu tidak punya banyak waktu untuk mendampingi kamu di rumah.
Setelah ayah tiada otomatis ibu lah yang menggantikan perannya mencari nafkah.
Seandainya kamu tahu nak, rasa khawatir seorang ibu terhadap anak-anaknya terlebih kepada anak gadisnya,….
Kami para orang tua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak-anak yang merupakan amanah Allah tidak hanya di dunia tapi juga di kehidupan akhirat kelak, jadi ibu mohon padamu nak,….. bekerja samalah dengan ibu dalam menjaga amanah.
Sebagai anak tertua kamu adalah contoh yang akan di tiru adik-adikmu. Kamu tahu kan, setiap kali ibu meminta adik-adik mengerjakan sesuatu, mereka selalu bilang: kaka enggak,…
Seperti itulah nak kira-kira yang bisa ibu jelaskan padamu.

Dengan penuh cinta,
Ibu

25 September, 2011

Flirting

Oleh : Archa Bella 



Lagi mau nulis hal yang "update" sekarang.Serem tapi nyata.Serius Mode On.Semoga menginspirasi.Lagi-lagi dengan gaya bahasa ala ARCHA BELLA.....:P (siapa tau bisa jadi buku..wikikik)




Flirting. Sering kita lakukan - sengaja atau tidak sengaja - or at least pernah kita lakukan. Waktu lagi suka sama seseorang, misalnya, pasti deh kita nge-flirt,walaupun subtle.
Untuk beberapa orang, flirting ini udah bagian dari hidupnya...tiada hari tanpa flirt (Btw, apa sih bahasa indonesianya. hehe..)
Akhirnya kemaren-kemaren ada beberapa teman yang minta utk tulis tentang ini, so..here we go, I guess! hehe..
Ada yg bilang, "ah..flirt kan cuman innocent fun..gak menyakiti siapapun malah bikin others feel good".

Pertama-tama, sebelum kita membahas apa kata Tuhan tentang flirting, mungkin ada baiknya kita bahas dulu apa flirting itu.
Waktu gue coba pake google translate sih flirting itu diterjemahkan jadi "main mata"...haha..padahal yach flirt itu gak hanya main mata doank.
Menurut gue, ada beberapa jenis flirting.
Ada yg subtle kayak "wah...kamu cantik banget hari ini", atau sekedar main mata.
Ada yg lebih berani kayak pegang-pegang pipi, tangan, dll...atau siulan serigala "suit suiitt" (asli! gue paling sebel ama yg satu ini).
Nah....kalo utk cewek-cewek, ada lagi satu jenis flirting yg seringggg banget dilakukan...apa hayooo?
Pake baju sexy! Ayo deh kita ngaku sama-sama kalo kita pake baju cantik-cantik dan bagus-bagus itu lebih seringnya bukan utk diri sendiri tapi utk orang lain: suami, atau cowok yang lagi ditaksir.

Lho, emangnya salah pake baju sexy? Ntar yach dibahas....hehe..

Nah, jaman serba teknologi begini, ada juga flirting yg modern.
Heh? Gimana? Lewat internet!
Kadang-kadang kita online, chatting sana -sini. Awalnya sih cuman pengen nyari-nyari temen..biar punya teman internasional, gitu pikirinya.
Tapi, kalo cuman buat nyari temen, koq lama-lama ngeflirt? Saling kirim-kirim foto,
trus saling puji memuji.."wow, you are so handsome".."wow, you look like an angel..so beautiful beyond words can describe".
Eits..wait..apakah ini salah?
Ntar yach didiscuss. hehe..
So, flirting itu macam-macam jenisnya, mulai dari yg subtle sampe yg berani...mulai dari yg "tradisional" sampe yg modern. Trus, apa sih tujuan flirting itu?

Nah...ini nih yg bikin orang bingung kadang-kadang.
Buat apa kita flirting? Kalo lagi naksir seseorang, biasanya sih flirting itu seperti ngasih "lampu hijau" utk orang itu.
Kalo lagi gak naksir orang? Yach cuman sekedar orang itu feel good about him/herself, atau sekedar kebiasaan.
Emangnya ada yg flirt walaupun lagi gak naksir?
Ada!! Banyak! Bahkan untuk orang-orang yang udah married pun banyak yg masih begini.
Coba deh..ibu-ibu yg udah married, pernah gak lagi ke pasar sama anak, misalnya, trus si tukang jualan nanya:
"Ini keponakannya yach?"
"Bukan! Anak saya".
"Wah!! Anaknya udah gede ibunya masih cantik begini..saya kira keponakannya...".
"ah, si abang bisa aja. Emang kenapa kirain dia keponakan saya?".
"Iya...masih singset! masih kayak anak gadis".
"Ooo..ya iya donk, mas..harus!"

