Breaking News

04 July, 2011

Impian dan Afirmasi Positif

Tri Wahyuni Rahmat

Saya akan menceritakan sebuah kisah yang mungkin sebagian dari kita sudah ada yang pernah tahu kisah ini. :

Sekitar berapa puluh tahun yang lalu, di sebuah Sekolah Dasar. Seorang guru meminta murid-muridnya menggambarkan impian mereka ketika kelak dewasa.  Murid-murid tersebut  menggambar impian mereka di sebuah kertas gambar.  Ada yang menggambar  guru, dokter, pilot,  artis, dan sebagiannya. Mereka begitu semangat dan antusias menggambarnya.
Namun, ada seorang anak murid yang menggambar hal berbeda dengan lainnya. Ia menggambar sebuah perternakan kuda yang luas, dan sebuah rumah yang sangat megah di tengah-tengahnya.  Ibu guru tentu saja terheran-heran dengan gambar si anak tersebut yang berbeda. Namun guru tersebut mendiamkan saja. Ia ingin tahu penjelasan si anak sendiri pada saat presentasi di depan kelas.
Saat presentasi dimulai. Masing-masing anak begitu semangat  menjelaskan gambar  impiannya. Hingga tibalah waktu anak tersebut maju ke depan kelas.
"Ini impian saya,"kata si anak seraya menunjukkan gambarnya.
"Ketika besar nanti, saya akan mempunyai bisnis perternakan kuda terbesar di negeri ini dan memiliki rumah yang saat besar di tengah-tengah perternakan saya.  Kuda-kuda yang saya miliki merupakan jenis kuda yang sangat mahal dan berkualitas,"ujar si anak dengan bangga.
Teman-temannya lalu bertepuk tangan mendengar ucapan anak tersebut. Sungguh luar biasa hebat impian temannya itu bagi mereka.
Namun berbeda dengan si ibu guru. Ia terdiam dan lalu mendekati si anak.
"Impianmu terlalu tinggi anakku.  Rasanya sulit nantinya kau mewujudkannya. Mengapa kau tidak coba menggambar impian lain seperti teman-temanmu," ujar si guru. Si guru berfikir impian anak tersebut tidak mungkin di wujudkan saat dewasa.
"Tapi saya yakin akan mewujudkannya,"kata si anak lagi.
"Simpan saja gambarmu ini ya. Siapa tahu suatu saat kau bisa mewujudkannya". Kata bu guru  dengan tersenyum.

Si anak hanya terdiam. Ia pun tidak membantah apa yang di katakan bu guru. Tapi ia berjanji dalam hati, ia akan wujudkan impian tersebut suatu saat.
Tahun-tahun pun berganti. Tahu kah ibu, apa yang terjadi terhadap anak itu?
Si anak pun telah menjadi seorang laki-laki dewasa. Dan yang mengejutkan, ia berhasil mewujudkan impiannya ketika kecil. Ia menjadi seorang penguasaha sukses yang memiliki perternakan kuda terbaik di negerinya.  Ia pun memiliki banyak aset property dan usaha yang maju.
Sebagai ucapan syukur, ia mengundang teman-teman sekolahnya dulu, termasuk si ibu guru yang dulu sempat meragukannya.  Mereka pun memenuhi undangan dan datang di lokasi perternakan kudanya.  Mereka begitu takjub melihat kemewahan dan kemegahan perternakan kuda milih temannya itu.  Hingga tibalah waktu jamuan makan di ruang keluarga rumah megah si pengusaha.
Ruang keluarga itu begitu besar dengan perabotan kelas atas. Namun ada satu hal mencolok di dinding tembok ruangan itu. Satu-satunya pigura terpaku disana.
Si guru mendekati gambar tersebut. Ia merasa sangat kenal dengan gambar itu. Ternyata  gambar impian si pengusaha tersebut ketika kecil. Gambar  perternakan kuda yang luas, dan sebuah rumah yang sangat megah di tengah-tengahnya.  Gambar yang dulu pernah di ragukan oleh si guru.
"Ibu masih ingat gambar ini?" tanya si pengusaha tersebut ketika berada di samping bu guru yang masih tidak percaya melihat gambar itu.
"Iya, ibu ingat gambar ini.  Ini gambar impianmu saat masih sekolah,” jawab bu guru.
"Gambar yang saya buat ini merupakan impian terbesar saya,  bu.  Gambar ini selalu ada di dekat saya. Setiap kali saya jatuh dan down dalam menggapai impian saya. Saat itu pula saya  selalu memandangi gambar ini.  Saya pun akhirnya bangkit dan maju kembali untuk mewujudkannya."
Sejenak bu guru itu terdiam.  Pikirannya melayang pada peristiwa puluhan tahun silam. Saat ia sempat menyangsikan impian pengusaha tersebut.
"Maafkan ibu, karena dulu sempat meragukan  impianmu," kata si ibu dengan lembut.
"Tidak ibu, saya justru berterima kasih, karena  dengan begitu, ibu masih memberikan semangat pada saya untuk meraih impian saya." Kata pengusaha itu dengan tulus.

