28 August, 2011

PRESS RELEASE: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Facebook

FACEBOOK bukan hanya urusan STATUS nggak penting, Facebook bisa jadi lahan pemberdayaan perempuan juga. Grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) salah satu grup yang serius melakukan hal ini. Grup yang berdiri di bulan Mei 2010 ini didirikan oleh seorang Ibu Rumah Tangga yang juga menekuni bisnis Agensi Naskah dengan nama Indscript Creative kini beranggotakan hampir 5000 orang ibu. Ibu Rumah Tangga itu bernama Indari Mastuti memang mantap melakukan pemberdayaan perempuan secara online dengan bidang pekerjaan MENULIS. Ya, menulis!
MENULIS merupakan salah satu kegiatan yang sebetulnya bisa dilakukan oleh semua orang. Sayangnya, kebanyakan orang sebelum memilih menjadi penulis sudah merasa bahwa dirinya ‘tidak berbakat’ untuk menulis. Padahal, hanya dengan konsistensi dan komitmen menjalankan aktifitas menulis setiap hari, akan membuat setiap orang terlatih menuliskan apa yang ada di kepalanya.
Profesi menulis yang dianggap hanya orang yang ‘berbakat’ yang bisa menjalankannya akan dikampanyekan sebagai satu profesi yang semua bisa melakukannya, termasuk IBU-IBU RUMAH TANGGA. Malah, justru dilatarbelakangi oleh aktifitas ibu-ibu yang hanya sumur-dapur-kasur, aktifitas menulis akan menjadi satu bagian keseharian yang kelak akan menghasilkan lebih dari sekadar karya. Ibu-ibu yang akhirnya memilih jalur menulis sebagai aktifitas keseharian tanpa meninggalkan rumah, akan mengalami lonjakan PRODUKTIFITAS baik secara ilmu, karya, maupun materi. Hadirnya grup ibu-ibu doyan nulis akhirnya dilatarbelakangi niat untuk meningkatkan produktifitas para ibu di berbagai hal. 
Anggota IIDN yang kebanyakan ibu rumah tangga itu diajari bagaimana cara membuat outline yang baik agar dapat menembus dan menarik hati penerbit, bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik dari ide-ide sederhana yang ada di sekitar. Di IIDN, anggotanya juga diberikan pelatihan-pelatihan menulis secara berkala baik secara online, maupun offline. Secara nasional maupun per wilayah masing-masing. Karena semakin bertambahnya anggota Grup IIDN dari hari ke hari yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke mancanegara, maka diputuskanlah untuk membagi IIDN ke dalam wilayah-wilayah yang masing-masing dipimpin oleh Koordinator Wilayah (KORWIL) yang telah ditunjuk. Kini sudah ada sekira 22 Kordinator Wilayah di berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri yang berpusat di Jepang. Masing-masing korwil bertugas untuk mengatur arus informasi yang berasal dari Pusat ke Wilayah ataupun sebaliknya. Dalam waktu dekat IIDN akan membuka 25 korwil di 25 negara di dunia.
Saat ini, proyek terbaru yang sedang dikerjakan oleh para anggota IIDN adalah beberapa proyek penulisan buku antologi (kumpulan kisah). Beberapa di antaranya yaitu :
  1. Storycake For Ramadhan (Penerbit, Gramedia Pustaka Utama, 2011). Buku antologi terbaru anggota grup IIDN yang berisikan 44 kisah-kisah indah dan inspiratif seputar Ramadhan yang menyentuh hati. Ditulis oleh 43 orang kontributor yang 99% adalah anggota grup IIDN. Saat ini sudah selesai cetak dan telah beredar di took-toko buku besar di Seluruh Indonesia.
  2. For The Love of Mom (Penerbit ETERA, 2011) sedang dalam proses percetakan. Sebuah antologi tentang betapa hebatnya perempuan sebagai ibu. Banyak kisah menyentuh yang akan membuat kita merindukan bunda nun jauh di sana.
  3. EMAK GOKIL, (Penerbit Rumah Ide, 2011) sebuah antologi tentang kisah-kisah konyol seputar kehidupan rumah tangga sehari-hari yang dialami oleh para ibu rumah tangga.
  4. KAMUS INDONESIA (Penerbit Sygma Eksamedia, 2011). Merupakan proyek besar di Grup IIDN yang melibatkan lebih dari 100 orang ibu-ibu/perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia yang kesemuanya merupakan anggota IIDN. Hal ini merupakan hal pertama yang pernah terjadi dalam dunia penulisan di Indonesia dimana sebuah kamus lengkap serupa Ensiklopedia tentang kebudayaan dan adat istiadat lengkap di Indonesia, dikerjakan oleh begitu banyak penulis dan semuanya kebanyakan adalah ibu rumah tangga.
Kegiatan umum GRUP IIDN selain mengadakan pelatihan-pelatihan kepenulisan untuk umum dan anggota, kami juga mengadakan event-event seperti misalnya :
  1. Mengikuti event-event bazaar, selain untuk mensosialisasikan komunitas kami, juga untuk menjual buku-buku hasil karya anggota Grup IIDN.
  2. Kopdar (Kopi Darat) pertemuan tidak rutin antar anggota IIDN baik yang ada dalam wilayah yang sama ataupun secara nasional.
  3. Mengadakan baksos dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat. Seperti misalnya pada bulan Ramadhan seperti ini. Insya Allah di pertengahan Ramadhan, Grup IIDN akan mengadakan bakti sosial bekerja sama dengan sponsor dan seluruh anggota IIDN di seluruh Indonesia.
Pada akhirnya, Indscript Creative selaku Perusahaan Agensi Penerbitan Naskah dengan Indari Mastuti sebagai CEO nya, yang membawahi Grup IIDN ini, mencoba mengeluarkan potensi kaum ibu rumah tangga yang selama ini selalu dianggap tak memiliki kemampuan lebih, menjadi ibu-ibu dan wanita yang produktif di mana mereka tidak hanya menghasilkan karya yang dapat dibaca orang banyak, melainkan juga dapat menghasilkan materi yang akan membantu perekonomian keluarga.

