Breaking News

01 October, 2011

Suamiku, Izinkan Aku… Menulis Lagi



Oleh :  Dhia Nisa.

*catatan sang Baby Writer ^_*

Menuju titik 9 tahun mengayuh biduk bersama. Tanpa ku mengenalmu lebih sebelumnya. Tanpa kau mengenalku serupa. Hanya berharap ridha-Nya, Bismillah… kita melangkah dalam kesederhanaan, dalam keterbatasan.

Dengan mengenal sebelumnya pun, aku pikir orang-orang di luar sana, ketika memasuki jenjang pernikahan, pasti akan terkaget-kaget dengan pasangan masing-masing. Koq jadi begini ya? Koq begitu ya dianya ternyata? Sungguh terkadang di luar harapan-harapan indah sebuah pernikahan.


Apalagi aku yang notabene berpendirian ‘nikah dulu baru pacaran’. Sama saja kenyataan yang dihadapi. Serba terkaget-kaget. Serba sport jantung. Pergelutan hati yang terasa tak penah henti. Tumpukan aktivitas baru yang juga silih berganti seakan memakan waktu-waktu biasaku dulu dengan lumatnya.


Kini, menjelang titik balik ijab kita, semua badai Insya Allah telah kita pegang kuncinya. Hingga datang lagi mendera, kita tahu kunci mana yang harus kita pakai untuk menyelesaikannya. Semoga.


Suamiku, menulis memang bukan suatu kebiasaanku dulu, tapi sudah menjadi kebiasaanku kini. Aku ingin sekali meninggalkan jejakku di sini, di dunia ini, jika telah sampai waktuku kelak. Beri aku jeda sedikit saja untuk menorehkan isi kepala dan hatiku. Kan ku penggal waktu tidurku, di sisa sepertiga malamku. Di sanalah waktu ternyamanku untuk memulai impian-impian yang kian membuncah. Suamiku, kumohon ridhomu.*

Suamiku menjawab, “Abah ridho ma.” ^_*



Samarinda, 27 Mei 2011, Ba'da Subuh

0 komentar:

Post a Comment