So, orang flirting itu yach macam-macam tujuannya, ada yg utk ngasih "lampu hijau", ada yg yach cuman supaya yg diflirt senang, ada yg hanya hobby, atau ada juga kayak si tukang buah..supaya jualannya laku! -_-'huahahaha....(^.^)

Nah...sekarang, pertanyaan yg penting. Apakah flirting itu salah?
Kalo utk gw pribadi, everything has to be about God..so utk masalah flirting ini, kita juga harus balik lagi ke Tuhan...ask Him what He thinks about it.
ini tentang mengenal Allah dengan lebih dalam lagi, dan mengetahui hatinya..
Ini tentang memuliakan nama Tuhan melalui perkataan, perbuatan, dan pikiran kita.

So..apakah flirting salah? Ya dan tidak. Lho, malah tambah bingung. hehehe...
Gimana dengan pacar? Bolehkah flirt dengan pacar sendiri? Nah, kalo yg satu ini mungkin agakcomplicated.
Menurut gue pribadi, we have to search our hearts waktu kita mau flirt.
Emang sih, flirt itu bisa lewat perkataan atau perbuatan, tapi SELALU dimulai dari pikiran kita. So,kenapa kemarin-kemarin gue shout tentang ini:
"A good person produces good words from a good heart,and an evil person produces evil words from an evil heart"
Ya itu tadi..sebenarnya mau ngebahas tentang ilmu "pe-flirtingan-(holoh2 bahasanya maksa...wkwkwk )

Jangan lupa, flirt itu biasanya jarang hanya stop di situ saja. 
Flirting always leave a mark on your heart.
Kalo ada yg flirt sama kita, kita jadi senang..kita juga jadi lebih gimana gitu sama orang itu.
Kalo sama pacar sendiri, jadi pengen meluk, nyium dll.
Nah, kalo yg satu ini yach kebijaksanaan masing-masing deh..can you stop only at hugging and kissing?
Jangan salah, something as "innocent" as flirting juga bisa menyebar ke hal-hal yg not-so-innocent.Waspadalah-waspadalah (kata bang napi..hihi).

Yach, misalnya begini, untuk orang yg udah married, biasanya kita flirting itu waktu lagi berduaan...waktu lagi intimate..dan flirting utk suami istri.
Hmm..then what you need is God's love! Nobody can make you feel good, except God. 
Nothing can bring satisfaction into your life unless you have a relationship with your maker!
Flirting dengan org gak dikenal via internet mungkin bisa bikin kamu feel good about yourself, tapi seberapa lama?
Lama-lama malah ketagihan!
Tiap hari pulang kantor/kuliah kudu musti harus chatting...trus lama-lama...jadi terobsesi denganchatting & internet.
Remember, obssession is an idol! God hates idolatry!
Dan..jangan lupa..chatting dan mengharapkan "pujian" dari orang lain, walaupun orang gak dikenal lewat dunia maya, bisa merusak rumah tangga bagi mereka yg udah married. Gimana gak? Kalo pulang kerja, eh..malah sibuk sendiri chatting dgn orang lain?
Malam-malam harusnya spend quality time with family, eh..ini malah sibuk spend "quality time" with a total stranger.

Awal yg keliatannya "innocent" bisa dan akan berdampak jauh dan merusak.
So..be wise, and look only to God to make you complete because bahkan suami/istri dan anak2 pun gak bisa bikin kita complete if we don't have God's love in our hearts.

Now, remember also that I am not saying that flirting is bad and a sin. I am merely saying that we need God's wisdom before saying or doing something, and to keep remembering that we are God's people and should always seek to glorify Him in our words, actions and thoughts.

Akhirnya saudara2,teman2 sebangsa dan setanah air..(halah.. )

Isilah pikiranmu dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji,
yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik.

#semoga berguna..salam#