04 December, 2014

[ Tips Menulis Traveling #21 ] : Memilih Tema Tulisan Traveling

Oleh  : Arini Tathagati

Selamat malam Ibu-Ibu, selamat berjumpa lagi di kelas Tips Menulis Traveling yang hadir tiap Kamis minggu pertama pukul 20.30-22.00 WIB. :)

Hari ini kita kembali ke materi awal, yaitu tentang memilih tema tulisan traveling. Pada dasarnya, sama seperti membuat jenis tulisan yang lain, untuk membuat tulisan traveling kita harus menentukan tema. Biasanya setelah kita menentukan destinasi yang menjadi tujuan kita, kita menentukan tema apa yang mau diangkat. Tema tersebut bisa berupa pengalaman selama berwisata, ulasan kehidupan masyarakat di destinasi tersebut, makanan khas daerah tersebut, atau perjalanan khusus misalnya pengalaman saat ibadah umroh. Tema ini akan mendasari penyusunan kerangka/outline penulisan, yang kemudian menjadi dasar dalam mengembangkan tulisan traveling.

Sekarang kita berandai-andai, jika pada akhir tahun 2014 kita pergi berwisata ke suatu tempat dan berniat untuk menuliskan pengalaman kita saat bepergian, kira-kira tema apa yang ingin ditulis? Mari berdiskusi!

Kerupuk vs Sambal

Oleh :  Anna Farida

EYD Hari ini

Penjual nasi kuning: "Pakai krupuk, enggak, Neng?"
Pembeli: "Enggak, Bu. Pakai kerupuk."
PNK: "Lha iya, pakai krupuk, kan?"
P: "Bukan krupuk, Bu. Kerupuk."
PNK: "Maksudnya apa, sih? Mau kepruk saja?" ‪#‎suaranaik‬
P: "Di KBBI tertulis 'kerupuk', kok."
PNK: "Halah, beli naskun saja repot. Ini enam ribu!" ‪#‎emosijiwa‬
P: "Eh, iya, maaf. Maaf. Eh, tadi pakai sambel, kan, Bu?"
PNK: "Sambal, bukan sambel! Di KBBI tertulis 'sambal'!"


30 November, 2014

Karna menulis buku, jadi mendobrak ketidakpedean tampil presentasi ke depan

Oleh : Fathonah Fitrianti

Bedah buku di Salman ITB
Mo sharing nih bu ibu, tentang pengalaman saya. Aslinya saya ini orang yang gugupan dan gak pedean. Oleh karena itu saya selalu mengambil peran di belakang layar, supporting, atau paling banter jadi asisten pembicara. Klo jadi pembicara saya sangat hindari banget...

Namun kini semua harus berubah sejak negara api menyerang eh... sejak saya menulis buku "Catatan Sang Mantan Jomblo". Sebenarnya ini kumpulan oretan belajar nulis saya yang selalu saya tulis di status fb. berisi hikmah dan plajaran dari pengamatan dan pngalaman saya. Eh dikumpul2 ternyata jadi tebal juga. Setelah menerima brbagai masukan dan saya coba susun jadi sebuah buku alhamdulilah ada penerbit yang tertarik untuk menrbitkannya.
Sayangnya sampai buku itu terbit saya belum melatih diri saya untuk berbicara di depan. Wal hasil saya belum pernah mengadakan acara launching buku saya. Alasannya sdrhana, saya gak pede maju ke depan apalagi harus presentasi.

Namun, klo sudah memiliki buku yang diterbitkan, penulis memang tidak boleh mengandalkan penerbit untuk promo buku. Bahkan harus proaktif agar orng-orang jadi mngenal buku tsb. Wal hasil saya memcoba mendobrak apa yang selama ini menjadi rasa takut saya, yaitu prsentasi ke depan di depan orang-orang. Memprsentasikan isi buku ini menjadi sebuah keniscayaan yang harus saya hadapi.
Awal saya belajar prsntasi saya hanya mengundang 3 orang sahabat saya yang kepada merekalah saya bisa merasa nyaman dan merasakan dukungan. Selama 2 hari otak saya macet, pikiran saya tegang, dan tenggorokan ini rasanya tercekat akhirnya selama dua hari saya tidak ada progrs dalam membuat bahan presentasi. Baru hari ketiga ketegangan itu mulai hilang, saya mulai bisa berpikir dan mulai ada ide alur materi yang harus saya sampaikan. Saya latih diri saya dengan presentasi ke diri saya sendiri di dpan cermin. Alhamdulillah hari H sy presentasi di depan ktiga sahabat sy tersebut ketegangan sy sudah hilang. Presentasi berjalan lancar.

Hari ini, saya mencoba mensharringkan isi buku saya di unit aksara ITB Salman. bbrp hari sebelumnya hingga saat sebelum presentasi sebenarnya saya tegang. tangan ini terasa dingin. bahkan tadinya khawatir tidak bisa sambil berdiri karena sempat merasa kaki ini lemas. Tapi alhamdulillah prsentasi bisa brjalan lancar. Semua kelancaran selama ini benar2 pertolongan Allah. Rasanya bagi Allah itu mudah memunculkan maupun menghilangkan ketegangan dan kegugupan didiri ini. Namanya harus menguatkan ikhtiar dan do'a itu sangat terasa.

