Breaking News

17 September, 2011

Impian Lantip


Oleh : Tatit Ujiani 

Siang yang panas serta terik menyengat di sekujur tubuh,membuat peluh tak berhenti keluar dari raga.Setelah beraktivitas di kantor rumahku,tepatnya dapur tentu saja.Yang tiap hari harus ngebul untuk menghidangkan santapan yang menggoyangkan lidah anakku.Walau hanya bisa masakan praktis ,yang penting habis dan laris manis di meja makanku.(.hihihi...maaf bu..agak narsis ...)

Pulang sekolah anakku Lantip,menaruh sepedanya ke dalam,ganti baju langsung main bola.Ya anakku yang kedua ini memang hobby sekali dengan bola,tendang sana,tendang sini seakan tak ada lelahnya.Istirahat sebentar minum sholat ashar kemudian main lagi di fasum depan rumah dengan teman-temannya.

Satu malam ketika berkumpul bersama di depan televisi yang sedang menyiarkan pertandingan sepak bola.Lantip nyeletuk

"Aku pengin jadi pemain sepak bola,aku kepengin sekolah di London Inggris."

Diriku hanya tersenyum simpul dan berujar, "Insya Allah dik..amin..simbokmu hanya bisa berdoa."

Dipeluknya diriku,sambil dipijatnya tanganku

"Sekolah sepak bola itu mahal nggak mbok..."

"Ya...mungkin,tapi kan ada bea siswa kalau adik berprestasi dan doa setiap habis sholat agar dipermudah mendapatkan cita-citamu itu.Insya Allah kamu bisa."

Sebagai simbok aku hanya bisa menyemangati dan membuat impiannya tak terhapus dari dirinya biar lantip tambah rajin belajar serta rajin sholat.Semangat berlatih dengan tim futsalnya setiap hari Sabtu.

Lantip yang keranjingan dengan bola,akhirnya suka mengkoleksi baju bola dan pernak pernik Manchester United.Hampir tiap hari memakai baju bola seperti Yusuf bin Sanususi di sinetron bajaj bajuri.Yang membuatku juga menemani serta membangunkannya 

Hanya sekedar menonton pertandingan bola . Terutama jika jagoannya sang Manchester United bertanding,obsesinya ingin seperti berbatov dan Rooney atau kiper belanda Iker Casilas.Jika pemain dalam negeri,selain Irfan Bachdim,Kim Jefrey Kurniawan juga si El loco Gonzales.

Pernah hari Sabtu ditengah hujan gerimis aku ditariknya untuk mengantarkan ke GOR Deltras Sidoarjo untuk lihat pertandingan bola.Berhubung pak'e sedang dinas luar kota,akulah yang menemani. Kuterjang gerimis hujan dengan si motor merah kesayangan. Terpercik hujan tak goyahkan hati  Lantip untuk meninggalkan stadion aku hanya bisa geleng kepala dan ikut menikmati permainan Deltras melawan Bontang.Sebenarnya pertandingan ini bisa dinikmati di sala satu televisi swasta namun Lantip ingin melihat secara langsung. Weeeeeeeeeees .... weeeeeeeeerr...kukabulkan juga walau dengan terpaan sang hujan..sayang anak...sayang anak....kapan lagi akan menikmati dan dekat dengan mereka kalau bukan sekarang di masa kecil dan masih bau kencur.Ketika anakku sudah menemukan tambatan hatinya mungkin masa-masa kedekatan dengan mereka akan berkurang hehehehhehehehe...

Dengan segenap impian Lantip yang masih panjang dan harus melalui proses untuk meraihnya,aku hanya bisa mendorong semampuku dan tak akan memadamkan impiannya. Teruslah berjuang anakku raihlah impianmu.Kejarlah dan tetaplah semangat.Sekarang kau hanya jadi penggemar siapa tahu jika Allah sudah menghendaki kau akan jadi idola pengganti Gonzales atau bisa tembus ke luar negeri dilatih oleh Berbatov.Yaaaah..kejarlah mimpimu ...mimpilah setinggi langit namun juga kau lihat kemampuan orang tua serta fisik dan kondisimu nak....

Jika sekarang kau hanya punya impian mengejar tandatangan pemain nasional dan pemain DELTRAS siapa tahu kau beberapa tahun lagi yang akan dikejar penggemar dan dimintai tanda tangan.Si mbok disini hanya bisa berharap raihlah duniamu tapi juga harus imbang dengan akhiratmu.Jangan lupakan sang pemberi kenikmatan dan kesulitan yaitu sang Maha Esa alias Allah SWT.Ayo kejaaaar mimpi itu Lantip.Triring doaku selalu.

0 komentar:

Post a Comment