Marketing Communication
Lygia Nostalina, SH

  
Profil Pendiri GRUP IBU-IBU DOYAN NULIS
Indari Mastuti, lahir di Bandung,  Jawa-Barat, 09 Juli 1980. Berdomisili di Jl. PLN Dalam I No.1/203D,Moh Toha, Bandung. Rumah yang juga sekaligus menjadi pusat aktifitas IIDN ini semakin memantapkan eksistensinya sebagai Ibu Rumah Tangga yang doyan bisnis J. Memiliki pengalaman kerja mulai dari Jurnalis Tabloid Indonesia-Indonesia, Marketing, hingga akhirnya menjadi Direktur Pemasaran dan Redaksi Indscript Creative. Pengalaman menulis sejak tahun 1996 sebagai penulis artikel dan koresponden di berbagai media, dan kini menjadi mentor pelatihan penulisan di berbagai tempat. Telah menelurkan lebih dari 60 judul buku.

Profil Usaha
Indscript Creative didirikan karena keinginan dari calon Ibu yang ingin total bekerja di rumah. Meninggalkan hiruk-pikuk dunia karir demi mengurus keluarga. Berpikir untuk mencari bisnis apa yang bisa dikerjakan di rumah dan sesuai dengan minat yang dimiliki. Kebetulan hobi dan minat menulis mendorongnya untuk menjadikan profesi menulis menjadi sumber penghasilan.
Seiring berjalannya waktu, Indscript Creative pun terus berkembang. Indscript Creative mulai dibangun pada akhir tahun 2007. Ketika pertama kalinya didirikan, fokus pasar Indscript Creative adalah bidang penerbitan. Indscript Creative memposisikan diri sebagai agensi naskah, yaitu menjadi mediator antara penulis dengan penerbit, antara penerbit dengan penulis. Indscript Creative mengemas naskah supaya lebih cantik dan bernilai jual.
Kini, Indscript Creative memiliki 30 klien penerbit, 4 klien korporat, dan 2 klien Institusi pendidikan. Memiliki kerjasama dengan lebih dari 214 penulis aktif, 5 studio gambar, dan telah menetaskan lebih 400 judul buku di pasar bebas.
Pendapat Para Penulis Indscript Creative