Saya rasa saya harus terus mengasah kemampuan saya untuk prsentasi dengan terus menambah jam terbang. Makanya saya sangat terbuka bila ada komunitas yang ingin saya sharing tentang buku ini atau seputar persiapan pranikah maupun tntang pernikahan. Klo soal sperti apa presentasi saya, saya ga berani banyak berkomentar. Itu mah lebih baik ditanyakan langsung kepada audience yang sempat ikutan bedah buku saya. satu hal yang pasti, apa yg sy sampaikan bukan untuk mengompori menikah melainkan mengajak untuk berpikir relistis, tentang persiapan apa saja terutama dari segi mental dan kedewasaan, bagaimana cara memilih calon yang bisa selaras, tahapan proses menikah, dan berbagai tips menjemput jodoh.

makasih ya.. sahabatku, makasihya.. unit aksara, makasih ya..suamiq

26 November, 2014

Liputan Majalah Noor

Liputan Majalah Noor November 2014

Kita perkuat ya KOLABORASI di IIDN
Karena social media memang seharusnya senantiasa merekatkan.

24 November, 2014

IIDN Kuala Lumpur

 Alhamdulillah mengajar blog di IIDN Kuala Lumpur. Kelas blog ini pertama kali diselenggarakan di Jakarta dan akhirnya menghasilkan satu juara di Blog Competitions, selamat mbak @Wiwit (nggak bisa mention). Semoga IIDN KL akan memunculkan juara juga. Amiin

23 November, 2014

Mudah Menyusun SOP

Oleh  :  Arini Tathagati
 
Buku " Mudah Menyusun SOP"

Mendengar kata SOP, bayangan kita mungkin adalah setumpuk dokumen prosedur yang "njelimet" dan biasa digunakan di perusahaan besar. Namun ternyata membuat SOP tidak selalu harus "njelimet". Jika kita memahami prinsip-prinsip pembuatan membuat SOP, kita bisa membuat berbagai jenis SOP sesuai kebutuhan, mulai dari yang sederhana untuk kebutuhan bisnis perorangan atau bisnis rumahan, hingga SOP yang lebih rumit untuk keperluan perusahaan besar.

Buku “Mudah Menyusun SOP” akan membantu Anda memberikan gambaran apa yang disebut SOP, jenis-jenis dokumen apa saja yang bisa dikategorikan sebagai SOP, cara menyusun SOP, serta cara untuk memastikan agar SOP berjalan dengan efektif dan efisien. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi 08159261189 (SMS/WA) atau email tathagati@yahoo.com.

Bahasa Tubuh

Oleh  :  Nurul Khotimah

Berhubung saya terdidik dalam keluarga dengan pola asuh yang jauh dari standar 'benar' (tahu karena merasa dan banyak membaca), akhirnya saya terbentuk menjadi pribadi yang kritis dan idealis, plus pemikir. Begitu, "Katanya."

Bila melihat orang lain yang tidak ada hubungannya dengan saya, kemudian berlaku kasar dan semena-mena terhadap anaknya yang sedang tantrum, hati saya akan merasa miris dan lalu mengurut dada. Kekuatan lidah saya terbatas, karena kapasitasnya sebagai 'siapa?' jika saya ujug-ujug bicara membela sang anak. Gawat pan, kalo dikatai "siape Lo?"

Namun, bila itu terjadi dalam lingkup keluarga, sahabat atau kerabat dekat, maka saya bisa unjuk gigi. Secara spontan saya suka bicara setengah bertanya, "Itu anak, sifat/karakternya mirip siapa ya? Nggak mungkin kan, mirip tetangga?" Walhasil, ortunya bakal memandang saya. Di antara yang pernah kena sasaran, bahasa tubuhnya berlainan. Ada yg matanya mendelik, bibirnya nyengir karena tersindir, atau langsung cemberut dan pundung, bahkan menggerutu. Yah, itu konsekwensi logis yang harus saya terima akibat berbicara. Tapi, setidaknya perhatian mereka dari memarahi anak beralih ke saya toh? ‪#‎KedapKedipKelilipan‬

Apabila saya menyaksikan kedzaliman dilakukan oleh yang namanya saudara, sahabat atau kerabat dekat, biasanya saya tidak bisa diam dengan nyaman. Pasti lidahnya gatel dan akan spontan berbicara. Setelahnya, terserah pribadi yang mempersepsi.
Dalam mempersiapkan diri menjadi isteri dan orang tua esok hari, saya mengetahui dan belajar banyak hal dari ortu sendiri dan pribadi-pribadi setiap keluarga yang saya kenali. Membaca buku-buku parenting dan mengikuti 'Bimbingan Jelang Nikah,' menjadi penunjang saya dalam menabung ILMU.
Dengan ILMU, semoga saya mampu memahami kondisi anak dan bertindak bijak sebagaimana mestinya ORANG TUA.
***
Anak adalah amanah dan anugerah dari Allah Swt., sarana kita mengenali diri. Karena mereka kita disebut dewasa. Dari mereka kita belajar bijaksana, sepanjang masa usia kita.
‪#‎IndahnyaBerbagi‬
‪#‎MenataHatiMembenahiDiri‬
‪#‎MenujuCintaSejati‬
‪#‎ILoveMyLoveInMyLife‬

02 August, 2014

WORKSHOP " Menulis Artikel Menembus Media"


Jreng jreng! Ini dia workshop serunya. Hayook mendaftar segera!