Breaking News

21 September, 2011

Curi - Curi Waktu Senggang


“Akhirnya ada waktu senggang untukku”

Oleh : Deka Amalia

Aku menoleh ke jam dinding,hemm…jam 1 malam sudah.Ku toleh ke tempat tidur suamiku yang telah terlelap sementara ketiga anakku sejak jam 10 telah nyenyak.Setelah merapikan meja makan dan menyiapkan berkas mengajar untuk esok hari aku kembali terpekur di depan layar komputer. Kemana perginya segala ide yang berkejaran sejak pagi menanti untuk dituangkan.Mengapa semua seolah lenyap ketika aku punya waktu untuk menuangkannya. Terlalu lelah ternyata hingga tak mampu lagi untuk berfikir.
Aku menghela nafas.mematikan komputer dan beranjak ke tempat tidur.Memejamkan mata tetapi tak juga lelap.Terasa sesak.

Teringat sejak jam setengah empat aku bangun setiap pagi,mengejar segala rutinitas pagi.Menyiapkan segala kebutuhan suami dan anak-anak.Pakaian kerja suamiku,seragam ketiga anakku,bekal sekolah dan sarapan pagi.Asisten rumah tanggaku baru muncul jam 6 pagi merapikan dapur bekas aku masak di dini hari.Setelah itu suamiku berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah mereka.Akupun dengan terbirit birit menyiapkan diri untuk berangkat mengajar.Pagi yang melelahkan dan setelah itu rutinitas mengajar hingga pulang ke rumah di sore hari kadang harus mampir supermarket membeli segala kebutuhan dan dalam perjalanan memikirkan menu makan malam dan sarapan pagi.
Aku menghela nafas waktu 24 jam ternyata tak menyisakan waktu bagi ku untuk diriku sendiri.Tak terasa air mata menitik,ingin kunikmati satu waktu dimana aku bisa memuaskan diri sejenak.

Tiba di rumah di sore hari ketiga anakku yang rindu padaku menyerbu dengan rentetan cerita.Berceloteh kegiatan mereka seharian di sekolah,mengingatkan aku untuk membantu tugas sekolah mereka,memaksaku untuk mendengarkan semua keluh kesah..Menyenangkan memang tetapi waktu beranjak malam.Suamiku pulang,menemaninya makan malam,sedikit pijatan untuknya sebelum ia terlelap dan membiarkanku terpekur kembali hingga tengah malam.

Mengapa aku menangis malam ini? Ada sesuatu yang ingin kulakukan tetapi tak pernah bisa.Semua hanya tersimpan di kepala setelah itu menguap ntah kemana.Bertahun kujalani ini terasa meyesakan.Aku bahagia..sungguh..kuingatkan diri untuk selalu bersyukur memiliki suami yang baik,penuh kasih dan bertanggungjawab.Memiliki ketiga bidadari kecil yang pintar,sholehah,cantik. Sangat membahagiakan.Sungguh kufur nikmat rasanya aku jika tidak bersyukur.Tetapi ada sesuatu yang tersimpan,sebuah keinginan yang terpendam dan semakin lama menyesakkan karena kusimpan rapat dalam hati.

Isak tangisku membangunkan suamiku.Terpana ia melihatku begitu sedih.”Ada apa?” tanyanya lembut.Aku terdiam.Ia merengkuhku dalam pelukannya yang selalu hangat kurasakan.”Bicaralah jika ada sesuatu.”  Lanjutnya. “Aku ingin punya sedikit waktu.” Kataku tersendat. “hah…?” ia terkejut tak mengerti.
Kujelaskan jika aku ingin bisa menulis,sering punya ide tetapi tak pernah bisa ada waktu menuangkannya. Waktuku habis hanya untuk segala rutinitas yang wajib aku lakukan setiap hari. Ia tertawa. Lho kok aku malam ditertawakan batinku.
“Itu salahmu sendiri,kau terlalu memanjakan aku dan anak-anak.Kami tak pernah meminta tapi kamu melakukan semua untukku,untuk anak-anak.ada hal-hal yang bisa aku lakukan dan biarkan anak-anak juga belajar bertanggungjawab mengurus diri mereka sendiri”
Aku tertegun

“Kamu memang sayang pada kami tetapi tak seharusnya semua kamu lakukan sendiri.Tau gak kamu itu ibu teladan tetapi yang ada kamu terlalu lelah.”
“Tetapi itukan kewajibaku” kataku perlahan
“Kalau kamu berbagi bukan berarti kamu melepas kewajiban tetapi kita melakukannya semua bersama.”
“Maksudnya?” Aku masih tak mengerti
“Biarkan aku membantumu dipagi hari.Biarkan anak-anak menyiapkan seragam dan tas sekolah mereka sendiri.Biarkan mereka bertanggungjawab mengerjakan tugas sekolah mereka.”

Aku tertawa…ternyata sederhana sekali jalan keluarnya.Perlahan hatiku yang sesak terasa mencair. Aku mengucapkan terimakasih pada suamiku dan tertidur lelap setelah mengucapkan syukur.Esok aku akan bicara dengan anak-anak.Mereka pasti dengan senang hati bersedia membantuku. Aku bermimpi,esok akan ada waktu senggang untukku hingga akhirnya aku bisa menikmati menekan tuts komputer.Membiarkan segala ide tertuang disana.

0 komentar:

Post a Comment