Tidak ada kata-kata yang terucap dari bibir ibu guru tersebut.  Ia hampir membunuh impian anak yang sekarang berubah menjadi pengusaha sukses  itu.  Ya, ia hampir  tidak percaya bahwa anak itu kelak mampu mewujudkan impiannya. Bersyukurlah anak itu bisa tetap maju dan mengejar impiannya.
Ibu, ….dari cerita yang saya tuliskan di atas. Tentunya ada beberapa hal yang bisa kita ambil hikmahnya. Impian adalah sebuah keinginan terkuat dalam hidup kita yang ingin kita wujudkan.  Apakah itu ingin membahagiakan orang tua, ingin menjadi penulis hebat, ingin menjadi pengusaha sukses, dan sebagainya.
Ya, bukan hanya anak  itu yang mempunyai impian. Saya dan anda pun mempunyai impian.  Anak yang berubah menjadi pengusaha suskes itu dengan semangat dan keinginan kuat berusaha mewujudkan impiannya. Walaupun harus jatuh bangun dan bahkan mengalami banyak rintangan. Bahkan mungkin begitu banyak orang yang meremehkan dan meragukan impian tersebut. Toh impian itu bisa tetap terwujud.
Lalu bagaimana dengan impian kita.  Apakah kita sudah berhasil mewujudkannya pula? Ataukah kita malah terdiam dan berhenti mengejar impian-impian tersebut? atau kita biarkan orang lain meremehkan dan membunuh semua impian kita? Ataukah malah kita termasuk dari orang-orang yang suka meremehkan dan menyepelekan impian orang lain?
Ibu, sedikit mengambil intisari dari buku the secret karya Rhonda Byrne .Rhonda menyebutkan berlaku hukum LOA (Law Of Atraction) atau hukum tarik menarik. Setiap kali kita menarik hal-hal positif dalam diri kita, maka hal positif tersebut akan terjadi pada diri kita.
Dan hal itu pula yang terjadi pada anak lelaki itu. Dari kecil hingga ia menjadi lelaki dewasa. Ia berhasil menarik hal-hal positif untuk mencapai impiannya. Ia pun mengafirmasi impiannya lewat sebuah gambar yang ia buat. Gambar itulah yang menjadi afirmasi kuatnya untuk mencapai impiannya.
Sedikit menyinggung tentang impian dan Law of atraction. Sebagian besar sahabat yang bergabung di group penulisan, menyatakan  ketika dulunya memang mempunyai keinginan menjadi penulis (seperti saya). Namun karena kesibukan dan banyaknya urusan, sehingga kita mengabaikan keinginan kita.
Tapi tahukah apa yang terjadi? Tiba-tiba anda diundang masuk oleh teman di group penulisan. Atau tiba-tiba anda tertarik group ini setelah mendapatkan informasi tentang group ini. Apakah ini sebuah kebetulan?Ataukah memang anda selalu berafirmasi positif ingin meraih keinginan menjadi seorang penulis? Dan semua itu tinggal menunggu waktu?
Ibu, temukan dan gali lagi impian terbesar dalam hidup ibu.  Tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan impian tersebut. Selagi impian itu bersifat positif dan bermanfaat bagi diri ibu  sendiri dan bahkan untuk orang lain, maka tidak ada salahnya kita terus berusaha mewujudkannya.
Berusaha dan lakukan hal-lal positif untuk mencapai impian tersebut. Walaupun memerlukan semangat, tenaga dan waktu untuk mewujudkannya.  Dan yang terpenting, tetap  kembalikan semua kepada Allah.  Biarkan Allah yang memberikan terbaik atas usaha yang kita lakukan untuk meraih impian tersebut.

Tetap semangat… Tetap Positif…..

salam hangat dan peluk jauhhhhhh...

0 komentar:

Post a Comment