Breaking News

07 July, 2011

Ini Diriku, Pilihanku, dan Hidupku

-->
Halo semua, perkenalkan diriku seorang ibu rumahtangga, peranku ya sebagai istri, ibu dan satu lagi sebagai pribadi yang memiliki ruang aktualisasi diri. Tidak ada yang bertanya kali….ini memang bukan untuk menjawab pertanyaan namun ini adalah pernyataan tentang diriku. Lha apa tidak sayang sama ijazahnya, sudah sekolah tinggi..eh kok cuma di rumah saja. He..he..he kalimat itu sudah sering terdengar di telingaku setiap kali orang tahu latar belakang pendidikanku. Kalau cuma jadi ibu rumahtangga sih orang tidak berpendidikan pun bisa, itu naluri. Hmm..ini memang fakta bahwa secara formal ijazahku tidak terpakai dan hanya tersimpan rapi di lemari. Tapi aku punya pendapat sendiri, ilmu dan pengalaman di bangku kuliah tetap bisa di amalkan tanpa harus menautkan ijazahku di sebuah instansi manapun. Bagiku bisa merasakan bangku kuliah adalah kesempatan untuk bisa mengasah pola pikir, memperluas wawasan yang berguna  dalam memandang diriku dan hidupku. Jadi maaf…bagi yang tidak sependapat. Karena diriku ingin membangun piramida ku sendiri, bukan di luar sana melainkan di rumah sendiri.
Tuhan memang Maha Tahu, perempuan dianugrahi Nya kemampuan ekstra yaitu bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Ini tentu karena ada kodrat yang melekat pada diri perempuan yaitu sebagai istri,ibu dan sebagai pribadi. Bagaimana tidak, setiap hari kulakoni peran ini, sembari membersihkan rumah kutemani juga anakku bermain, di saat mencuci baju sesekali memenuhi panggilan anakku juga merespon sms order dari pelanggan. Disaat memasak, aku juga mencuci piring dan melerai kedua anakku yang sedang bertengkar. Begitu setiap hari dengan variasi yang kadang berbeda. Adakah laki-laki bisa melakukan ini? Aku jawab tidak,hi..hi..hi..berdasarkan pengalaman suamiku ketika kutinggal seharian bersama anak-anak, rumah dan dapur berantakan ketika aku pulang, berbeda kondisinya bila aku di rumah dan suamiku kerja seharian. Suamiku pun mengakui, ternyata tidak mudah ya jadi ibu, mendingan kerja seharian di luar. Nah lho? Di sini aku merasa hebat juga diriku ya..narsis sesekali boleh dong!
Menjadi ibu rumahtangga memang sering dianggap tidak berkelas meskipun imbalannya kelas wahid yaitu “surga”. Untuk meraihnya pun perlu berpeluh setiap hari, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk menjalaninya. Menjadi ibu telah menempaku menjadi pribadi multi talenta…qe..qe..qe..apaan tuh? Sebelum memiliki anak diriku bukanlah orang yang mudah akrab dengan anak-anak apalagi ekspresif. Tapi sekarang, aku benar-benar bisa mengerti dan menyelami dunia anak-anak, di sini aku benar-benar bebas berekspresi, menjadi penyanyi, pendongeng plus dengan berbagai mimik sesuai cerita. Peranku juga bertambah selain menjadi guru, koki, sekaligus bersih-bersih rumah, merawat rumput halaman, dan membersihkan selokan. Mengatur pendapatan rumah tangga sekaligus menjaga pengeluaran agar tidak besar pasak daripada tiang adalah tugasku yang lain.
Sekarang peranku bertambah banyak setelah memutuskan untuk mulai menulis. Ya, ini adalah adalah hobiku, hiburanku sekaligus kebutuhanku. Di waktu anak-anak dan suami telah tidur seperti malam ini maka kusalurkan hasrat menulisku di atas keyboard seraya berdoa semoga suatu hari nanti aku bisa menulis sebuah buku dan karyaku bisa bermanfaat bagi orang lain. Ya walaupun tulisanku sementara hanya sebatas di blog pribadi tapi aku bangga bisa melakukannya. Dan bangga pula menyebut diriku sebagai penulis meskipun tulisanku belum layak terbit.
Lalu setelah memutuskan untuk ikut menopang ekonomi keluarga dengan berbisnis online dan offline adalah peranku selanjutnya. Di sini aku berperan sebagai pemilik, bagian marketing dan pembukuan sekaligus. Naluri bisnisku terasah dan mampu melihat peluang kecil sekalipun,ini juga diakui oleh sahabatku. Aku tidak menyesal bahkan aku senang dan sangat menikmati setiap prosesnya. Jadi siapa bilang kalau menjadi ibu rumahtangga bakalan mentok kemampuan kita, tidak bisa ter upgrade katanya.  Yang kurasakan justru sebaliknya, kelenturan waktu yang kumiliki telah memberiku kesempatan untuk menulis dan berbisnis.
Aku tidak pernah ingin seperti dirimu atau dirinya, aku hanya ingin menjadi diriku, melakukan apa yang aku suka, apa yang aku mau dan apa yang aku bisa. Tepuktanganmu tidak kuperlukan meski jika kau ikhlas memberikannya aku tentu bahagia. Kebanggaan pada diri sendiri bukan untuk sebuah kesombongan melainkan untuk menghargai diriku sendiri dan kesempatan yang Tuhan berikan untukku saat ini. Memiliki peran selain sebagai ibu dan istri adalah keinginan untuk selalu bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi oranglain meski kaki ini tetap berada di rumah.
Semoga senantiasa bisa diberi kekuatan dan keseimbangan dalam melangkah dan menjalani semua peranku ini. Amin.

0 komentar:

Post a Comment