Breaking News

04 July, 2011

Bersaing Dalam Bisnis……. Siapa Takut !!!

Oleh  :  Ayunin

Setelah menjadi ibu rumah tangga, hampir setiap hari banyak waktu terbuang sia-sia.  Akhirnya saya punya inisiatif untuk buka usaha, berbekal keahlian saya mengetik cepat sewaktu SMK, saya berniat membuka Rental dan Pengetikan Komputer.  Dengan dukungan penuh dari suami akhirnya semua bisa terealisasi .
Untuk modal usaha, saya nekat menjual sepeda motor karena hanya itu yang kami miliki, uangnya untuk beli 2 unit computer, 1 printer, dan 1 scanner.  Sisa dari pembelian computer, saya gunakan untuk uang muka membeli sepeda motor secara kredit
  Dengan modal keberanian saya nekat bersaing dengan pemilik usaha yang sudah pengalaman dalam jasa yang saya jual.  Target pasar saya saat itu adalah mahasiswa, anak SMP, SMK dan tak jarang para guru juga menjadi pelanggan saya.  Setelah satu bulan berjalan, usaha saya menunjukkan tanda-tanda keberhasilan karena hampir setiap hari saya menerima pekerjaan mengetik dari pelanggan.  Akhirnya niat yang tadinya untuk mengisi waktu luang jadi keterusan, kini saya mempunyai penghasilan sendiri yang boleh dibilang lumayan.
Setahun berjalan saya berhasil menambah 3 unit computer, atas desakan para pelanggan dan pastinya dukungan dari suami tercinta karena saat itu saya lagi hamil, akhirnya saya berhasil merubah usahayang dulu hanya pengetikan dan rental komputer menjadi Warnet.  Saya tidak perlu bersusah payah untuk promosi karena saya sudah mempunyai pelanggan setia yang makin hari makin bertambah karena kebanyakan mereka mengenal kami dari mulut ke mulut.  Itu memang strategi yang saya pakai, dengan pelayanan yang baik otomatis orang akan mengenal kami.
Tahun 2006, usaha saya berkembang pesat dan bisa menambah 10 unit computer lagi, kini menjadi 16 unit komputer.  Agar saya bisa maksimal dalam mengelola usaha, saya meminta agar suami  keluar dari pekerjaannya karena saya sudah cukup repot merawat anak yang mulai belajar jalan. Untuk kepentingan keluarga, akhirnya dia  rela meninggalkan pekerjaannya menjadi Asdos di sebuah Universitas untuk mengelola Warnet kami.
Kini kami lebih bisa memaksimalkan jasa yang kami tawarkan, sebelumnya karena keterbatasan ilmu, saya hanya melayani rental, pengetikan, print, dan scanner.  Sekarang jasa yang kami tawarkan makin banyak burning CD, dan servis computer serta printer. Selain itu suami juga melayani panggilan untuk installasi warnet.  Saat itu Friendster lagi booming-boomingnya sehingga pelanggan saya yang kebanyakan pelajar sudah mempunyai akun friendster, hampir setiap pulang sekolah warnet saya selalu penuh sesak.  Melihat peluang yang ada, akhirnya kulkas rumah tanggapun saya gunakan untuk berjualan snack dan minuman, hasilnya lumayan untuk tambahan penghasilan.
Tapi usaha tak selamanya berjalan mulus, Tahun 2008 sebagian pelanggan sudah mulai beralih ke Facebook. Semakin hari facebook berhasil menggeser keberadaan Friendster, akhirnya hampir semua pelanggan saya mengakses facebook.  Kini facebook menjadi kebutuhan pokok buat mereka. Mencium gelagat ini para operator telepon seluler mulai gerilya, dari perang tarif telpon, tarif SMS sampai akhirnya perang tarif internet yang semakin gencar dipromosikan di media cetak, maupun media massa.
Hand Phone (HP) yang tadinya cuma buat telpon atau SMS, kini mulai menyediakan layanan internet murah, dan maraknya Blackberry buatan China yang harganya murah, memudahkan mereka untuk mengakses internet bahkan facebook dengan cepat.  Fenomena perang tarif membuat usaha kami semakin terpuruk, keadaan ini hampir membuat kami putus asa.
Melihat kenyataan yang ada, kami mulai mengatur strategi, dengan rasa optimisme yang tinggi kami memutuskan untuk membuka Game Online. Alasan membuat game online karena kami menemukan bahwa HP tidak memiliki spesifikasi hardware yang tinggi seperti yang dimiliki PC, seperti Ram, Memory, VGA card, Vegacard, dan processor Hi-tech. Alhamdulillah, usaha kami tetap berjalan karena tidak semua orang suka internetan dengan HP dan tidak semua orang bisa memasang internet di rumah.  Dengan keyakinan yang tersisa, kami mencoba optimis untuk melangkah maju.
Syukur Alhamdulillah usaha kami berjalan lancar sampai saat ini, semua itu membuat kami yakin bahwa, “"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS.14:7).

Motivasi saya untuk teman-teman yang menjalankan bisnis  :
Selalu bersyukur pada Allah karena diberi kepercayaan bisa berbisnis
Kita harus selalu bersyukur atas apa yang sudah kita punya, jangan banyak mengeluh, karena masih banyak orang-orang yang tidak memiliki rizki yang banyak seperti kita (seperti pekerjaan, kesehatan).

Jangan pernah menyerah
Tiada satu keberhasilan tanpa usaha dan do’a.  Komitmen untuk terus semangat, dan tidak akan menyerah sebelum berhasil karena untuk memulai keberhasilan itu perlu proses. Kita jangan mengharapkan hasil instant karena sukses tidak bisa di raih dalam semalam.  Kita harus membuat langkah-langkah kecil setiap hari, Karena kesuksesan yang besar hanyalah satu langkah yang ada di antara beribu-ribu langkah kecil yang kita lakukan tiap hari, terus-menerus.
Jangan takut dengan persaingan
Di era globalisasi ini, semua pengusaha harus bisa bersaing dan jangan takut tantangan, karena tanpa tantangan dan persaingan usaha kita tidak akan maju.  Sebagai pemilik usaha kecil, kita tidak perlu takut bersaing di dalam menjalankan usaha, karena dengan persaingan itu akan tumbuh inovasi, dan hasrat untuk memajukan bisnis kita.

  Raditya Surya

0 komentar:

Post a Comment