Breaking News

04 July, 2011

TRADING INDEX SAHAM & VALAS

Oleh : Afin Murtie

            Pasti banyak yang akan geleng-geleng kepala saat membaca postingan saya ini, mulai yang sama sekali belum paham tentang dunia index saham sampai yang pernah berkecimpung di sana dan merugi. Merugi? Yah, banyak yang akan mengatakan jangan sekali-kali mencoba untuk trading index saham dan valuta asing karena nanti anda akan merugi.
Untunglah di tahun 2000 silam belum ada satupun orang terdekat saya yang kenal dengan index saham dan valas, dan ketika saya merugi di bisnis konveksi kemudian banting stir mempelajari trading di bursa berjangka benar-benar dengan pikiran jernih tanpa adanya pengaruh dari siapapun.  Berbisnis di bidang index saham dan valas memang tidaklah sederhana namun bisa dipelajari dan diprediksi fluktuasi harganya.
“Pasti ribet dan saya bukan lulusan ekonomi.” Begitu kira-kira alasan kenapa banyak orang lebih memilih mempercayakan perdagangan index saham dan valuta asingnya pada trader di bursa berjangka. Tidak dan tidak, sejauh ini itulah pengamatan dan pengalaman saya menggelutinya selama sebelas tahun berjalan. Mempelajari trading index dan valas, begitu item ini biasa disingkat, tidaklah seribet yang kita bayangkan dan hampir sembilan puluh persen sama dengan mempelajari dan terjun di bidang bisnis lainnya.
Ketika kita berjualan alat elektronik dan memiliki stok banyak, kita akan mendulang keuntungan tinggi selama barang tersebut masih belum ketinggalan mode dan banyak peminatnya. Tetapi begitu ada jenis barang baru yang lebih sedikit keperluan listriknya, lebih simple bentuknya, atau lebih baru modelnya maka stok lama kita akan turun harga dan bahkan bisa-bisa tidak laku.
Begitu juga yang terjadi dengan index saham dan valas, ketika ada perusahaan lain atau negara lain yang lebih diminati maka bisa saja saham atau mata uang negara tertentu yang kita miliki menjadi merosot nilainya, dan ini ternyata bisa diantisipasi.
            Lalu apa yang selanjutnya saya lakukan untuk bisa memahami dan menerjuni dengan eksis perdagangan derivatif ini? Pertama, saya terjun karena kepepet harus mengembalikan modal bisnis konveksi yang sebagian adalah pinjaman. Kedua, saya bertemu dengan seorang trader dan saja belajar banyak darinya. Ketiga, saya rajin hunting informasi dan segala hal yang berkaitan dengan seluk beluk trading indeks saham dan valas mulai dari legalitasnya, peraturan perdagangan dan pasarnya, sampai dengan cara memprediksi dan langsung terjun bertransaksi.
Alhamdulillah semua usaha dengan disertai do’a dan rasa cinta dan sayang kami sekeluarga bisa berbuah manis. Bukan saja hutang modal yang terbayar, tetapi kami dapat mengembangkan diri dan kehidupan kami sesuai dengan impian dan harapan yang terus teriring dalam setiap do’a dan usaha. Sampai akhirnya suami bersedia sepenuhnya membantu bisnis saya tersebut di samping dia tetap berdagang konvensional mulai dari es krim, krupuk, sampai bumbu masak secara online. Satu lagi keuntungan yang didapat, pekerjaan ini tidak menyita banyak waktu dan kami tetap bisa menemani anak-anak kapan saja mereka membutuhkan

0 komentar:

Post a Comment