Breaking News

14 September, 2011

Lelaki Kecilku Mengenal Cinta ? Oh...NO !!


Oleh : Sasmi Ummu Jundi 

“Ummi tahu nggak, mas kan pacarnya Sasha “ lapor gadis kecilku suatu sore ketika kami sedang menonton kartun kesayangan anak-anak.

Sang abang yang kena lapor terlihat memerah mukanya.

“Nggak ding mi, bo-ong tahu, enggak mi sumpah “ lelaki kecilku mencoba membela diri sebelum ditembak umminya. Aku hanya mesem saja tak menanggapi serius. Paling candaan adiknya saja.

“Yah...ummi nggak percaya sih, aku lihat kemarin Sasha kasih surat ke mas “ sang adik tak kalah gencar memberikan laporannya.

Aku sedikit kaget, mencoba bereaksi sewajarnya saja. Sambil menyusun strategi untuk mencari kebenaran berita sang adik. Karena aku tahu lelaki kecilku ini semakin didesak maka akan semakin menjauh dan akan bungkam selamanya.

“Ih...adek, sok tahu, enggak ummi, bener...suer ...” elak sang abang sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya. Melihat gelagatnya tak mungkin lelakiku ini mengaku apalagi didepan adiknya. Kalau sudah begini harus berdua saja bicaranya. Harga diri anak lelaki sangat tinggi, tak mau direndahkan oranglain.

“Kakak...., tidak baik menuduh tanpa bukti, memangnya kakak tahu kalau surat itu untuk masmu ? siapa tahu untuk teman Sasha yang lain , masmu hanya perantara, ya mas ? “ aku mencoba membela anak lelakiku dengan harapan dilain kesempatan dia mau jujur padaku.

“eh...eehhh...sebenernya surat itu emang buatku mi, tapi surat biasa kok, bukan pacar-pacaran, lagian aku kan baru kelas 4, masa pacar-pacaran “ sang abang mencoba jujur menjelaskan, poin plus untukku, setidaknya lelaki kecilku ini mulai terbuka.

“Memang isinya apa mas ? boleh Ummi lihat ? “ pintaku memohon

“eh...eeehhh...udah aku robek mi, aku malu ah. Udah deh jangan bahas itu. Lagian adek sih, pake lapor ke ummi segala. Yang penting aku kan ga pacaran sama dia titik. “ dia mencoba menghindar.

Beberapa hari kemudian,

Kutemukan sebuah SMS diponsel CDMA ku, yang sering dipakai anak-anak untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka.

Ditujukan untuk anak lelakiku dari nomor tak dikenal.

~ Jundi, lagi ngapain ? ~

 begitu bunyi sms pertama .

~ kok ga dijawab sih ? ~

Rupanya anak lelakiku tak menjawabnya

~ aku sedang memikirkanmu ~

Deg !

Sms ke tiga ini sungguh membuatku kaget.

 Berjuta tanya menggelayut diotakku. Siapa pengirimnya ? Kusimpan sms ini. Sebagai alat untuk melacaknya nanti. Sengaja tak kutunjukkan ke anak lelakiku ini.

Hari-hari selanjutnya aku perhatikan anak lelakiku semakin intens dengan ponsel . Suatu hal yang belum pernah dilakukannya.

Kucoba dekati anak sayangku ini

“Mas, asyik betul sms-an nya, sms sama siapa sih ? “ tanyaku

“Eh...eehh ...sama temen mi ..” anakku tersipu sambil menutupi ponselnya.

“Coba , boleh ummi lihat apa isi smsnya ? “ pintaku berharap.

Setengah malu, setengah terpaksa akhirnya digelontorkan ponsel itu padaku.

Kubuka satu – satu sms dari nomor yang sama.

“Dari Sasha, mi “ belum sempat aku bertanya, anakku sudah menjelaskan.

Dari beberapa sms yang masuk , membuat aku geleng-geleng kepala . Bahasanya seperti orang dewasa yang sedang jatuh cinta. Takjub,heran,miris semua rasa jadi satu. Hanya bisa beristighfar lirih.

Ada satu bunyi smsnya yang membuatku kaget..get...get...get

“Jun...aku takkan bisa hidup tanpamu, please balas cintaku. I Love You “

Gubbraaggg. Pasti anda pun kaget. Anak kelas 4 SD loh.....

Wah benar-benar korban sinetron nih.

Aku melirik anakku, ingin melihat ekspresi wajahnya. Hanya tertunduk sambil memainkan lemarinya. Serba salah sikapnya.

“Apa jawabanmu mas, setelah membaca sms Sasha ini ? “ hati-hati aku mengorek keterangan darinya. Mencoba untuk tidak menuduh tapi ingin berbicara dari hati kehati.

“Awalnya aku juga kaget mi, plus heran. Ih...nih cewek apa maksudnya sih. Aku juga nggak tahu harus jawab apa. Yah...aku diemin ajah. Tapi aku jadi malu kalo ketemu dia mi ...”

 akhirnya mengalirlah cerita itu dan apa yang dirasakan oleh lelaki kecilku ini.

“Tapi, kamu masih main sama dia kan ? “

“Masih sih...tapi yah agak gimanaaa githu, habis temen-temen juga jadi ngeledek githu....”

“Ya udah, nggak usah ditanggapi, cuekin aja, kamu main dengan dia dan temen-temen yang lain seperti biasa . Asal interaksinya jangan berlebihan . Mainnya tidak boleh hanya berdua tapi barengan temen-temen yang lain, yah.... “ ingin rasanya aku menjelaskan tentang bagaimana islam mengatur interaksi dengan lawan jenis , tapi masih berfikir dua kali mengingat anakku belum memasuki usia baligh.

Kebetulan anak lelakiku ini memiliki gang bermain yang terdiri dari 6 laki-laki dan 2 perempuan, usia mereka tidak terpaut jauh . Diantara 2 perempuan tadi , Sasha lah yang terlihat lebih dewasa. Mungkin faktor pendidikan dikeluarganya dan tayangan TV yang mempengaruhi hingga lebih cepat matang jika dibanding anak seusianya.

Selama ini aku hanya mengontrol dari jauh aktivitas geng tersebut tanpa mengekang, sesekali ketika mereka berkumpul dirumah aku ikut nimbrung bersama mereka, membahas topik yang sedang hangat dibicarakan sambil sesekali menyelipkan nasihat tentang Islam, Allah, ibadah, akhlak mulia dan lain-lain.

Sungguh tantangan berat bagi orang tua zaman sekarang, arus media yang begitu gencar menawarkan ide kebebasan bergaul, tayangan sinetron yang lebih banyak menampilkan pacaran ,kekerasan rumah tangga,perselingkuhan dan sederet nilai negatifnya yang akhirnya membuat para orang tua kudu ekstra hati-hati memilih tontonan. Alih-alih mencari hiburan malah akan merusak akhlak anak-anak kita. Pun dituntut untuk bisa membangun komunikasi yang efektif agar anak tidak sungkan mencurahkan isi hatinya kepada kita orang tuanya, bukan kepada orang lain.

Akhirnya kukembalikan semuanya pada sang Maha Penjaga,hanya Allah sebaik-baik penjaga . aku hanya dapat memohon agar anakku dijaga dan dihindarkan dari hal-hal yang buruk yang dapat mempengaruhi jiwa fitrinya.

0 komentar:

Post a Comment