Breaking News

13 October, 2011

Cinta Yang Tak Lekang Oleh Kematian Farida-Farida


Oleh Mukti Amini Farid 

Bapakku bernama Farid. Ibuku bernama Farida.

Sangat besar cinta bapak pada ibu. Sejak sebelum ibu tiada pun, bapak sudah rajin mengoleksi foto ibu dari masa ke masa dan disusun dalam album khusus (tentu album untuk masing-masing anaknya juga, tidak hanya ibu).Saat ibu ulang tahun, biasanya bapak juga menyiapkan hadiah yang unik, meski tak mahal.

Tak berapa lama ibu meninggal, bapak menulis puisi. Puisi ini dipajang di kamarnya, bersama berbagai foto ibu ukuran 10R yang sengaja dicetak ulang dan dipigura. Jika pergi jauh, salah satu foto dimasukkan tas travel bapak, untuk obat rindu, kata bapak....


Cinta yg tak pernah terpisahkan....

Berikut puisi bapak, sebulan setelah ibu berpulang:

Tiada hari tanpa duka
Tanpa dia segalanya hampa
Seakan pergi akan kembali
Faridah indah, hatiku gundah
Farida primadona, jiwaku merana
Farida Farid dua nyawa bersatu
Satu tiada satu menahan rindu
Dimana-mana bersua
Tapi tak bisa disapa
Semoga dikau tenang di alam barzah
Menunggu masuk surga
Di alam akherat
Daku rela
Semuanya kuasa Allah Taala

21031940-21032006, 66 tahun
Sebulan pemakamanmu

Foto2 ibu, sebanyak 22 lembar, dipajang bapak dari masa ke masa (1950 sd 2004), yang didisplay bapak dalam album khusus bertitel FARIDAH.Sebelum ibu wafat, album ini sudah ada tapi baru foto sampai tahun 60-an. Setelah ibu wafat, bapak meneruskannya...

Cinta yang begitu besar...

Lalu, saat genap 3 bulan ibu berpulang, Bapak menulis puisi lagi. Juga dipajang dikamarnya bersama foto2 ibu.

Sejak sebulan sebelumnya, nampaknya bapak juga mulai rajin menyusun surat - surat mereka berdua, disusun secara kronologis. Termasuk surat bapak untuk calon mertuanya, ayah ibunya, saudara, juga anak-anaknya. Surat-surat ini disusun seperti kliping dalam dokumen keeper khusus plastik transparan, sehingga jika ingin melihat tak perlu mengacak2 surat2 yang kertasnya sudah berusia puluhan tahun tersebut. Berikut puisi singkat bapak:

fotomu, suratku, suratmu
kenangan indah masa lalu
semoga memupuk cintaku kepadamu
semurni cintamu kepadaku

20062006,
(tepat tiga bulan ajalmu)

Ini sebagian yang berhasil ku lacak. Masih cukup banyak arsip bapak yang lain. Rasanya kalau mampu kurekam semua, bisa menyaingi Di Bawah Bendera Revolusi-nya Soekarno, mungkin :)

Kini, bapak menyusul kekasihnya, cinta sejatinya. Bertemu dengan kekasih yang empat tahun ini selalu dirindukannya. Di Surga, Semoga :)

~mengenang lelaki hebatku

pamulang, 26 April 2011

1 komentar:

obat impotensi di apotik said...

saya suka artikelnya

Post a Comment