Breaking News

09 November, 2011

Bermetamorfosis dari Kerja Kantoran ke Bisnis Online Sambil Kuliah

Oleh : Asri Ariefa 

Tidak pernah terbayang di benakku sebelumnya, aku akan menggeluti bidang ini. Semenjak selesai kuliah, aku terbiasa bekerja dengan pola 7- 5, maksudnya berangkat jam 7 pagi pulang jam 5 sore. Ketika belum punya suami dan anak, bekerja di luar rumah menjadi hal yang sangat menyenangkan. Tetapi semua berubah ketika aku punya anak.

Yang terpikir saat itu adalah, aku tidak bisa mengawasi anak-anak, tidak bisa menjaganya, tidak bisa menemaninya ketika sakit, tidak bisa mengantar dan menjemput sekolahnya, tidak bisa memeluknya ketika mereka menangis. Ketika akan berangkat kerja suka terbayang suara rengekannya…pengen ikut.

Bingung ketika pengasuh tidak datang. Masa kanak- kanak tidak akan terulang lagi. Kalau pola kerjaku seperti ini terus, anak anak bagaimana? Itulah pemikiranku saat itu.Dengan pergulatan bathin yang cukup hebat, aku putuskan untuk keluar kerja. 

Ternyata keluar kerja belum menyelesaikan masalah, aku malah menghadapi masalah baru yaitu power syndrome. Di sisi lain aku senang apa yang aku bayangkan, menjaga dan menemani anak anak terwujud. Tetapi di sisi lain aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang. Ada ruang hati yang kosong.. Aku menyadari, ternyata disamping mengurus keluarga, aktualisasi diri adalah hal yang harus tetap ada buat seorang perempuan.

Akupun mencoba mengingat jaman dulu, ternyata kalau di pikir-pikir, aku senang berbisnis. Walaupun datangnya timbul tenggelam. Aku masih ingat ketika SMP, aku menjual kue sistik buatan ibuku. Hasilnya aku pakai untuk ongkos ke sekolah, tetapi itu tidak berlangsung lama. Waktu kuliah, aku membawa baju atasan kepunyaan tetanggaku, lalu dijual kepada teman-teman , itupun hanya sebentar.

Waktu jaman kerja, aku membawa dagangan tetanggaku, misalnya sandal tasik, kerupuk gendar, lapis legit, baju muslim, tas. Kalau ada acara Agustusan di kantor , temanku menganjurkan aku buka stan. Disaat orang lain lomba balap kurupuk, balap karung dan balap bakiak, aku malah sibuk berjualan ….:}

Pada saat keluar kerja dan harus di rumah, ternyata aku hamil anak ketiga. Keinginanku untuk memulai bisnis aku redam dulu. Ada TK (Taman Kanak-kanak) di dekat rumah membutuhkan guru, aku ditawari untuk mengajar. Wah asyik nih jadi guru TK. Pergi jam 7 pulang jam 10. Waktu untuk keluarga juga ada.

Saat mengajar di TK, ada penawaran untuk kuliah dari sekolah . Akupun mengambil kuliah lintas jalur dengan jurusanku dulu . Aku pikir , semua ilmu itu baik, tidak ada yang sia sia. Aku bercita cita ingin memiliki TK. Tetapi setelah dipelajari, mempunyai TK bukanlah hal yang mudah di saat anak-anak masih kecil, ditambah lagi aku belum punya lokasi yang memadai. Keinginan itupun terhenti lagi, tapi kuliah tetap berjalan. Mudah mudahan suatu saat nanti mimpi itupun terwujud.

Suatu hari di bulan ramadhan, aku mulai mengajak anakku kedua, Azva Rda Zahira ke mesjid untuk taraweh, tapi belum punya mukena. Terpikir untuk membuat mukena anak. Aku jalan-jalan ke pusat kain, akhirnya kutemukan bahan dan corak yang cocok untuk mukena anakku. Kain sudah ada. Mau diapakan niiih? menjahit tidak bisa. Aku bilang sama suamiku, kalau mau kursus jahit. Suamiku mengijinkan. Jadilah aku kuliah sambil kursus jahit, dan sambil mengajar di TK. 