Indscript Creative membuat saya bersemangat menulis. Buku solo saya yang pertama terbit setelah bergabung dengan mereka. Pelatihan-pelatihan yang saya ikuti membuka wawasan saya mengenai kepenulisan. Saya juga belajar menulis skenario dari pelatihan tersebut. Indscript Creative memang hebat! Saya takkan ingin berhenti menulis karenanya.
(Fitha Chakra, Penulis Buku Anak, Depok)

Indari membuat saya tergerak menekuni dunia menulis secara serius. Meskipun ada sedikit keraguan untuk memulai ketika itu, tapi ia tak henti menyemangati saya. Sejak saat itu naskah demi naskah terus berdatangan. Ide dan inspirasi menulis makin hari makin mengalir deras seiring kualitas tulisan yang bertambah baik. Terima kasih banyak kuucapkan untuk adikku yang hebat ini. Semangat, tekad, ketekunan, dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi saya dan banyak orang. Be inspired, stay positive.
(Astri Novia, Penulis Buku Populer, Bandung)
Pertama kali saya tahu Indscript Creative karena dikenalkan oleh teman. Setelah gabung, saya langsung merasa nyaman. Indari, owner-nya, ramah dan friendly. Dalam waktu singkat, saya dan Iin menjadi akrab seperti sudah lama kenal. Lalu, yang paling penting adalah bahwa bergabung bersama Indscript jadi sering diorder untuk membuat naskah.
(Nunik Utami, Penulis Buku Anak, Jakarta)

Bagi saya, indscript itu sahabat sejati yang membantu banget. Saya nggak perlu capek2 mikirin penerbit, nentuin tema, bikin perjanjian dan urusan tetek bengek lainnya. Saya cukup fokus nulis saja, lainnya...serakan pada ahlinya :) (whoaaaa....iklan banget ya :)
(Firmanawaty Sutan, Penulis Buku Sains dan Life Skill, Jakarta)

Indscript sangat membantu saya dalam mengembangkan potensi dan kemampuan dalam menulis. Dengan bantuan dan profesionalisme Indscript, saya menjadi sangat terbantu dalam menerbitkan buku dengan kualitas terbaik. Selain itu, Indscript sangat membantu saya dalam meningkatkan angka kredit jabatan peneliti :D. Sukses selalu buat tim Indcript.
(Hanif Fakhrurroja, Penulis IT dan Bisnis, Bandung)
Dulu, aku sering kebingungan untuk nyalurin ide-ide tulisan yang udah numpuk di file dan di kepala. Mau langsung ke penerbit ga pede. Tapi setelah ada Indscript, ga gitu lagi. Jelas, kini semua ide bisa dicairkan menjadi penghasilan yang tidak sedikit. Apalagi untuk ukuran ibu-ibu pengangguran macam aku. Setiap bulan, Indscript selalu memberiku penghasilan. Jadi makin ogah deh kerja kantoran lagi. Yuk berkarya di rumah via Indscript :p
(Nia Haryanto, Penulis Sains dan Kesehatan, Bandung)

3 komentar:

Wiwiek said...

Salut dan kagum melihat semangat dan kegigihan Mbak Indari. Mendirikan sebuah wadah untuk ibu-ibu rumah tangga, merekrut dan mengarahkan mereka menjadi penulis, menurut saya itu adalah dedikasi yang bukan hanya patut diacungi jempol, tapi layak dianugerahi penghargaan tinggi. Dari komentar beberapa Ibu di sini(yg notabene sudah eksis di dunia menulis dan memiliki banyak buku), IIDN telah berhasil menularkan semangat, terutama rasa percaya diri..bahwa ibu rumah tangga pun (yg tadinya bukan siapa-siapa) bisa eksis menjadi penulis dan menghasilkan buku serta dikenal masyarakat pembacanya. Bravo Mbak Indari! Sukes terus buat IIDN! Love you..:)

Indari Mastuti said...

Makasih mbak Wiwiek...yuk bersama kita melejitkan IIDN, amiin

Eddelweiss - Naqiyyah Syam said...

Mbk izin baca ya buat wawancara dengan wartawan lampung post.

Post a Comment