Breaking News

12 October, 2011

Jodoh


Oleh : Sikuncung Shyshycat 

Saya ingin sekali menuliskan sebentuk tulisan yang indah tentang Bapak, ayah saya, seperti halnya teman-teman yang memposting tulisan indah tentang ayah mereka. Tapi sekarang sepertinya bukan waktu yang tepat. Bukan karena ayah saya tidak indah, tetapi akan kurang pas bila karakter Bapak saya kemas menjadi cerita yang mengharu biru keungu-unguan, 
Demikian pula dengan ibuku, rasanya sedikit kesulitan mengemas cerita tentang beliau kedalam kertas kado berwarna merah muda. Silver mungkin lebih pas. 

Apa yang dikatakan mantan pacarku yang sekarang sudah menjadi bapak dari kedua anakku waktu pertama kalinya ia kuizinkan singgah di rumahku?. “Keluarga yang ideal” katanya. 

End what? End what? (baca: ape? Kage sale bro?). Kok bisa kalimat itu meluncur dari mulutnya?. Rupanya si mantan pacarku itu mendengar gelak ibu, ayah dan adikku dari kamar sebelah. “Ha?” kataku terkejut.

Kadang aku bertanya apakah ayah dan ibu  dulu menikah karena dijodohkan?. Sepertinya 1001 alasan dari 101 kejadian, selalu siap mendukung ketidakcocokan itu. Di dapur, di ruang tv, di beranda, selalu saja ada keributan kecil yang dibuat mereka. 

Seringnya yang mereka ributkan adalah hal-hal remeh bahkan konyol. Kalau sudah begitu mereka saling mengadu padaku, yang seringnya sih kujawab dengan senyum atau ngakak, tergantung dari level kebodorannya. Lain halnya dengan adikku yang lebih ekspresif dan masih mahasiswi itu, dia sering terlibat dalam percekcokan rutin tersebut, bahkan bukan jarang akhirnya jadi percekcokan segitiga (nggubrakkkk!.)

Kenapa sih tuhan menjodohkan mereka? Pertanyaan retorik itu seringkali menggelitikku. Aku sangat tahu kalau itu sangat tak penting untuk dipertanyakan. Bukankah perbedaan itu hal yang pasti terjadi dari dua kepala yang diserumahkan?. Bukankah aku dan suamikupun kadang begitu?. Iya sih.. tapi tidak begitu-begitu  amat duehhhh! Wakaka!.

Percekcokan terakhir yang mereka adukan adalah tentang lokasi menanam tanaman Binahong, tanaman obat dengan banyak khasiat. Ibu ingin tanaman itu ditanam di perbatasan antara garasi dan teras, sedangkan bapak lebih setuju kalau tanaman itu ditanam dipinggir halaman dekat tembok saja. Ibu bilang kenapa harus disitu agar tanamannya nanti merambat ke pilar di perbatasan situ, bapak bilang nanti menghalangi  keluar masuk mobil. Hadeuuuuuuhhh! Aku yang sore itu sedang bad-mood langsung ngeloyor ke ruang depan sambil menggerutu “begituan aja diributin!”. 

Tapi biasanya tidak berapa lama, paling lama dua hari (eh lama ya itu mah? hehehe) mereka sudah saling mentertawakan lagi, (nepok jidat). Seperti juga malam itu, mereka sudah sama-sama lagi nonton Nazaruddin. (Plis degh agh…!).

Ayahku seorang yang lurus dan kaku, mungkin kebanyakan lelaki seperti itu ya?. 180 derajat dari  ibuku yang supedupe nyeni abiss, kadang membuatku melongo karena  ide-idenya yang tak biasa. 

Bapak adalah jenis sesuai aturan sedangkan ibu adalah pendobrak aturan. Sepertinya itu yang membuat si Bocah Tua Nakal (sebutan untuk bapak) dan si Mc.Gyver (sebutan untuk ibu) kerapkali ribut.

Ah, jodoh..

Itulah yang menyebabkan rumahku tidak seperti cerita di buku pelajaran Bahasa Indonesia, dimana ayah Badu sedang membaca Koran dan Ibu Badu memasak di dapur. Di rumahku, Bapak tak kalah enak nasi gorengnya, Bapak yang memasak gulai lebaran, Bapak yang “mengusir” anak-anaknya dari dapur karena kekakuan kami memegang wajan dan sinduk. Ibu hampir bisa segalanya, kecuali urusan listrik dan mobil.

Sekarang mantan pacarku sudah tahu itu, tapi ia masih berkomentar “asyik”..hmm syukurlah. Buatku mereka yang terbaik, karena sudah menyayangi suamiku seperti anaknya sendiri. Bagiku mereka yang terbaik walaupun aku kesusahan mengangkat cerita tentang mereka menjadi tulisan bergenre chicken soup. Mereka yang terbaik karena sudah bermilyar kali memberiku pelajaran tentang bagaimana Memaafkan.Maka lupakanlah kertas kado ungu kepinki-pinkian, atau merah keoranye-oranyean. Silver juga bolehlah, atau hejo tai kuda metallic?

*Maafkan saya pak JS. Badudu.. Maafkan saya Kamus Besar Bahasa Indonesia..









7 komentar:

Sindonews said...

Mantan pacar itu apakah jodoh yang tidak di restui Tuhan?



Makanan Sehat Teknologi Dunia

El Baihaki said...

Jodoh itu ya sesuatu yang unik.. Kadang ketemunya tidak disengaja, yang disengaja malah bukan jodohnya. :D


Situs Travelling | Sejuta Informasi

Power Game said...

Senangnya masih ada Ayah atau orang tua, Ayah saya sudah tidak ada sejak umur saya 7 Tahun, dan kini umur saya sudah 30 tahun, sungguh perjuangan hati seorang anak hidup tanpa orang tua.

artis korea | wardah | cupcake | gadget

deric santoso said...

jodoh merupakan takdir :v

http://www.duniaberbicara.com/resep-2/cara-membuat-resep-pancake-spesial.html
http://breaktime.co.id/
Jadwal Arema Terbaru

Hoshi Nee said...

kadang juga berfikir tuhan sudah menentukan jodoh? :3 kenapa jodoh
gak datang karena usaha keras kita mendapatkannya? eaaaa xD

Mas Malindo said...

Selamat sore ibu-ibu doyan nulis.. namanya aja ibu-ibu doyan nulis pasti nulis apa aja akan enak dibaca,, saya betah baca tulisannya,, tp tolong ya bikin artikel tentang ayah.. saya suka sekali :) terimakasih

chenlina said...

ralph lauren outlet
ralph lauren
christian louboutin shoes
cheap oakley sunglasses
cincinnati bengals jerseys
nike nfl jerseys
louis vuitton
sac louis vuitton
pandora uk
abercrombie kids
chenlina20170206

Post a Comment