Dari kursus itu aku bisa membuat mukena dan baju anak-anak. Aku buat mukena anakku. Wah senangnya saat itu, meskipun jahitan pertama ku belum rapi tapi ada kepuasan sendiri. Tak diduga, ternyata mukenaku dilirik tetangga. Dia pun memesan sajadah dan ada nama anaknya.

Di sekolah anakku, mau diadakan pentas seni. Gurunya kesulitan mencari baju anak- anak untuk pentas seni. Aku coba tawarkan desain baju untuk anak anak, ternyata desainku di acc. Buat pemula seperti aku, menerima jahitan dalam jumlah banyak tentulah kesulitan, maka aku menggandeng temanku untuk bekerjasama, dia pun oke. Jadilah proyek pertamaku membuat baju anak-anak.

Ketika pentas seni tiba, senangnya bukan main. Kursus jahit belum selesai, tapi pesanan mulai berdatangan. Mengerjakan berbagai macam aktifitas dengan anak-anak masih kecil, tidaklah memungkinkah. Bukankah tujuan utamaku adalah mengasuh anak-anak. Bukankah tujuan aku keluar kerja adalah untuk anak-anak. Maka harus ada kegiatan yang aku korbankan,

Aku mengambil keputusan off dulu kursus dan mengajar di TK. Kuliah dan menerima pesanan tetap aku jalankan. Melihat responnya positif , fikiranku terus menari-nari untuk membuat usaha rumahan. .Pada saat yang sama , saudaraku yang bisa jahit mencari pekerjaaan. Bagai gayung bersambut, aku ajak saudaraku untuk bekerja di rumah. Aku mulai memberi nama untuk produkku arief, singkatan dari nama ketiga anakku Argi Fauzi Ramdhani . Rida Zahira dan Fakhri Firdausi.

Cerita sedikt niih, anakku yang pertama itu kan namanya Fakhri, anakku protes kenapa Fakhri ga disimpan di depan. Kalau Fakhri di depan, nama brandnya jadi Faria dong, nama sayuran yang pahit itu.. :}

Ketika lebaran datang, pesanan mulai berkembang ke baju muslim anak. Setelah lebaran, kebutuhan baju mulai berkurang. Aku berfikir bagaimana agar penjahit di rumah tidak diliburkan, semantara dia juga punya 2 anak yang harus dibiayai. Kebetulan suamiku dapat pesanan untuk membuat tas. Suamiku juga berwiraswasta di bidang percetakan dan sablon. Order tasnya diberikan kepadaku. Dari pembuatan tas itu ada sisa tas, maka aku bagikan kepada tetangga terdekatku, efeknya ketika tetanggaku ada acara sunatan , syukuran rumah, syukuran pranikahan mereka mengontak aku untuk dibuatkan tas.

Lambat laun variasi jahitanku berkembang dari asalnya mukena anak sekarang ke baju muslim anak, tas berbahan laken , seragam untuk tim volley , seragam untuk tim bulutangkis, sajadah anak yang ada namanya. Mukena kompakan antara ibu dan anak. Kepada konsumen aku informasikan juga usaha suamiku, kartu nama, kartu undangan, stiker, spanduk , buku agenda, kalender dll.

Seringnya pergi ke pusat kain untuk membeli bahan dan survey harga membuat aku hapal sebagian nama jenis kain. Mana kain yang kualitasnya bagus dan jelek, mana toko yang jujur dan mana toko yang menjual terlalu mahal.Terkadang jarak 5 meter pun harga berbeda padahal bahan sama. Ada juga pemilik toko yang mengatakan barangnya kualitas no. I (KW 1) , ketika survey lagi ke toko lain, kain tersebut ternyata KW 2.

Ketika muncul facebook, aku mulai promosi lewat FB, aku upload foto- foto kreasiku , terkadang modelnya anak ku, saudara dan tetangga di dekat rumah. Pertama buka FB, aku tawarkan dulu ke teman -teman yang aku kenal dulu. 

Pada saat ramadhan, teman- teman lamaku mengontak untuk reuni. Jadilah ramadhan diisi reuni dari mulai teman SMP, teman SMA dan teman kuliah. Pada saat itulah aku mencoba membawa sampel produksiku. Alhamdulillah responnya postif. Dari facebook pula lah, pesananku mulai bergairah ke luar daerah. Pernah Facebook - ku tidak bisa dibuka terkena hacker, akupun membuat lagi facebook dengan nama baru.

Pertengahan 2011, aku dipertemukan dengan Teh Indari Mastuti , leader di group Ibu Ibu Doyan Nulis, ia menawarkan pembuatan seragam IIDN. Aku senang mendapat kepercayaan dari Teh Indari Mastuti. Aku menerima kerjasamnya. Aku berharap seragam IIDN berkenan di hati ibu ibu semua yaaa……^_^

Ketika aku terjun ke dunia bisnis, pengalaman dulu selama bekerja terasa sekali manfaatnya. Mengetahui bagaimana administrasi , manajemen keuangan, akunting, komunikasi, kedisiplinan , marketing , menjalin kerjasama dengan relasi bisnis , partner kerja dan konsumen .

Saat ini aku masih punya anak masih kecil-kecil . Aku harus sekuat tenaga berbagi fikiran dan tenaga antara anak dan bisnis. Aku tidak mau gara- gara berbisnis , anak jadi kurang perhatian , maka waktu yang aku sediakan untuk berbisinis hanya setelah anak- anak telah terpenuhi kebutuhannya.

Aku bersyukur punya suami yang selalu mendukung aktifitas yang aku lakukan selama itu positif . Di semua bidang , permasalahan pasti ada, begitupun dengan berbisnis. Misalnya ketika penjahit sakit sementara pesanan harus selesai sesuai jadwal yang telah disepakati, pembayaran yang tidak tepat waktu dari konsumen, pesanan yang tidak langsung diambil, jahitan yang tidak sesuai, asisten di rumah tidak datang.

Setiap menghadapi permasalahan aku selalu punya keyakinan , di balik kesulitan selalu ada kemudahan, maka aku yakin ketika aku menghadapi kesulitan maka Allah SWT sudah menyediakan seperangkat solusi. 

Dari pengalamanku berbisnis, aku ingin berbagi ilmu meskipun sedikit tapi semoga bermanfaat :

Jangan takut mencoba

Ketika ada peluang bisnis di depan mata, mulailah mencoba untuk melakukannya. Ketika kita menghadapai kegagalan, jangan lari, hadapi saja . Kegagalan adalah pengalaman yang berharga. Sehingga ke depannya kita tinggal memperbaikinya agar lebih baik.

Mulai dari modal yang terjangkau

Mulailah bisnis dengan modal yang kita miliki dulu, manfaatkan uang yang ada. Misalnya kita akan berbisnis pulsa , cukup dengan modal Rp. 100.000,00 maka bisnis sudah mulai bisa terwujud.Keuntungannya kita kumpulkan sehingga modal bertambah

Menjaga kejujuran dan kepercayaan

Kejujuran dan kepercayaan adalah modal utama dalam segala hal, maka dalam berbisnis pun kita harus bisa menjaga keduanya. Setitik apapun yang kita lakukan, Allah SWT selalu melihat kita.

Bekerja keras

Hasil yang memuaskan selalu disertai kerja keras, maka buat pebisnis harus mau bekerja keras, mengerahkan semua tenaga untuk berbuat yang terbaik bagi konsumen tanpa disertai keluhan.

Tawaakal

Lakukan yang terbaik , maksimalkan usaha tapi hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT, kalau sukses berarti kita harus bersyukur, kalau gagal berarti kita harus bersabar, sambil tetap berusaha untuk melakukan perubahan.

Menikmati proses

Tidak ada kesuksesan yang datang secara tiba- tiba, semua ada prosesnya. Maka ketika kita menjalan proses tersebut, jalankan dengan ikhlas. Jangan dulu ingin cepat cepat menikmati hasil karena semua ada waktunya.

Siapkan mental positif

Ketika kita menawarkan produk dan produk kita belum dilirik, jangan putus asa. teruslah berusaha melakukan yang terbaik sampai orang percaya dan yakin dengan kulaitas produk kita. Pesan bijak mengatakan, lakukan yang terbaik tapi jangan merasa menjadi yang terbaik.:}